Selamat Datang Di Pondok Tnur
  • Catatan Admin

    “Assalamu'alaikum wr.wb. Awal januari 2011 pertama kalinya blog pondok tnur ini dibuatkan oleh suamiku untuk mengisi hari-hariku dengan berbagai macam informasi dan cerita. Berjam-jam bahkan terkadang ku habiskan malam untuk mempercantik blog ini...

  • Kisah Seorang Anak Yang Di Aborsi Di Dalam Rahim Ibu

    Bulan 1: Ma, panjangku itu cuma 2 cm, tapi aku udah ada dibadan mama... aku sayang mama, bunyi detak jantung mama itu jadi musik terindah yang menemaniku di sini. Bulan 2: Ma, aku udah bisa ngisep jari imutku lho, di sini hangat ma, nanti kalau aku...

  • Kisah Mengharukan:Suamiku Maafkan Aku

    Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama. Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami...

  • Kisah Seorang Suami Yg menyesal Telah Meninggalkan Istrinya

    Aq mengenalnya saat dalam satu organisasi pemuda Islam, Dia sangat aktif, smart, serba bisa, dan sholehah. Aq sangat tertantang ketika jadi satu dalam forum rapat denganya pendapatnya selalu ku bantah meski ku tau pendapatnya itu benar....

  • Suamiku Aku Cemburu Padanya

    Bismillahirr Rahmanirr Rahim ... Ini adalah cerita dari salah satu Saudaraku yang kucintai karena Allah. Beliau bercerita sedikit kisah hidupnya yang coba untuk kubagi kepada saudara-saudari semoga bisa memberi hikmah. Atau mungkin ada di antara saudara-saudari yang juga mengalami kisah yang sama dengan saudaraku ini??? ...

  • Hadiah Terakhir Dari Sang Ayah (Kisah Sedih mengharukan)

    Di sebuah perumahan terkenal di jakarta tinggalah seorang gadis bersama sang ayah, sang ibu telah lama mendahuluinya pergi sejak ia masih kecil. . Seorang gadis yg akan di wisuda, sebentar lagi dia akan menjadi seorang sarjana...

  • Anakmu Ingin Bermain Denganmu

    Menjelang malam ada seorang anak kecil sedang duduk diteras sambil melihat-lihat pintu gerbang. Anak kecil itu menunggu kedatangan Mamah dan Papah-nya untuk bisa main denganya. Anak itu tiba-tiba tersenyum dan bangkit dari duduknya setelah melihat Mamahnya membuka pintu gerbang lalu berkata pada Mamahnya...

  • Suamiku Kini Telah Tiada dan Penyesalanku Yang Terus Ada

    Kisah nyata yang akan membuat setiap orang terharu setelah membacanya ini saya dapatkan dari sebuah notes di facebook bernama @Rina Amalina, semoga dapat menjadi pelajaran bagi kita semua terutama bagi kaum hawa yg sudah berkeluarga... Ini adalah kisah nyata di kehidupanku...

sperky, prstene
Posted by PONDOK TNUR - - 0 komentar


Tahukah Anda, tidak semua penyakit membutuhkan obat, antibiotik dapat membuat bakteri jahat di dalam tubuh menjadi kuat, dan kejang demam adalah "monster" yang baik hati?

Tahukah juga Anda bahwa sebagai pasien, kita memiliki hak untuk menolak tindakan medis dan mendapatkan penjelasan yang memadai dari dokter?
Bagaimana menggunakan obat secara rasional, tidak bersikap panik saat jatuh sakit atau berurusan dengan rumah sakit, bersikap kritis terhadap informasi medis yang banyak beredar, plus aneka tips bermanfaat seputar panduan menjadi pasien cerdas.

Kasus malpraktek adalah puncak gunung es dari masalah lain yang tidak disadari ada: irrational use of medicine. Singkatnya, pasien mendapatkan obat, tindakan medis, pemeriksaan penunjang bahkan perawatan yang tidak tepat, atau dengan kata lain: tidak diperlukan.
Untuk menjadi pasien yang cerdas agar terhindar dari irrational use of medicine. Untuk jadi dokter memang ada sekolahnya, meskipun apakah nantinya menjadi dokter yang baik atau tidak, banyak faktor tambahan lain. Sebaliknya, tidak ada sekolah formal untuk menjadi pasien. Karena itu, pasien harus punya bekal supaya bisa menjadi pasien yang baik. Pasien yang baik bukanlah pasien yang menurut dan memasrahkan 100% pada dokter. Pasien yang baik adalah konsumen yang mengerti jelas permasalahan, bisa membantu dokter dalam mengambil keputusan dan menjalankan keputusan tersebut dengan baik. Jadi, pasien adalah partner kerja dokter.
 ** Dimana Salahnya?**
 Malik tergolek lemas. Matanya sayu. Bibirnya pecah-pecah. Wajahnya kian tirus. Di mataku ia berubah seperti anak dua tahun kurang gizi. Biasanya aku selalu mendengar celoteh dan tawanya di pagi hari. Kini tersenyum pun ia tak mau. Sesekali ia muntah. Dan setiap melihatnya muntah, hatiku tergores-gores rasanya. Lambungnya diperas habis-habisan seumpama ampas kelapa yang tak lagi bisa mengeluarkan santan. Pedih sekali melihatnya terkaing-kaing seperti itu.
 Waktu itu, belum sebulan aku tinggal di Belanda, dan putraku Malik terkena demam tinggi. Setelah tiga hari tak juga ada perbaikan aku membawanya ke huisart (dokter keluarga) kami, dokter Knol namanya.
 "Just wait and see. Don’t forget to drink a lot. Mostly this is a viral infection." kata dokter tua itu.
 "Ha? Just wait and see? Apa dia nggak liat anakku dying begitu?" batinku meradang. Ya…ya…aku tahu sih masih sulit untuk menentukan diagnosa pada kasus demam tiga hari tanpa ada gejala lain. Tapi masak sih nggak diapa-apain. Dikasih obat juga enggak! Huh! Dokter Belanda memang keterlaluan! Aku betul-betul menahan kesal.
 "Obat penurun panas Dok?" tanyaku lagi.
 "Actually that is not necessary if the fever below 40 C."
 Waks! Nggak perlu dikasih obat panas? Kalau anakku kenapa-kenapa memangnya dia mau nanggung? Kesalku kian membuncah.
 Tapi aku tak ingin ngeyel soal obat penurun panas. Sebetulnya di rumah aku sudah memberi Malik obat penurun panas, tapi aku ingin dokter itu memberi obat jenis lain. Sudah lama kudengar bahwa dokter disini pelit obat. Karena itu aku membawa setumpuk obat-obatan dari Indonesia, termasuk obat penurun panas.

Dua hari kemudian, demam Malik tak kunjung turun dan frekuensi muntahnya juga bertambah. Aku segera kembali ke dokter. Tapi si dokter tetap menyuruhku wait and see. Pemeriksaan laboratorium baru akan dilakukan bila panas anakku menetap hingga hari ke tujuh.
 "Anakku ini suka muntah-muntah juga Dok," kataku.
 Lalu si dokter menekan-nekan perut anakku. "Apakah dia sudah minum suatu obat?"
 Aku mengangguk. "Ibuprofen syrup Dok," jawabku.
 Eh tak tahunya mendengar jawabanku, si dokter malah ngomel-ngomel,"Kenapa kamu kasih syrup Ibuprofen? Pantas saja dia muntah-muntah. Ibuprofen itu sebaiknya tidak diberikan untuk anak-anak, karena efeknya bisa mengiritasi lambung. Untuk anak-anak lebih baik beri paracetamol saja."
 Huuh! Walaupun dokter itu mengomel sambil tersenyum ramah, tapi aku betul-betul jengkel dibuatnya. Jelek-jelek begini gue lulusan fakultas kedokteran tau! Nah kalau buat anak nggak baik kenapa di Indonesia obat itu bertebaran! Batinku meradang.
 Untungnya aku masih bisa menahan diri. Tapi setibanya dirumah, suamiku langsung menjadi korban kekesalanku."Lha wong di Indonesia, dosenku aja ngasih obat penurun panas nggak pake diukur suhunya je. Mau 37 keq, 38 apa 39 derajat keq, tiap ke dokter dan bilang anakku sakit panas, penurun panas ya pasti dikasih. Sirup ibuprofen juga dikasih koq ke anak yang panas, bukan cuma parasetamol. Masa dia bilang ibuprofen nggak baik buat anak!" Seperti rentetan peluru, kicauanku bertubi-tubi keluar dari mulutku.
 "Mana Malik nggak dikasih apa-apa pulak, cuma suruh minum parasetamol doang, itu pun kalau suhunya diatas 40 derajat C! Duuh memang keterlaluan Yah dokter Belanda itu!"
 Suamiku menimpali, "Lho, kalau Mama punya alasan, kenapa tadi nggak bilang ke dokternya?"
 Aku menarik napas panjang. "Hmm…tadi aku sudah kadung bete sama si dokter, rasanya ingin buru-buru pulang saja. Tapi…alasannya apa ya?"
 Mendadak aku kebingungan. Aku akui, sewaktu praktek menjadi dokter dulu, aku lebih banyak mencontek apa yang dilakukan senior. Tiga bulan menjadi co-asisten di bagian anak memang membuatku kelimpungan dan belajar banyak hal, tapi hanya secuil-secuil ilmu yang kudapat. Persis seperti orang yang katanya travelling keliling Eropa dalam dua minggu. Menclok sebentar di Paris, lalu dua hari pergi ke Roma. Dua hari di Amsterdam, kemudian tiga hari mengunjungi Vienna. Puas beberapa hari berdiam di Berlin dan Swiss, kemudian waktu habis. Tibalah saatnya pulang lagi ke Indonesia. Tampaknya orang itu sudah keliling Eropa, padahal ia hanya mengunjungi ibukota utama saja. Masih banyak sekali negara dan kota-kota di Eropa yang belum disambanginya. Dan itu lah yang terjadi pada kami, pemuda-pemudi fresh graduate from the oven Fakultas Kedokteran. Malah kadang-kadang apa yang sudah kami pelajari dulu, kasusnya tak pernah kami jumpai dalam praktek sehari-hari. Berharap bisa memberikan resep cespleng seperti dokter-dokter senior, akhirnya kami pun sering mengintip resep ajian senior!

Setelah Malik sembuh, beberapa minggu kemudian, Lala, putri pertamaku ikut-ikutan sakit. Suara Srat..srut..srat srut dari hidungnya bersahut-sahutan. Sesekali wajahnya memerah gelap dan bola matanya seperti mau copot saat batuknya menggila. Kadang hingga bermenit-menit batuknya tak berhenti. Sesak rasanya dadaku setiap kali mendengarnya batuk. Suara uhuk-uhuk itu baru reda jika ia memuntahkan semua isi perut dan kerongkongannya. Duuh Gustiiii…kenapa tidak Kau pindahkan saja rasa sakitnya padaku Nyerii rasanya hatiku melihat rautnya yang seperti itu. Kuberikan obat batuk yang kubawa dari Indonesia pada putriku. Tapi batuknya tak kunjung hilang dan ingusnya masih meler saja. Lima hari kemudian, Lala pun segera kubawa ke huisart. Dan lagi-lagi dokter itu mengecewakan aku.
 "Just drink a lot," katanya ringan.
 Aduuuh Dook! Tapi anakku tuh matanya sampai kayak mata sapi melotot kalau batuk, batinku kesal.
 "Apa nggak perlu dikasih antibiotik Dok?" tanyaku tak puas.
 "This is mostly a viral infection, no need for an antibiotik," jawabnya lagi.
 Ggrh…gregetan deh rasanya. Lalu ngapain dong aku ke dokter, kalo tiap ke dokter pulang nggak pernah dikasih obat. Paling enggak kasih vitamin keq! omelku dalam hati.
"Lalu Dok, buat batuknya gimana Dok? Batuknya tuh betul-betul terus-terusan," kataku ngeyel.
 Dengan santai si dokter pun menjawab,"Ya udah beli aja obat batuk Thyme syrop. Di toko obat juga banyak koq."
 Hmm…lumayan lah… kali ini aku pulang dari dokter bisa membawa obat, walau itu pun harus dengan perjuangan ngeyel setengah mati dan walau ternyata isi obat Thyme itu hanya berisi ekstrak daun thyme dan madu.
 "Kenapa sih negara ini, katanya negara maju, tapi koq dokternya kayak begini." Aku masih saja sering mengomel soal huisart kami kepada suamiku. Saat itu aku memang belum memiliki waktu untuk berintim-intim dengan internet. Jadi yang ada di kepalaku, cara berobat yang betul adalah seperti di Indonesia. Di Indonesia, anak-anakku punya langganan beberapa dokter spesialis anak. Dokter-dokter ini pernah menjadi dosenku ketika aku kuliah. Maklum, walaupun aku lulusan fakultas kedokteran, tapi aku malah tidak pede mengobati anakanakku sendiri. Dan walaupun anak-anakku hanya menderita penyakit sehari-hari yang umum terjadi pada anak seperti demam, batuk pilek, mencret, aku tetap membawa mereka ke dokter anak. Meski baru sehari, dua atau tiga hari mereka sakit, buru-buru mereka kubawa ke dokter. Tak pernah aku pulang tanpa obat. Dan tentu saja obat dewa itu, sang antibiotik, selalu ada dalam kantong plastik obatku.
Tak lama berselang putriku memang sembuh. Tapi sebulan kemudian ia sakit lagi. Batuk pilek putriku kali ini termasuk ringan, tapi hampir dua bulan sekali ia sakit. Dua bulan sekali memang lebih mendingan karena di Indonesia dulu, hampir tiap dua minggu ia sakit. Karena khawatir ada yang tak beres, lagi-lagi aku membawanya ke huisart.
 "Dok anak ini koq sakit batuk pilek melulu ya, kenapa ya Dok."
 Setelah mendengarkan dada putriku dengan stetoskop, melihat tonsilnya, dan lubang hidungnya,huisart-ku menjawab,"Nothing to worry. Just a viral infection."
 Aduuuh Doook… apa nggak ada kata-kata lain selain viral infection seh! Lagilagi aku sebal.
 "Tapi Dok, dia sering banget sakit, hampir tiap sebulan atau dua bulan Dok," aku ngeyel seperti biasa.
 Dokter tua yang sebetulnya baik dan ramah itu tersenyum. "Do you know how many times normally children get sick every year?"
 Aku terdiam. Tak tahu harus menjawab apa. "enam kali," jawabku asal. 
"Twelve time in a year, researcher said," katanya sambil tersenyum lebar. "Sebetulnya kamu tak perlu ke dokter kalau penyakit anakmu tak terlalu berat," sambungnya.
 Glek! Aku cuma bisa menelan ludah. Dijawab dengan data-data ilmiah seperti itu, kali ini aku pulang ke rumah dengan perasaan malu. Hmm…apa aku yang salah? Dimana salahnya? Ah sudahlah…barangkali si dokter benar, barangkali memang aku yang selama ini kurang belajar.
 Setelah aku bisa beradaptasi dengan kehidupan di negara Belanda, aku mulai berinteraksi dengan internet. Suatu saat aku menemukan artikel milik Prof. Iwan Darmansjah, seorang ahli obat-obatan dari Fakultas Kedokteran UI. Bunyinya begini: "Batuk - pilek beserta demam yang terjadi sekali-kali dalam 6 - 12 bulan sebenarnya masih dinilai wajar. Tetapi observasi menunjukkan bahwa kunjungan ke dokter bisa terjadi setiap 2 - 3 minggu selama bertahun-tahun." Wah persis seperti yang dikatakan huisartku, batinku. Dan betul anak-anakku memang sering sekali sakit sewaktu di Indonesia dulu.
 "Bila ini yang terjadi, maka ada dua kemungkinan kesalahkaprahan dalam penanganannya," Lanjut artikel itu. "Pertama, pengobatan yang diberikan selalu mengandung antibiotik. Padahal 95% serangan batuk pilek dengan atau tanpa demam disebabkan oleh virus, dan antibiotik tidak dapat membunuh virus. Di lain pihak, antibiotik malah membunuh kuman baik dalam tubuh, yang berfungsi menjaga keseimbangan dan menghindarkan kuman jahat menyerang tubuh. Ia juga mengurangi imunitas si anak, sehingga daya tahannya menurun. Akibatnya anak jatuh sakit setiap 2 - 3 minggu dan perlu berobat lagi.
 Lingkaran setan ini: sakit –> antibiotik-> imunitas menurun -> sakit lagi, akan membuat si anak diganggu panas-batuk-pilek sepanjang tahun, selama bertahun-tahun."
 Hwaaaa! Rupanya ini lah yang selama ini terjadi pada anakku. Duuh…duuh..kemana saja aku selama ini sehingga tak menyadari kesalahan yang kubuat sendiri pada anak-anakku. Eh..sebetulnya..bukan salahku dong. Aku kan sudah membawa mereka ke dokter
 spesialis anak. Sekali lagi, mereka itu dosenku lho! Masa sih aku tak percaya kepada mereka. Dan rupanya, setelah di Belanda 'dipaksa' tak lagi pernah mendapat antibiotik untuk penyakit khas anak-anak sehari-hari, sekarang kondisi anak-anakku jauh lebih baik. Disini, mereka jadi jarang sakit, hanya diawal-awal kedatangan saja mereka sakit.
 Kemudian, aku membaca lagi artikel-artikel lain milik prof Iwan Darmansjah. Dan di suatu titik, aku tercenung mengingat kata-kata 'pengobatan rasional'. Lho…bukankah dulu aku juga pernah mendapatkan kuliah tentang apa itu pengobatan rasional. Hey! Lalu kemana perginya ingatan itu? Jadi, apa yang selama ini kulakukan, tidak meneliti baik-baik obat yang kuberikan pada anak-anakku, sedikit-sedikit memberi obat penurun panas, sedikit-sedikit memberi antibiotik, baru sehari atau dua hari anak mengalami sakit ringan seperti, batuk, pilek, demam, mencret, aku sudah panik dan segera membawa anak ke dokter, serta sedikit-sedikit memberi vitamin. Rupanya adalah tindakan yang sama sekali tidak rasional! Hmm... kalau begitu, sistem kesehatan di Belanda adalah sebuah contoh sistem yang menerapkan betul apa itu pengobatan rasional.
 Belakangan aku pun baru mengetahui bahwa ibuprofen memang lebih efektif menurunkan demam pada anak, sehingga di banyak negara termasuk Amerika Serikat, ibuprofen dipakai secara luas untuk anakanak. Tetapi karena resiko efek sampingnya lebih besar, Belgia dan Belanda menetapkan kebijakan lain. Walaupun obat ibuprofen juga tersedia di apotek dan boleh digunakan untuk usia anak diatas 6 bulan, namun di kedua negara ini, parasetamol tetap dinyatakan sebagai obat pilihan pertama pada anak yang mengalami demam. "Duh, untung ya Yah aku nggak bilang ke huisart kita kalo aku ini di Indonesia adalah seorang dokter. Kalo iya malu-maluin banget nggak sih, ketauan begonya hehe," kataku pada suamiku.
 Jadi, bagaimana dengan para orangtua di Indonesia? Aku tak ingin berbicara terlalu jauh soal mereka-mereka yang tinggal di desa atau orang-orang yang terpinggirkan, ceritanya bisa lain. Karena kekurangan dan ketidakmampuan, untuk kasus penyakit anak sehari-hari, orang-orang desa itu malah relatif 'terlindungi' dari paparan obat-obatan yang tak perlu. Sementara kita yang tinggal di kota besar, yang cukup berduit, sudah melek sekolah, internet dan pengetahuan, malah kebanyakan selalu dokter-minded dan gampang dijadikan sasaran oleh perusahaan obat dan media. Batuk pilek sedikit ke dokter, demam sedikit ke dokter, mencret sedikit ke dokter. Kalau pergi ke dokter lalu tak diberi obat, biasanya kita malah ngomel-ngomel, 'memaksa' agar si dokter memberikan obat. Iklan-iklan obat pun bertebaran di media, bahkan tak jarang dokter-dokter 'menjual' obat tertentu melalui media. Padahal mestinya dokter dilarang mengiklankan suatu produk obat.
 Dan bagaimana pula dengan teman-teman sejawatku dan dosen-dosenku yang kerap memberikan antibiotik dan obat-obatan yang tidak perlu pada pasien batuk, pilek, demam, mencret? Malah aku sendiri dulu pun melakukannya karena nyontek senior. Apakah manfaatnya lebih besar dibandingkan resikonya? Tentu saja tidak. Biaya pengobatan membengkak, anak malah gampang sakit dan

terpapar obat yang tak perlu. Belum lagi bahaya besar jelas mengancam seluruh umat manusia: superbug, resitensi antibiotik! Tapi mengapa semua itu terjadi?
 Duuh Tuhan, aku tahu sesungguhnya Engkau tak menyukai sesuatu yang sia-sia dan tak ada manfaatnya. Namun selama ini aku telah alpa. Sebagai orangtua, bahkan aku sendiri yang mengaku lulusan fakultas kedokteran ini, telah terlena dan tak menyadari semuanya. Aku tak akan eling kalau aku tidak menyaksikan sendiri dan tidak tinggal di negeri kompeni ini. Apalagi dengan masyarakat awam, para orangtua baru yang memiliki anak-anak kecil itu. Jadi bagaimana mengurai keruwetan ini seharusnya? Uh! Memikirkannya aku seperti terperosok ke lubang raksasa hitam. Aku tak tahu, sungguh!
 Tapi yang pasti kini aku sadar…telah terjadi kesalahan paradigma pada kebanyakan kita di Indonesia dalam menghadapi anak sakit. Disini aku sering pulang dari dokter tanpa membawa obat. Aku ke dokter biasanya 'hanya' untuk konsultasi, memastikan diagnosa penyakit anakku dan penanganan terbaiknya, serta meyakinkan diriku bahwa anakku baik-baik saja. Tapi di Indonesia, bukankah paradigma yang masih kerap dipegang adalah ke dokter = dapat obat? Sehingga tak jarang dokter malah tidak bisa bertindak rasional karena tuntutan pasien. Aku juga sadar sistem kesehatan di Indonesia memang masih ruwet. Kebijakan obat nasional belum berpihak pada rakyat. Perusahaan obat bebas beraksi‘ tanpa ada peraturan dan hukum yang tegas dari pemerintah. Dokter pun bebas meresepkan obat apa saja tanpa ngeri mendapat sangsi. Intinya, sistem kesehatan yang ada di Indonesia saat ini membuat dokter menjadi sulit untuk bersikap rasional.
 Lalu dimana ujung pangkal salahnya? Ah rasanya percuma mencari-cari ujung pangkal salahnya. Menunjuk siapa yang salah pun tak ada gunanya. Tapi kondisi tersebut jelas tak bisa dibiarkan. Siapa yang harus memulai perubahan? Pemerintah, dokter, petugas kesehatan, perusahaan obat, tentu semua harus berubah. Namun, dalam kondisi seperti ini, mengharapkan perubahan kebijakan pemerintah dalam waktu dekat sungguh seperti pungguk merindukan bulan. Yang pasti, sebagai pasien kita pun tak bisa tinggal diam. Siapa bilang pasien tak punya kekuatan untuk merubah sistem kesehatan? Setidaknya, bila pasien 'bergerak', masalah kesehatan di Indonesia, utamanya kejadian pemakaian obat yang tidak rasional dan kesalahan medis tentu bisa diturunkan.
[ Read More ]

Posted by PONDOK TNUR - - 0 komentar

 Di share dari teman yang ikut di Jakarta.
Panjang tapi sangat menarik buat orang tua agar aware

1.Seminar dibuka dengan layar presentasi yang menayangkan contoh sms anak sekarang, dengan huruf biasa tapi dibuat secara ALAY, tapi dibuat sedemikian rupa, sehingga kami, seluruh orang tua yang ada di ruangan seminar, tidak ada yang bisa membaca sms apakah itu?
Apa maksud sms tsb? Alaaahh...sms alay kan bisa dibaca. meski bikin mata dan otak kerja keras dulu buat tau maksudnya?
NO! Totally, ga ada satupun yang bisa baca sms tsb.
Dan, Taaaraa.....ternyata selain dengan huruf alay, sms tsb, dibacanya harus dengan posisi HP terbalik (bagian atas HP menjadi bagian bawah)! Can u imagine thattt????
DAN isinya adalah:" Hi, sayang, aku kangen nih. Udah lama kita GA ML, Yuk, mumpung bonyok lagi pergi, yuk kita ketemuan...dsb ." (sori saya agak lupa persisnya namun isinya kurang lebih spt itu - ML= Making Love=berhub SEX)
Seisi ruangan seminar lgs heboh.Note dr pembicara: SMS sayang2an anak sekarang udah bukan i love u/I miss u, tapi udah soal LAMA GA ML...
Demmm...Ihikksss dari awal seminar, mata saya udah melotot lebaarr!

2.Anak2 kita hidup di era digital. Banyak media elektronik & cetak yang diakses anak, banyak yang mengandung unsur pornografi: Games, Internet, HP, TV, VCD, Komik, Majalah dll

3. Yang pertama dibahas adalah GAMES. Games diabad 21, berdasar penelitian, gambar lebih realistis, pemain bisa memilih karakter apa saja, yang tidak ada di dunia nyata, ketrampilan lebih kompleks dan kecekatan yg lebih tinggi---> Kepuasan dan kecanduan lebih besar.

4. Jenis Games lebih beraneka macam: Aksi, adventure, strategi, Role playing.
Note dari pembicara:SUPER HATI2 dengan GAMES anak-anak anda!
a. Ada games yang bergenre awal action, isinya adalah tembak2an dsb, namun ternyata jika, anak kita udah sampai level akhir, bonus di akhir levelnya adalah ML dengan pelacur jalanan...?????
b. Ada games yang berjenis role playing, dan naudzubillahimindzalik, ceritanya adalah tentang bagaimana “memperkosa paling asyik???????Jadi tinggal pilih cerita yang melatarbelakangi , kemudian tinggal pilih perempuan model apa yg mau “dipilih”, modelnya ga pake baju sama sekali, dan tinggal pilih bagian tubuh mana yang mau dipegang pertama kali dst. Cursor berbentuk tangan, yg digerakkan oleh anak2-anak kitaa....------> Seisi ruangan seminar lgs heboh lagiii....Gumaman Astagfirrullah bertebarann di ruangan....:(

5. Pikir baik2 jika anda ingin membelikan games atau anak anak anda beli games sendiri/ meminjam games dari teman! Dan hati-hati , jika didepan sekolah anak2 ada warnet! Jenis Games yang ada, murah dan gampang didapat, jenisnya sudah diluar perkiraan kita, orang tua!Note: suami saya, yg orang IT dan doyan maen games pun, terkejut bukan kepalang, pas tau soal jenis games ini!!:(

6. Internet. Situs Porno bertebaran di dunia maya. Dan, jangan salah, pembuatnya juga anak-anak kita juga!
Bahkann...Untuk mendapatkan uang, mereka menjual video sex mereka sendiri!--> Pas seminar kami ditunjukkan ribuan video sex yg gampang diperoleh lewat internet.
Note dari pembicara:
a. Siapa bilang ML harus telanjang dan harus di tempat tidur/hotel ? -->> kami ditunjukkan sekilas video ABG berseragam SMP, sedang ML ditangga dan berpakaian lengkap!
b. Hamil?siapa takkut!--> Bisa Aborsi !

7. HP.Hoho...Video2 sex tersebar melalui HP. Kapasitas HP yang besar, memungkinkan sang pemilik memiliki file2 berukuran besar seperti video dan gambar porno.
Anak anda CLEAN?-->Bisa jadi dia dapat kiriman gambar/video dari temennya!
Kasus : (yg pernah ditangani Ibu Elly) Ada seorang Ibu, yg datang ke beliau, shock karena menemukan gambar Vagina-seseorang di BBnya, yg ternyata setelah ditelusuri adalah kepunyaan temen sekolah (wanita) anaknya yang lelaki (yang suka minjem BB beliau!)...:(

8. Televisi. Program TV yang masih pantas diikuti, bisa dihitung dengan 1 tangan.
Lainnya adalah program pembodohan, hantu, kekerasan dan pornografi.
Sinetron, telenovela, sinetron2 Jepang/korea , film dsb.
Jangan salah, Iklan pun juga menyesatkan.Ayoo jangan anggap enteng sinteron/filim2 korea/jepang!Lama2 anak anda terbrainwash, terbiasa dengan kekerasan, sex bebas!

9. KOMIK. Ya, komik memang bergambar kartun. Tapi soal cerita, ga kalah dengan novel porno lainnya. Bahkan lebih mengerikan karena didukung dengan gambar. Gambar sampul depan, mungkin tidak menyiratkan 1 kepornoan pun, tapi didalamnya, kita orang tua harus tau bahwa ceritanya ujung2nya tentang sex bebas.
Notes: Dari, survey yang telah dilakukan pembicara, salah satu judul games, komik, dvd yang masuk dalam kategori “BaHAYA” adalah NAR***...semuanya yg berbau NAR***, hati2!! WATCH OUT!!!!

APA TUJUANNYA? APA YANG MEREKA INGINKAN TERHADAP ANAK-ANAK KITA

1.Yang mereka inginkan, anak dan remaja kita memiliki MENTAL MODEL PORNO = perpustakaan porno, yang bisa diakses kapan saja dan dimana saja.

2.Kerusakan otak permanen ---> yang hasil akhir yang diinginkan adalah-->INCEST!!!

3.Sasaran tembak utama: Anak2 kita yg belum baligh. Jika sudah mengalami 33-36 ejakulasi--> pecandu pornografi -->PASAR MASA DEPAN!!!

Proses Kecanduan & Akibatnya.

1. Didalam otak ada bagian yang disebut PRE FRONTAL CORTEX (PFC). PFC, tempat dibuatnya moral, nilai2, bertanggung jawab untuk: perencanaan masa depan, organisasi, pengaturan emosi, control diri, konsekuensi, pengambilan keputusan. PFC--> Matang diusia 25 thn.

2. Sekali anak mencoba “kenikmatan” semu-->Dopamin ( ket: suatu hormon yang dihasilkan oleh hipotalamus) diproduksi --> Anak merasa senang--> Kemudian timbul rasa bersalah.

3. Saat anak merasa senang tsb (kebanjiran Dopamin), maka yang akan terganggu adalah: Analisa, penilaian, pemahaman, pengambilan keputusan, Makna hubungan, Hati Nurani---> Spiritualitas /Iman akan terkikis--> ANAK TUMBANG--> Mental Model Porno--->INCEST!!!!

4. Bagian otak yang rusak karena Narkoba: 3 bagian saja, tapi oleh Pornografi/SEX: 5 bagian otak yang rusak!

5. Industri yang terlibat Pornografi: Entertainment, Pornografi, Perfilman, Majalah Porno, Musik, Jaringan TV Kabel, Pembuat dan pemasar Video Games dll

SIAPKAH KITA SEBAGAI ORTU?

1. Kesalahan Budaya.Yang mengasuh anak: IBU!! Ayah mencari Nafkah, bila perlu baru lapor Ayah!! SALAH BESAR!---> REVOLUSI PENGASUHAN!! ............ (Nyambung dengan artikel pak Gendi, Where’s All The Father Gone?KemanaPara Ayah?...Indonesia , A Fatherless Country???) Lihat fenomena Anak2 Jack Mania?--> Kemana AYAHmu nakkk?Kemana ibumu naak????Note: Bukan main saya bersyukurnya saya, pas bagian ini. Syukur Alhamdullillah, saya berhasil "memaksa" suami saya untuk ikut seminar ini.

2. Kelalaian kita sebagai ortu:

Orang Tua Kurang:

1. Mempunyai waktu dengan anak.Are u a weekend parent? Anak di ikutkan les sana-sini. Pertanyaan orang tua ke anak hanya tentang les mu gimana nak? Nilaimu berapa nak? Kamu ga bolos kan?Kamu biasa ngerjain ujian kan hari ini?---> Anak2 menjadi anak yg BLASTED (Boring-->Lazzy--> Stress!)

2. Mengajarkan agama & penerapannya?
---> Eksport! Merasa cukup menyekolahkan anak2 di sekolah berbasis agama. Anak disuruh les ngaji/agama. Penerapan? NOL BESAR!!!.... Menyuruh anak sholat tepat waktu, ortu? Bolong2 sholatnya? Ortu berbaju tertutup, anaknya maen ke mall hanya memakai rok mini/tanktop? Anak disuruh les ngaji? Ortunya ngaji aja ga bisa!!!! dsb..dsbb..

3. Target pengasuhan:UMUM, kurang teguh pada prinsip---> hanyut dalam TREND. Temen anak di sekolah pada punya IPOD, Anak buru2 dibelikan---> malu dibilang ga trendy? Malu anak punyanya HP jadul yg cuma bisa sms/telp?--> dibelikan BB palg mutakhir...

4. Tanggap Teknologi & Gagap Teknologi (Gaptek)Ortu bisanya memfasilitasi, tapi nol besar dengan pengetahuan mengenai perangkat yg dibelikan buat anak-anaknya. Buktinya: baca sms alay aja ga bisa!...gimana mo ngawasin anak?
Note dr pembicara: Jadi orangtua, harus "GAUL" dan PINTER !!! siapa biang jadi orangtua itu gampang?

5. Memberikan anak perangkat teknologi, tidak tahu akibat negatifnya, tanpa penjelasan dan tanpa persyaratan.Note dr pembicara:Orang Tua sekarang adalah Generasi ORTU yang ABAI...Generasi ORTU PINGSAN!! Yang penting anak sekolah,les, diam di rumah didepan Komputer, Games, HP, Televisi ---> Yakin, Anak anda AMAN????

6. Berkomunikasi yang baik dan benar : tidak memahami perasaan anak & remaja.

TIPSMembuat Anak Tangguh di Era Digital:

1. Hadirkan Allah/Tuhan didalam diri anak. Ajarkan untuk selalu ingat Allah, taat kepadaNYA dari kecil. Hindari: Jangan sampai kamu hamil ya, Bikin malu keluarga! Bapak / Ibu malu!!!---> Salah Besar. Ajarkan bahwa, dimanapun dia berada, Allah tau apa yang dia perbuat!

2. Perbaiki pola pengasuhan/parenting. Libatkan kedua-belah pihak. Jangan jadi ortu yang abai bin pin

3. Validasi anak : penerimaan, pengakuan dan Pujian Jangan jadikan anak anda, anak yang BLASTED! Boringg --> Lazzy --> Stressed!!

4. Mandiri & Bertanggung jawab kepada ALLAH, diri sendiri, keluarga & masyarakat.

5. Memberikan fasilitas pada anak harus dengan landasan dan persyaratan agama yang jelas

6. Mempunyai MODEL yang baik dan benarKOMIK
•Cek bacaan anak
• Baca dulu sebelum membeli
• Secara Berkala periksa meja belajar/lemari/kolong tempat tidur . Notes: JANGAN SAMPAI KETAHUAN ANAK!!
• Kenalkan anak pada berbagai jenis bacaan
• Diskusikan bacaan dengan anakGAMES
• Perhatikan letak computer/media video games di rumah
• Perhatikan jarak antara mata anak/ruang cukup pencahayaan , layar tidak terlalu terang
• Pilihkan meja & kursi yang ergonomis
• Buat kesepakatan dengan anak tentang:o Berapa dalam semingguo Kapan waktu yang tepato Games apa yg boleh dimainkano Sanksi apa yang diberlakukan , jika melanggar
• Dampingi anak dalam membeli games dan cek selalu rating Games dalam kemasan games.
Banyak video games ber-rating AO (Adult Only) atau M (mature) yang dibajak dengan rating ESRB (Entertainment Software Rating Board, sebuah lembaga pemberi rating untuk games hiburan) diubah menjadi Teen, seperti GTA San Andreas, Mass Effect, Gta IV dsb.
Notes:Marak video game kekerasan yang menampilkan secara gamblang adegan seksual di tengah-tengah video gamenya seperti GTA: San Andreas dan Mass Effect. GTA: San Andreas mendapatkan kecaman keras dari banyak kalangan dunia seperti Jack Thompson dan Hillary Clinton, sehingga memaksa produsennya mengganti rating ESRBnya menjadi AO (awalnya M (Mature)). Hal ini mengakibatkan profitnya turun hingga $28.8 juta.Pada tanggal 20 Oktober 2003, Aaron Hamel dan Kimberly Bede menjadi korban penembakan yang dilakukan oleh 2 remaja, William dan Josh Buckner, karena keduanya terinspirasi setelah memainkan GTA:III. Akibat kejadian tersebut Aaron meninggal dunia, sedangkan Kimberley mengalami luka parah.TV
• Atur jam menonton TVo No TV dibawah 2 thuno 5-7 tahun paling lama menonton TV: 2 jam/hari
• Kenalkan dan diskusikan ttg program TV yang baik dan buruk
• Perhatikan jarak menontonINTERNET
• Perhatikan letak computer : tidak menghadap dinding
• Lakukan filterisasi terhadap situs porno (pasang alat pemblokir situs porno)
• Buat Kesepakatan tentang waktu bermain internet
• Secara berkala, cek situs apa saja yang telah dibuka anak di computer

IKHTIAR TERAKHIR

1. Perbanyak mendengarkan perasaan. GUNAKAN 2 TELINGA lebih sering daripada satu MULUT
2. Orang tua harus TTS = TEGAS, TEGAR, SABAR
3. Meningkatkan diri dengan berbagai macam pengetahuan (Seminar, pelatihan, buku parenting dan agama)
4. Setelah semua upaya ---> DOA
Jujur, pas pada saat mengikuti seminar tsb, beberapa kali, saya menitik-kan airmata - mbrebes mili. Betapa saya merinding hebat dan pengen segera pulang memeluk anak-anak saya..Semoga saya bukan salah satu orangtua yg pingsan ituu... Semoga anak2 saya (kita), menjadi anak2 yang sholeh dan selalu dilindungi oleh Yang Maha Kuasa.
Ini saya copas dari milis SSR Syariah....
maaf jika tidak berkenan, mudah2an bisa jadi pembelajaran
Hasil Seminar tanggal 30 Oktober 2010 di kemang village, Jakarta
By Elly Risman, M.Psi (Yayasan Buah Hati)
 
[ Read More ]

Posted by PONDOK TNUR - - 0 komentar

Peta persaingan bisnis susu formula
Perputaran duit di bisnis susu formula mencapai Rp 6 triliun setahun. Sepertiganya milik kelas premium dan sisanya kelas biasa. Di kelas premium persaingan sangat ketat. Di kelas biasa, Nestle masih menjadi raja.
Sigit Rahardjo, Fifi Yulianti
Kalau sudah ngomong susu, yang terdengar adalah keluhan-keluhan bernada dalam. Apalagi di kalangan ibu-ibu yang mempunyai bayi: betapa kian mahal harga susu, kian tak terbeli. Tapi, berbagai keluhan itu rupanya tenggelam dalam keriuhan bisnis besar yang amat menggiurkan. Tak usah bicara soal kebutuhan susu semua usia. Susu untuk di bawah lima tahun saja, ceruk pasarnya demikian besar. Hitungan kasarnya, berdasarkan sensus tahun 2000 lalu, jumlah balita di Indonesia mencapai 20 juta lebih. Katakanlah, 10%-nya setiap hari harus minum susu. Setiap anak membutuhkan 0,6 liter sampai 1 liter susu setiap hari. Tentu jumlah susu yang dibutuhkan sangat besar.
Jadi, tak heranlah bila para produsen susu menjadi begitu gemuk-gemuk. Pertumbuhan pasar susu setiap tahunnya mencapai 20% sampai 35%. Bertumbuhnya susu ini tentu membuat produsen makin antusias.
Pemain asing seperti Mead Johnson pun menyambar peluang emas ini. Sejak 2001 silam, produsen susu asal Amerika ini membuka kantor operasional langsung di Jakarta. PT Mead Johnson Indonesia itu bukan sekadar kantor keagenan. Demikian juga dengan raksasa susu dunia lainnya seperti Abbott, Wyett, juga Nutricia. Pemain lain, seperti Friesche Flag, Nestle, atau Sari Husada, meski tidak kuat di susu premium atau superpremium, namun mereka lebih besar penjualannya di susu kelas bawah.
Mereka saling berlomba menyusun strategi pemasaran yang paling jitu. Di antaranya dengan membuat susu yang paling lengkap kandungan gizinya. Mulai dari yang mengandung AA, DHA, EPA, atau yang terbaru: EyQ. Semua tambahan kandungan itu jelas mempengaruhi harga pula. Untuk susu formula ukuran 400 gram, rentang harganya mulai dari Rp 20.000-an untuk kelas bawah. Di kelas atas, harganya antara Rp 40.000 hingga Rp 70.000 sekaleng kecil itu. ”Di kelas atas kita membaginya lagi menjadi premium dan superpremium,” papar Cecep Fathoni, Business Unit Manager Nutricia Indonesia Sejahtera.
Lebih banyak bermain di susu pertumbuhan
Dalam perkembangannya, menurut Ruby Hermanto, Marketing Head Pediatric Nutricion Division PT Abbott Indonesia, di bisnis susu ini makin banyak pengelompokannya. Ini dimulai dari starter formula untuk usia 0 sampai 6 bulan, follow on formula untuk usia 6 bulan sampai 12 bulan, lantas growing up milk, untuk usia di atas setahun dan di bawah lima tahun.
Ruby mengakui tak gampang berjualan susu. Untuk susu formula usia nol sampai setahun pemerintah melarang untuk beriklan. Karena itu, produsen pun enggan bermain susu untuk kelompok usia ini. Apalagi, ”Pertumbuhan di kelas starter ini sudah stagnan. Kami cenderung bermain di kelas growing up,” timpal Cecep.
Toh, dalam setahun angka penjualan susu formula ini menunjukkan angka yang luar biasa. Ruby mengutip data yang dikeluarkan AC Nielsen. Setidaknya Rp 6 triliun dihasilkan dari penjualan susu, baik itu untuk kelas bawah, premium, maupun superpremium. ”Sebesar Rp 2 triliun sampai Rp 2,5 triliun itu milik susu formula kelas premium,” tandas Ruby.
Duit sebesar itu dikuasai lima pemain besar. ”Abbott masuk hitungan ini,” ucap Ruby, bangga. Empat pemain lainnya adalah Wyett, Mead Johnson, Nutricia, dan Sang Hyang Perkasa. Namun, Ruby menolak menyebutkan berapa besar produk Abbott yang bisa terserap pasar. ”Kalau itu saya tak bisa menyebutkan,” elaknya.
Nutricia Indonesia bahkan berani menyebutkan, di kelas premium dan superpremium itu, mereka bisa menguasai penjualan hingga 11%. Saingan terdekatnya adalah Wyett dan Mead Johnson. ”Karena mereka ini lebih dulu bermain di kelas premium dan superpremium,” tukas Cecep.
Bisa dikatakan persaingan di susu formula premium dan superpremium ini sangat ketat. Untuk kelas premium, produk Nutricia seperti Bebelac bersaing dengan S 26 Reguler milik Wyeth, Enfamil Reguler milik Mead Johnson, Morinaga BMT milik Sang Hyang Perkasa, dan Vitalac milik Sari Husada, juga dengan Pediasure milik Abbott.
Begitu halnya di kelas superpremium. Nutricia mempunyai unggulan Nutricia Royal, Wyett mempunyai S 26 Gold, Mead Johnson tampil dengan susu premium merek Enfamil Plus. Lantas, Sang Hyang Perkasa dengan produknya Morinaga Platinum, dan Abbott punya merek Pediasure Gains and Advance EyQ. Pemain lain di pasar ini adalah Nestle dengan merek Nan, namun tak begitu besar penetrasinya di pasar.
Pasar susu kelas bawah lebih besar
Adapun sisanya yang sebesar Rp 3,5 triliun dinikmati susu formula kelas bawah. Di kelas susu biasa ini, tak bisa dipungkiri, Nestle masih merajai. Diperkirakan dari kue sebesar itu, Nestle mempunyai angka penjualan mencapai hampir 50%. Sisanya, tentunya dibagi de-ngan pemain lain seperti Sari Husada atau Friesche Flag, produsen susu Bendera.
Namun, seperti halnya Abbott, Nestle pun enggan mengungkapkan berapa angka penjualannya di Indonesia. ”Kami tidak bisa menyebutkan angka volume susu bayi yang didistribusikan,” ujar Brata T. Hardjosubroto, Head of Public Relations PT Nestle Indonesia. Namun, Brata mengakui, kontribusi penjualan susu di Indonesia cukup lumayan untuk menggembungkan kas Nestle.
Susu formula milik Nestle yang tergolong kelas menengah ini adalah Lactogen. Untuk berat 800 gram harganya sekitar Rp 40 .000. Adapun Nan harganya Rp 50.000 untuk 400 gram. Isi kandungannya hampir sama. Bedanya, Nan mengandung asam linoleat dan asam linolenat yang jika dicerna bayi akan menghasilkan AA dan DHA. Akan halnya Lactogen, mengandung AA dan DHA langsung.
Yang terbuka justru PT Sari Husada. Produsen susu anak SGM, Lactamil, dan Vitalac ini dalam setahun bisa memproduksi susu sebanyak 41.500 ton. Dari jumlah itu, ”Untuk keperluan produk sendiri sebanyak 80%,” ujar Rachmat Suhappy, Direktur Produksi PT Sari Husada Tbk.
Angka penjualannya pun terus meningkat. Pada 2003 lalu, angka penjualannya mencapai Rp 1,1 triliun, meningkat dari Rp 1,02 triliun tahun sebelumnya. Adapun laba bersihnya mencapai Rp 220,6 miliar.
Jadi, sepanjang tahun 2003 pertumbuhan volume bertambah sebesar 16%. ”Laba bersih bertumbuh sebesar 24,4%,” tutur Jenny Go, Direktur Marketing Sari Husada.
Nah, betapa besar untung berbisnis susu ini.
Bisnis memang tak Kenal Saudara
Sudah banyak yang tahu, 80% saham PT Sari Husada Tbk dimiliki Nutricia International BV. Perusahaan multinasional asal Negeri Kincir Angin ini juga pemilik PT Nutricia Indonesia Sejahtera (NIS). Uniknya, mereka bersaing untuk produk susu formula balita kelas tengah.
Produk Sari Husada seperti Vitalac adalah sekelas dengan Bebelac milik NIS. Semula keduanya memang rukun-rukun saja. Bahkan saling berbagi pasar. Namun, sejak awal 2004, kongsi ini pecah. Sari Husada pun tak malu lagi membikin produk yang bersaing dengan saudaranya itu. Tengok saja, Vitalac 1, 2, dan 3, SGM 1,2 ,3, dan 4, serta Vitalac LF (Lactosa Free) itu berimpit ketat dengan produk NIS seperti Bebelac 1, 2, dan 3.
(sumber:http://keluargasehat.wordpress.com/2008/03/18/lima-besar-susu-mahal/)
[ Read More ]

Posted by PONDOK TNUR - - 18 komentar


BAYI YANG MENYUSU ASI:
Usia 0-6 Bulan:

Frekuensi BAB normal:
Sehari 1-7 kali atau bahkan hanya 1-2 hari sekali. Dengan catatan berat badan bayi terus bertambah sesuai grafik normal yang tertera pada Kartu Menuju Sehat/KMS. Jika yang terjadi sebaliknya, si kecil harus menjalani pemeriksaan dokter.
Frekuensi BAB tidak normal:
* Setelah 2 hari tidak BAB atau BAB tiga hari 1 kali. Kondisi ini perlu dikonsultasikan pada dokter. Biasanya dokter akan melihat kondisi perut bayi, kembung atau tidak, keadaan feses, berat badan, dan tumbuh kembang bayi. Beberapa kemungkinan penyebab bayi jarang BAB adalah:
* Faktor makanan ibu. Misal, ibu menyusui sedang mengonsumsi obat-obatan/jamu. Akibatnya bayi yang memperoleh asupan makanan dari ASI ibu ikut "merasakan" dampak obat itu. Asal tahu saja, beberapa obat/jamu bisa membuat gerak/kerja usus menjadi lambat. Kondisi ini yang pada akhirnya membuat bayi mengalami sembelit.
* Masalah pada sistem pencernaan bayi. Misal, ususnya tersumbat atau melintir.
* Lebih dari 7 kali sehari. Frekuensi BAB yang lebih sering dari biasanya dapat disebabkan faktor makanan ibu. Contoh, ibu menyusui yang mengonsumi makanan pedas atau makan yang mengandung serat tinggi dapat membuat bayinya jadi lebih sering pup.

BAYI YANG TIDAK MENYUSU ASI
Usia Usia 0-6 bulan

Frekuensi BAB yang normal:
Sekitar 3-4 kali sehari sampai hanya 1-2 hari sekali. Kenapa frekuensi BAB-nya lebih jarang dari bayi yang menyusu ASI? ASI
seperti diketahui sangat mudah dicerna oleh bayi. Namun tidak begitu dengan susu formula yang lebih sulit dicerna dan diserap oleh sistem pencernaan bayi. Inilah yang menyebabkan kenapa
bayi yang menyusu ASI jarang mengalami kegemukan, sementara "bayi susu formula" kerap kelebihan berat badan.
Frekuensi BAB yang tidak normal:
Bila feses bayi encer dan frekuensinya lebih dari 10 kali per hari disertai penurunan berat badan.

Usia 6 bulan ke atas

Frekuensi BAB normal:
Biasanya 3-4 kali sehari atau 2 hari sekali. Setelah anak menginjak 4 tahun, frekuensi BAB-nya sudah seperti orangtuanya, yakni satu sampai dua kali sehari.
Frekuensi BAB tidak normal:
* Lebih dari 4 kali sehari disertai gejala-gejala lain. Misalnya, bayi BAB sampai 6 kali sehari. Ini bisa dijadikan alarm bagi orangtua bahwa kondisi si kecil sedang tidak sehat. Coba perhatikan apakah bayi juga rewel atau gelisah? Jika ya, kemungkinan ada sesuatu yang tidak beres pada pencernaannya. Untuk menelusuri penyebabnya, ingat-ingat apa menu makanannya hari itu hingga 2 hari sebelumnya; apakah terlalu banyak serat? Terlalu banyak diberi buah/sayuran mungkin. Bayi yang terlalu banyak mengonsumsi serat berpotensi untuk lebih sering BAB dan akhirnya menjadi kurus. Sebab apa yang dikonsumsinya lebih banyak yang dikeluarkan ketimbang yang diserap.
Dua kali dalam kurun waktu tujuh hari atau kurang. Kemungkinan bayi mengalami konstipasi/sembelit atau pemampatan feses di usus besar. Hati-hati, jika feses yang keras membuat anusnya luka dan si kecil mengalami trauma sehingga enggan untuk buang air besar yang berikutnya.

Penyebab konstipasi:
* Bisa jadi bayi terlalu banyak minum susu dan kurang mendapat makanan padat serta kurang minum air putih.
* Kurang serat/kurang mengonsumsi sayuran atau buah-buahan.
Cara mengatasinya, penyebab pertama bisa diatasi dengan mengurangi asupan susu formula pada bayi dan menggantikannnya dengan memperbanyak asupan makanan padat sesuai usianya. Sementara yang kedua, tentu bayi harus lebih banyak diberi makan buah-buahan, sayuran, dan tak lupa banyak minum air putih. Bila kondisi ini tidak mengalami perbaikan, amat bijak bila si kecil diperiksakan ke dokter.

Kegiatan buang air besar pada bayi
kadang membuat khawatir orang tua. Warna, bentuk dan polanya yang berbeda
dengan orang dewasa inilah yang kerap menimbulkan kecemasan.
Feces bayi ASI:










Feces bayi yang minum (ASI dan susu formula) dan bayi yang sudah mendapat MPASI:

Pertama kali bayi BAB setelah lahir, fecesnya akan berwarna hhitam kehijauan, pekat dan lengket. Feces ini dikenal dengan nama meconium. BAB pertama dalam 24 jam penting artinya, karena menjadi indikasi
apakah pencernaannya normal atau tidak.

Warna Feces
1. Kuning
feses berwarna kuning cerah dan cemerlang diindikasikan sebagai feses yang normal. Warna feses kuning normal ini dimiliki oleh bayi yang mendapatkan ASI secara eksklusif. Feses ini biasanya disebut dengan golden feces.
Warna kuning timbul dari proses pencernaan lemak yang dibantu oleh
cairan empedu. Cairan empedu dibuat di dalam hati dan disimpan beberapa
waktu di dalam kandung empedu sampai saatnya dikeluarkan. Bila di dalam usus
terdapat lemak yang berasal dari makanan, kandung empedu akan berkontraksi
(mengecilkan ukurannya) untuk memeras cairannya keluar. Cairan empedu ini
akan memecah lemak menjadi zat yang dapat diserap usus.
warna feses bayi dengan susu formula atau ASI tapi dicampur dengan susu formula maka feses bayi cenderung kuning lebih gelap atau kuning tua, agak cokelat, cokelat tua, kuning kecoklatan atau cokelat kehijauan.
2. Hijau
Feses berwarna hijau juga termasuk kategori normal. Meskipun begitu,
warna ini tidak boleh terus-menerus muncul. Ini berarti cara ibu
memberikan ASI-nya belum benar. Yang terisap oleh bayi hanya foremilk saja,
sedangkan hindmilk-nya tidak. Kasus demikian umumnya terjadi kalau produksi
ASI sangat melimpah.
Di dalam payudaranya, ibu memiliki ASI depan (foremilik) dan ASI
belakang (hindmilk). Pada saat bayi menyusu, ia akan selalu mengisap ASI
depan lebih dulu. Bagian ini mempunyai lebih banyak kandungan gula dan laktosa
tapi rendah lemak. Sifatnya yang mudah dan cepat diserap membuat bayi
sering lapar kembali. Sedangkan, ASI belakang (hindmilk) akan terisap kalau
foremilk yang keluar lebih dulu sudah habis. Hindmilk mengandung
banyak lemak. Lemak ini yang membuat tinja menjadi kuning.
JIka bayi hanya mendapat foremilk yang mengandung sedikit
lemak dan banyak gula, kadang-kadang terjadi perubahan pada proses pencernaan
yang akhirnya membuat feses bayi berwarna hijau. Bahkan sering juga dari
situ terbentuk gas yang terlalu banyak (kentut melulu), sehingga bayi
merasa tak nyaman (kolik).
Mestinya yang bagus itu tidak hijau terus, tapi hijau kuning, hijau
dan kuning, bergantian. Ini berarti bayi mendapat ASI yang komplet, dari
foremilk sampai hindmilk supaya kandungan gizinya komplet. ibu
harus mengusahakan agar bayinya mendapat foremilk dan hindmilk sekaligus.
3. Merah
Warna merah pada feses bayi bisa disebabkan adanya tetesan darah yang menyertai. Bentuknya fesesnya pun bisa cair ataupun menggumpal. Selanjutnya dokter yang menangani akan melakukan observasi apakah apakah warna merah tersebut disebabkan darah dari tubuhnya sendiri atau dari ibunya.Jika merah ini terbukti , maka dua-duanya perlu penanganan.
Darah ini sangat jarang berasal dari disentri amuba atau basiler,
karena makanan bayi, karena belum banyak ragamnya dan belum makan makanan yang
kotor. Kalau penyakitnya serius, biasanya bayi juga punya keluhan lain,
seperti perutnya membuncit atau menegang, muntah, demam, rewel dan kesakitan.
4. putih atau agak keabua-abuan
jika feses bayi yang baru lahir berwarna kuning pucat atau putih keabu-abuan maka ibu harus waspada. Baik yang encer ataupun padat. Warna putih
menunjukkan gangguan yang paling riskan. Bisa disebabkan gangguan pada hati atau
penyumbatan saluran empedu.
Bentuk feses

  1. Saat baru lahir, bentuk feses bayi menyerupai aspal lembek. Zat buangan ini berasal dari pencernaan bayi yang dibawa dari kandungan. Setelah itu, feses bayi bisa bergumpal-gumpal seperti jeli, padat, berbiji (seeded) dan bisa juga berupa cairan.
  2. Feses bayi yang diberi ASI eksklusif biasanya tidak berbentuk, bisa seperti pasta/krem, berbiji (seeded), dan bisa juga seperti mencret/cair.
  3. Feses bayi yang diberi susu formula berbentuk padat, bergumpal-gumpal atau agak liat dan merongkol/bulat. Berbeda dengan bayi yang mengkonsumsi ASI, bayi yang mengonsumsi susu formula kadangkala akan mengalami sembelit atau susah buang air besar. Curigai jika bayi yang mengkonsumsi susu formula bentuk fesesnya cair.
Kesulitan mendeteksi normal tidaknya feses akan terjadi bila ibu memberikan
ASI yang diselang-seling susu formula. Misalnya, akan sulit menentukan
apakah feses yang cair/mencret itu berasal dari ASI atau susu
formula.Kalau mencretnya karena minum ASI, ini normal-normal saja karena
sistem pencernaannya memang belum sempurna.
Frekuensi buang air besar (BAB)
Paling penting untuk dipahami adalah bahwa frekuensi BAB pada setiap bayi pasti berbeda-beda. Bahkan, bayi yang sama pun, frekuensi BAB-nya akan berbeda di minggu ini dan minggu depannya.
Umumnya di empat atau
lima minggu pertama, dalam sehari bisa lebih dari lima kali atau enam kali.Asalkan tidak menganggu proses pertumbuhannya, maka ibu tak pelu cemas. Bagi bayi yang mendapatkan ASI ekslusif biasanya bisa tidak BAB hingga seminggu lamanya. Tak perlu cemas, hal ini karena memang tidak ada ampas makanan yang harus dikeluarkan. .Semuanya dapat diserap dengan baik.
Feses yang
keluar setelah itu juga harus tetap normal seperti pasta. Tidak cair yang
disertai banyak lendir, atau berbau busuk dan disertai demam dan penurunan
berat badan bayi. Jadi bukan karena gangguan sembelit.
Tetapi Bayi dengan ASI eksklusif juga dikatakan normal jika BAB sepuluh kali setiap hari.

Tips untuk Orang Tua

Anda tidak perlu takut dengan warna BAB bayi Anda. Warna BAB bayi bisa saja berubah sesuai dengan diaet yang dikonsumsi, matanngnya saluran pencernaan, dan bakteri normal.Jarang sekali perubahan warna bayi sebagai pertanda ada masalah pencernaan. Biasanya perubahan warna feces .Biasanya perubahan warna feces bayi yang baru lahir berkisar antara kuning atau hjau atau coklat atau orange .
Ketika bayi mulai makanan padat (MPASI) , akan terlihat warna yang sesuai dengan apa yang bayi makan, misal makanan berwarna hijau ( bayam, buncis) akan bisa membuat warna feces hijau, makanan warna orange (wortel, labu ) dapat membuat warna feces orange sapai kuning. Orange, kuning, hijau atau coklat adalah warna feces yang normal.

Kapan saat untuk khawatir
  • Jika warna feces putih pucat yang menetap. kemungkinan tidak ada cairan empedu dari hati untuk mencerna makanan.
  • jika warna feces hitam pekat. (kemungkinan ada darah dari saluran pencernaan turun ke usus)I
  • jika warna feces merah seperti darah segar, Biasanya menyatakan darah dari anus, namun bisa juga pengaruh dari obat, beets (umbi manis), dan dari makanan yang berwarna merah. Hal itu akan diketahui melalui test feces.
www.rumahkusorgaku.wordpress.com
[ Read More ]

Posted by PONDOK TNUR - - 0 komentar

Bagi para pecandu teh , disarankan untuk tidak
meminumnya setelah makan. Pasalnya, minum teh setelah makan dapat
menyebabkan hambatan penyerapan zat besi dalam tubuh hingga 80 persen.
Padahal, lanjut Sutaryo, zat besi sangat dibutuhkan dalam upaya
pertumbuhan kualitas tubuh manusia. Hal tersebut disampaikan Prof Dr dr
Sutaryo dalam pidato pengukuhannya sebagai guru besar Fakultas Kedokteran
UGM, kemarin. ''Seharusnya kebiasaan minum teh sesudah makan dihilangkan.
Minumlah teh dua jam sesudah dan sebelum makan,'' himbaunya kata Sutaryo.

Sutaryo menambahkan, persoalan zat besi masih menjadi persoalan serius
bagi Indonesia. Bahkan menurut Sutaryo, kekurangan zat besi telah ikut
menjadi andil besar rendahnya kualitas sumber daya manusia
Indoensia.''Bahkan anemia defisiensi besi (ADEBE), merupakan salah satu
bencana nasional yang tidak pernah kita rasakan,'' katanya.

Menurut Sutaryo, data yang ada sekarang ini menunjukkan ADEBE pada ibu
hamil antara 21-92 persen. Sedangkan pada anak umur 6 bulan-5 tahun dengan
kondisi gizi baik mencapai 38-73 persen dan pada kondisi gizi buruk mencapai
85-100 persen. Buruknya zat besi dalam tubuh manusia Indonesia inilah yang
menjadi salah satu penyebab indeks kualtias hidup manusia Indonesia menurut
UNDP berada pada urutan 111 dari 177 negara di dunia.

Menurut Sutaryo, zat besi menjadi sangat penting dalam kualitas manusia
karena setiap pertumbuhan sel manusia membutuhkan keberadaan zat besi ini.
Zat besi digunakan sebagai profilerasi dan diferensi sel, termasuk sel
syaraf, otot, tulang dan organ lain.''Defisiensi besi meskipun belum muncul
sebagai anemia juga akan mengganggu perkembangan fungsi kognitif,''
tambahnya.

Kekurangan zat besi ini biasanya terjadi pada anak-anak. Dan salah satu
ciri anak yang mengalami kekurangan zat besi ini antara anak akan menjadikan
anak merasa cemas, depresi, gangguan perhatian. Dan pada akhirnya akan
mengganggu prestasi sekolah mereka.
Di dalam teh terdapat zat yang bernama asam galat. Senyawa ini dalam pencernaan akan melapisi dinding usus sementara, sehingga absorbsi makanan tidak terjadi / minimal. Cocok buat yang hobi diet
asam galat itu yang ngambang2 di permukaan atas teh itu, biasanya teh tubruk yang terlihat jelas penampakan asam galatnya.

Ini untuk yang Cara Menyiasati Kafein dalam Teh :
Anda pasti telah tahu manfaat apa saja yang terdapat dalam teh yang baik untuk kesehatan. Tapi perlu Anda tahu teh juga dapat memberi efek samping bagi kesehatan, karena teh memiliki kandungan kafein (theine) sangat tinggi kadarnya. Zat-zat stimulant yang terkandung dalam kafein ini dapat meninggalkan kerak pada dinding usus, sehingga dapat menghambat rantai produksi enzim-enzim dalam pencernaan.

Batas aman untuk sehari mengkonsumsi teh adalah sebanyak 5 cangkir. Jika lebih dari 750 mg akan menyebabkan gangguan dalam proses regenerasi sel.

Cara apa untuk menyiasatinya?
Sekarang Anda telah tahu bahwa tidak semua zat-zat yang terdapat di dalam teh itu bagus untuk keshatan. Untuk itu, kita perlu menyiasati dampak dari kafein tersebut dengan cara :
* Jangan Minum Teh pada saat atau sesudah makan. Sebab zat gizi terkandung dalam makanan akan dinetralisir oleh teh.
* Jangan minum teh pada saat perut Anda kosong, terutama teh fermentasi. sebab kafein akan merangsang produksi asam lambung sehingga membuat perut Anda sakit. Jadi, usahakan isi dahulu perut Anda dengan makanan atau buah-buahan sebelum meminumnya.
* Sebaiknya jangan menggabungkan sayuran yang banyak mengandung mineral dengan meminum teh.
* Jangan minum teh dicampur gula karena akan menetralisir zat-zat berkasiat yang terkandung di dalam teh.
* Untuk wanita hamil dan sedang menyusui, sebaiknya menghindari minum teh, karena kafein dan zat stimulan yang lain bisa merangsang kontraksi rahim dan mengganggu produksi kelenjar ASI.
* Menambahkan lemon dalam cangkir teh, karena memberikan astringent effect atau pelindung bagi pencernaan kita, berkat asam sitrat yang terkandung dalam lemon akan mencegah timbulnya kerak didinding usus.
Tetapi, teh yang berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti camomile, peppermint, lemon blossom tidak mengandung kafein sama sekali. Teh ini dapat dipilih untuk dikonsumsi sehari-hari.

Untuk green tea walaupun mengandung kafein, tetapi juga mengandung beberapa vitamin dan mineral yang baik bagi tubuh.

Jadi apabila anda minum lebih dari 3 gelas teh sehari, harus diketahui, teh apa yang anda minum. Apabila teh yang berasal dari daun teh, maka hati-hati dapat mengandung kafein lebih dari 250 mg dalam 3 gelas nya. Tetapi apabila teh nya berasal dari herbal (dari campuran rempah-rempah dan tumbuh-tumbuhan), maka tidak ada kandungan kafeinnya (atau sedikit sekali).

Jadi kuncinya adalah pilihlah teh yang mengandung kadar kafein sesedikit mungkin atau tidak mengandung kafein sama sekali.
(sumber:kaskus)
[ Read More ]

Posted by PONDOK TNUR - - 0 komentar

Banyak hal yang membuat hubungan menantu dan mertua retak. Dari semua sebab itu, hal yang sifatnya sederhana kerapkali kita sepelekan. Padahal, berangkat dari sinilah konflik itu terkadang muncul.

Dalam buku Kaifa Taksibana Hamataki yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi “Hidup Rukun dengan Ibu Mertua”, Muhammad al-Qadhi merinci beberapa hal yang menyebabkan retaknya hubungan menantu (terutama ibu) sebagai berikut :

Pertama, menikahi wanita yang tidak disetujui orang tua
Dalam banyak hal, seorang pemuda sangat ingin menikah dengan perempuan pilihannya sendiri. Baik perempuan pilihannya itu dari kalangan kerabat dekat bapak, ibu, tetangga, maupun rekan dekatnya.
Namun, dengan berbagai alasan, terkadang sang ibu tidak menyetujui perempuan pilihan anaknya itu. Di antara alasannya ialah terdapat persoalan keluarga yang berlarut – larut jika perempuan tersebut masih termasuk familinya; atau jika termasuk anak tetangga, sang ibu tidak ingin menjadi besan keluarga perempuan itu; atau calonnya itu hanya perempuan sederhana dan biasa – biasa saja, hingga ia dianggap tidak layak menjadi istri bagi anaknya.
Pada waktu yang sama, anaknya merasa bahwa perempuan tersebut serasi dengan dirinya. Karena itu, ia menolak untuk tidak menikahi perempuan itu. Sedangkan ibunya tetap enggan mengubah pandangannya terhadap perempuan tersebut.
Ketika sang istri mengetahui sikap ibu mertuanya yang demikian, hal itu cukuplah berbahaya. Ia merasa bahwa ibu mertua menolaknya sehingga terjadilah konflik antara mereka, saling menolak dan saling melawan. Ujungnya bisa ditebak, berkorbarlah api permusuhan antara keduanya.
Permusuhan tersebut tidak akan pernah bisa reda jika masing – masing pihak tidak mengubah pandangan negatifnya. Perselisihan semakin rentan terjadi saat ibu mertua bersikeras menyangka bahwa pandangannya akurat, dan firasatnya yang lebih tajam. Sementara itu, istri juga bersikukuh menyangka bahwa ibu mertuanya adalah orang yang keras kepala. Ia menganggap, tidak aka nada seorang pun yang sanggup menghadapi sikap ibu mertua yang suka melecehkan dan menghina orang lain, termasuk dirinya. Akhirnya, suami yang terkena batunya, dengan menuai kemalangan.

Kedua, buah hati tak kunjung tiba.

Masalah kesuburan dipandang sebagai masalah yang penting. Hal ini dapat menyebabkan munculnya pertentangan antara istri dan ibu mertua. Ketika istri terlambat memiliki anak beberapa tahun, kerisauan seorang ibu mertua semakin hari semakin bertambah. Hal itu tentunya menyebabkan hubungan antara istri dan ibu mertua agak terganggu. Ia menganggap menantunya tidak bisa memberikan cucu yang dapat mengisi rumah dengan kegembiraan dan keriangan.
Dari situlah, ibu mertua mulai menyebarkan ‘racun’ pada menantunya dan berusaha keras membujuk anaknya agar menceraikan istrinya yang mandul, kemudian menikah dengan perempuan lain. Karena menurut pandangan beliau, masih banyak perempuan lain yang bisa memenuhi kriterianya.
Tentu, sikap ibu mertua yang seperti itu dapat membuat perasaan sang istri hancur dan terluka sehingga ia akan membenci ibu mertuanya karena dianggap tengah mengharapkan kehancuran rumah tangganya dengan berbagai cara. Ibu mertua dianggap tengah memanfaatkan setiap kesempatan untuk mencapai keinginannya.

Ketiga, tinggal seatap dengan keluarga ipar.

Terkadang ada istri yang tinggal serumah bersama keluarga besar suaminya. Di sana, tinggal juga beberapa keluarga ipar. Mereka semua ditugasi untuk mengurus rumah, baik menyediakan makanan maupun merawat rumah. Walaupun hal tersebut sudah jarang terjadi, namun hal itu masih ada dan merupakan salah satu faktor penyebab timbulnya pertentangan antara ibu mertua dan istri.
Masalah tersebut muncul saat ibu mertua melihat sejumlah istri dari ipar berkumpul di hadapannya. Kemudian ia membandingkan mereka semua. Terkadang ada salah satu istri yang berusaha merusak hubungan antara ibu mertua dan menantu yang lain. Dengan begitu, ia bisa menguasai simpati dan cinta ibu mertuanya sendirian.

Keempat, ibu mertua pelit, istri glamor

Model seperti ini sering terjadi. Di satu sisi, istri begitu boros dalam mengeluarkan hartanya, sedangkan di sisi lain ibu mertua sangat pelit. Terkadang, model seperti ini juga terjadi dalam bentuk yang lain. Sebagai contoh, istri begitu berhemat dalam mengeluarkan hartanya, tapi ibu mertuanya sangat pelit. Bahkan, ibu mertua tidak peduli dengan kondisi menantunya sedikitpun.
Demikianlah, orang yang pelit tidak akan pernah merasa peduli dengan kondisi orang – orang di sekitarnya. Sejumlah istri banyak yang mengalami masalah seperti ini. Ibu mertuanya selalu menghitung pengeluaran menantunya dalam segala hal. Misalnya, sang menantu harus memakai pakaian ini, makan makanan ini, membelanjakan harta suaminya untuk ini dan itu, dan sebagainya.
Kelima, istri menyia-nyiakan kewajiban
Terdapat sejumlah masalah yang timbul antara ibu mertua dan istri. Sebenarnya, penyebab masalah tersebut bertumpu pada satu hal, yaitu kelalaian istri. Terkadang, istri mengabaikan tugasnya merawat rumah, memelihara anak-anaknya, bahkan mengabaikan dirinya sendiri sehingga berdampak pada kondisi emosional suami dan membuatnya tidak betah di rumah.
Padahal ibu bisanya sangat terpengaruh dengan keadaan anak-anaknya. Ia akan bahagia seiring kebahagiaan anak – anaknya dan bersedih karena kesedihan mereka.
Banyak istri yang mengeluh tentang buruknya hubungan antara ia dan ibu mertuanya. Ketika diteliti, disimpulkan bahwa yang menjadi penyebab perselisihan ini adalah pihak istri. Ibu mertua berkata “Menantu saya adalah orang yang teledor. Ia tidak bisa memelihara rumah, suami, dan anak – anaknya. Bahkan, ia juga tidak perhatian terhadap dirinya sendiri. Lalu bagaimana mungkin saya bisa menyukainya, sementara anak saya tidak merasa senang dan tenang tanggal di rumahnya.”

Keenam, pikiran dipenuhi cerita bohong

Sebagian orang percaya terhadap ramalan, baik yang berupa kesialan maupun keberuntungan. Mereka membangun hidup mereka di atas kepercayaan terhadap pikiran – pikiran itu. Terkadang, ibu mertua merasa sial dengan menantunya. Akhirnya, perasaan ini mempengaruhi hubungannya dengan sang menantu.
Sebaliknya juga, terjadi sikap tertentu yang berkaitan dengan keberadaan ibu mertua di rumah anaknya sehingga istri merasa selalu sial. Dengan begitu, hubungannya dengan ibu mertua dibangun berdasarkan pengaruh perasaan itu.

Ketujuh, perbedaan lingkungan dari gaya hidup

Setiap lingkungan memiliki adat dan kebiasaan sendiri. Adat dan kebiasaan ini merefleksikan karakter penduduk lingkungan tersebut. Adat kebiasaan itu membuat setiap individu dalam satu kelompok memiliki karakteristik tertentu yang terkadang tidak dimiliki oleh kelompok lainnya.
Contohnya, masyarakat pedesaan terbiasa melakukan hal yang menjadi tuntutan hidup lingkungannya. Hal tersebut seperti mengurus hewan ternak, memerah susu, dan membersihkan kandang-kandang binatang ternak. Pekerjaan tersebut sesuai dengan karakter masyarakat pedesaan.
Ketika seorang penduduk pedesaan tidak mampu melakukan beberapa pekerjaan tadi dengan sempurna, ia akan diremehkan oleh penduduk lainnya. Menurut masyarakat pedesaan, ia akan dianggap sebagai orang yang gagal karena tidak dapat melakukan tugasnya dengan baik.
Sedang menurut masyarakat perkotaan, pekerjaan-pekerjaan tadi bisa jadi dianggap sebagai sesuatu yang hina dan tercela. Hal ini disebabkan pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan karakter dan lingkungan mereka. Oleh karena itu, bila seorang istri dari kota tinggal bersama suaminya di desa, ia tidak bisa melakukan pekerjaan – pekerjaan desa dengan baik. Padahal bagi penduduk desa, pekerjaan tersebut mudah dan ringan untuk dilakukan. Hal itu bukanlah suatu aib bagi istri, melainkan sebuah realitas yang patut dipahami bahwa pengaruh lingkungan sangat berperan dalam pembentukan karakter keluarga. Bahkan, bisa disinyalir bahwa mayoritas persoalan ketegangan hubungan antara istri dan ibu mertua dapat bermula dari perbedaan lingkungan dan gaya hidup tadi.

Delapan, kecantikan istri

Terkadang sebagian orang menganggap aneh perkara ini. Apa hubungan kecantikan perempuan dengan pembahasan ini. Namun, sebenarnya banyak permasalahan antara ibu mertua dan istri yang disebabkan oleh ketidakcantikan istri. Oleh karena itu, ibu mertua tidak senang kepadanya. Ia menganggap bahwa perempuan tersebut tidak layak menikah dengan anaknya. Bahkan, anaknya lebih pantas mendapatkan perempuan yang lebih cantik darinya.
Hal itu tidak akan menjadi masalah kalau sang menantu memiliki karakter yang bagus. Sudah jelek rupa, jelek pula akhlaknya. Mertua pun semakin tidak menyukainya.

Demikian beberapa hal yang bisa meretakkan hubungan antara menantu dan mertua. Karena itu, sebagai lelaki atau perempuan, harap pandai dalam memilah dan memilih calon pasangannya. Bisa menyesuaikan diri dan menyenangkan atau memberi rasa nyaman kedua orang tua. Tentunya, keduanya harus balance, harapan disukai pasangan dan kedua orang tuanya pula.
 (oleh Ummu Zidan Al Fathi pada 17 Maret 2011 jam 20:01)
[ Read More ]

Posted by PONDOK TNUR - - 0 komentar

Dikisahkan, di sudut atap sebuah rumah yang sudah tua, tampak seekor laba-laba yang setiap hari bekerja membuat sarangnya dengan giat dan rajin.

Suatu hari, hujan turun dengan derasnya dan angin bertiup sangat kencang. Rumah tua itu bocor di sana-sini dan sarang laba-laba pun rusak terkena bocoran air serta hempasan angin. Tembok menjadi basah dan licin. Tampak si laba-laba dengan susah payah berusaha merayap naik. Tetapi karena tembok licin, laba-laba pun terjatuh. Ia terus bersusah payah untuk merayap naik, tetapi jatuh dan jatuh lagi. Begitu terus berulang-ulang. Tetapi, laba-laba itu ternyata tetap berusaha merayap naik dengan kegigihan yang luar biasa.

Rumah tua itu dihuni oleh tiga orang kakak beradik yang masih muda usianya. Saat kejadian itu berlangsung, kebetulan mereka bertiga sedang menyaksikan tingkah laku si laba-laba tadi. Dan berikut adalah komentar-komentar mereka:

Si sulung dengan menghela napas berkata: "Nasibku sama dengan laba-laba itu. Meskipun aku telah berusaha dengan susah payah dan terus menerus, tetapi tetap saja hasilnya nol. Sia-sia belaka! Memang beginilah nasibku. Meskipun telah berusaha sekuat apa pun percuma saja. Tidak bisa berubah !”

Pemuda kedua dengan santai berkomentar: "Laba-laba itu bodoh sekali ! Kenapa tidak mencari jalan yang kering dengan memutar kemudian merayap naik ? Aku tidak akan sebodoh dia. Kelak bila ada kesulitan, aku akan mencari jalan pintas. Aku pasti memakai otak mencari akal untuk menghindari kesulitan. Tidak perlu bersusah payah menghadapinya.”

Lain lagi pendapat si bungsu. Melihat kegigihan laba-laba tadi, hatinya sangat tergugah. Beginilah komentarnya: "Laba-laba itu begitu kecil, tetapi memiliki semangat pantang menyerah yang luar biasa ! Dalam hal ketabahan dan keuletan, aku harus belajar dari semangat laba-laba itu. Dengan mencontoh semangat juang seperti itu, suatu hari aku pasti bisa meraih kesuksesan !”

Cerita laba-laba di atas sungguh inspiratif sekali. Sudut pandang yang berbeda dalam melihat sebuah persoalan yang terjadi akan melahirkan penanganan yang berbeda. Dan cara penanganan yang berbeda tentunya akan mendatangkan hasil yang berbeda pula.

Cara pandang sulung memperlihatkan sosok yang tanpa motivasi, tanpa target hidup yang pasti, pasrah, mudah putus asa, dan bergantung pada apa yang disebutnya "nasib”. Inilah perspektif yang paling menghambat langkah seseorang untuk meraih keberhasilan. Jika kita menganut sudut pandang seperti ini, dijamin keberhasilan akan jauh dari jangkauan kita.

Sebaliknya, perspektif pemuda kedua menunjukkan tanda-tanda sebuah pribadi yang oportunis dan sangat pragmatis. Dalam menghadapi setiap persoalan, pilihan yang ditempuhnya adalah menghindari atau lari dari persoalan tersebut. Jika toh harus dihadapinya, maka ditempuhlah jalan-jalan pintas dengan menghalalkan segala cara, asalkan tujuannya tercapai. Bukannya mencari pemecahan dengan kreativitas dan kecerdasan, tetapi lebih menggunakan cara-cara yang tidak benar, mengelabui, curang, melanggar etika, dan mengabaikan hak-hak orang lain. Jika setiap kali menemui rintangan dan kita bersikap demikian. Maka bisa dipastikan mental kita akan menjadi lemah, rapuh, dan besar kemungkinan menjadi manusia "raja tega” yang negatif.

Dan tentu saja, saya setuju dengan pendapat si bungsu.
Kegigihan adalah semangat pantang menyerah yang harus kita miliki untuk mencapai kesuksesan. Setiap persoalan merupakan batu penguji yang harus dipecahkan dan dihadapi dengan penuh keberanian. Kita harus membiasakan diri melihat setiap masalah yang muncul sebagai suatu hal yang wajar dan harus dihadapi, bukan menghindar atau melarikan diri dari masalah.
Sesungguhnya, kualitas kematangan mental seseorang dibangun dari fondasi banyaknya hambatan, masalah, kelemahan, dan problem kesulitan yang mampu diatasi.
Dan jelas sekali, dengan bekal kegigihan, ketabahan, dan usaha yang konsisten, kesuksesan yang kita peroleh pasti berkualitas dan membanggakan, membahagiakan !.
Andri Wongso, Buku Wisdom Success 15
[ Read More ]

Posted by PONDOK TNUR - - 0 komentar

 Telah beredar sebuah obat baru yang bernama "Progesterex" (you may check the internet for the availability) . Obat ini adalah pil kecil yang digunakan untuk mensterilisasi. Obat ini sekarang dipakai oleh para pemerkosa pada perayaan pesta, Pub, Discotique untuk memperkosa dan mensterilisasi korbannya. Progesterex pada dasarnya dijual pada beberapa dokter hewan dan toko binatang, dan digunakan untuk mensterilkan hewan besar. Obat biasanya digunakan bersamaan dengan Rohypnol (Roofies) semacam obat bius pembeliannya harus menggunakan resep dokter (tahu sendiri dinegara yg tercinta" Indonesia , you have money you can buy almost everything). Rohypnol ini semacam effervescent tablet yang cepat larut didalam air. Pelaku hanya tinggal memasukan Rohypnol dan Progesterex kedalam minuman mereka berdua dan Korban tidak akan pernah ingat apa yang telah terjadi pada malam/pagi/siang/ sore itu dan Progesterex akan membuat si wanita TIDAK AKAN HAMIL, sehingga si pemerkosa akan tetap bebas berkeliaran without worry about having apaternity test indentifying him beberapa bulan kemudian. Tetapi yang perlu diperhatikan, EFFECT PROGESTEREX TIDAK SEMENTARA. Progesterex dibuat untuk mensterilkan kuda,jerapah dan binatang besar lainnya. Setiap wanita yang telah meminumnyaTIDAK AKAN PERNAH MENGANDUNG LAGI SEUMUR HIDUPNYA. Jadi BERHATI-HATILAH bila pergi ke PUB atau CAFE atau dimanapun anda berada dan jangan menerima minum dari sembarang pria yang tidak anda kenal dengan baik. Believe it or not, there is even a site on the internet for the drug, telling people how to use it.
Tolong, teruskan mssg ini kepada setiap Perempuan yang anda kenal! Dan yg mempunyai anak gadis!
(sumber:share bunda Metamorphose Yani,Menuju Keluarga Cerdas)
[ Read More ]

Posted by PONDOK TNUR - - 0 komentar


(cerita bersambung <3).Setelah satu minggu liburan sekolah Canda pun usai dan hari senin ini ia harus sekolah lagi dan memenuhi hari-hari selanjutnya dengan berbagai macam mata pelajaran yang selalu menghabiskan istirahatnya , ia tidak bisa tidur siang lagi karena sekolahnya di mulai pada siang hari sampai sore.
     Siang itu Canda meraih dengan cepat sepatu di rak papan itu dan buru-buru memakainya sambil melihat jam tangannya yang telah menunjukkan pukul sebelas padahal sekolah dimulai pukul dua belas sedangkan untuk menuju sekolah ia harus jalan kaki dan naik angkot kira-kira selama satu jam. Canda semakin tidak tenang saat melihat buku LKS Matematika karena tiba-tiba teringat ada tugas yang belum dikerjakannya.
 “Wah, gawat nih”, gumamnya pelan sambil cepat keluar kamar.
     Sesampai di sekolah ia lihat jam tangannya ternyata baru pukul dua belas kurang seperempat menit. Ia cepat-cepat membuka LKS Matematika dan berpikir bagaimana menyelesaikan tugas dengan waktu yang sangat pendek. Tiba-tiba pak Rahmat masuk kelas dengan raut muka yang kurang ramah dan pak Rahmat menyuruh mengumpulkan buku LKS Matematika untuk melihat hasil jawaban tugasnya. Dada Canda berdebar semakin kencang dengan perasaan takut dan bingung harus bagaimana menghadapi situasi saat itu.
Mungkin karena terlalu lama menunggu aksi para murid untuk mengumpulkan buku LKS, tiba-tiba pak Rahmat berdiri dan dengan cepat menghampiri meja murid satu persatu sambil melihat-lihat jawaban tugas LKS matematika itu. Canda semakin bergetar, klimpungan, dan penat menyelubungi setiap raganya. “Braak…” tiba-tiba suara kayu penggaris yang dihentakkan ke meja murid terdengar sangat keras, rupanya pak Rahmat marah saat melihat buku LKS murid yang di meja depan ditemukan tanpa ada jawaban dan pak Rahmat teriak.
“Mana jawaban tugasnya…kenapa masih kosong…kamu tidak mengerjakannya?….”
“Satu minggu sudah bapak tugaskan ini kenapa belum dikerjakan juga…apa yang kamu lakukan di rumah…tidak peduli dengan tugas yang bapak berikan…mau jadi apa kamu…”
“Kalau tidak bisa, belajar bertanya sama teman-teman yang lain..bukannya diam..atau kamu memang benar-benar tidak peduli dengan tugasmu…”
     Kata-kata pak Rahmat memberondong tanpa henti memarahi muridnya dan keadaan ini membuat Canda semakin bergetar hebat. Lalu pak rahmat naik pitam lagi amarahnya saat lihat buku LKS murid yang lain belum selesai menjawab semua tugasnya, ternyata di kelas hampir sebagian muridnya tidak mengerjakan tugasnya dengan berbagai alasan dan  canda termasuk di antaranya.
     Disaat situasi yang krisis yang dirasakan Canda begitu hebatnya tiba-tiba sentuhan tangan teman sebangku di sebelahnya segera menyadarkan ketakutannya dan ia menunjukkan buku LKS Matematika miliknya yang ternyata sudah terisi jawaban yang lengkap. Temannya segera menyuruh canda menyalinnya sambil berbisik.
 “Cepat canda salin jawabannya mumpung pak Rahmat masih di depan!”
     Tanpa berpikir panjang canda pun akhirnya segera menuruti perintah temannya untuk menyontek jawaban tugasnya, dengan terburu-buru Canda menulisnya sambil sesekali melihat gerak pak Rahmat yang berkeliling menuju satu persatu meja murid lain yang semakin mendekat.
     Suara makian pak rahmat masih terdengar diantara langkah-langkahnya dan terkadang terdiam dan menganggukkan kepalanya sebagai tanda mengiyakan bagi muridnya yang telah mengerjakan tugasnya.
     Akhirnya pak Rahmat semakin mendekati meja Canda dan tepat pada saat itu Canda selesai menulis semua jawabannya, lalu pak Rahmat sekilas melihat jawaban tugas di buku LKS-nya dan anggukan kepala pak Rahmat pelan sambil melangkah lagi menuju meja belakang Canda. Lega dan plong juga perasaan Canda setelah masa krisis itu berakhir walau sebenarnya ia malu karena harus menyalin jawaban temannya.
     Sore itu tepat pukul lima sekolah usai, canda pun bergegas pulang dan ingin segera mandi karena cuaca sore itu terasa panas sekali mungkin malam nanti akan turun hujan atau pada sore itu memang awal dari musim kemarau yang akan melanda kota Bandung. Setelah semua kegiatannya selesai dari mulai mandi dan makan, ia pun menyempatkan pergi dulu mampir ke masjid untuk sholat magrib berjamaah dan mengaji Al-quran.
     Setelah sholat isya Canda langsung pulang dan ia langsung melihat jadwal pelajaran buat besok karena ia takut ada tugas mata pelajaran yang belum dikerjakan dan ia tidak ingin kejadian di sekolah tadi terulang lagi dan pastinya tidak mau lagi nyontek dari teman karena sangat memalukan.
     Buku LKS kimia halaman delapan ada tugas lima soal yang sekilas terlihat mudah namun karena belum paham teorinya jadi agak menguras pikiran untuk mengerjakan soal itu. “ Wah soalnya gampang tidak ya, emm saya belum ngerti neh”, Canda bergumam lagi. Meskipun ia tidak yakin dengan kemampuannya ia ingin mencoba memahami dan mengerjakannya sendiri dulu sebelum jalan terakhir di tempuh juga yaitu NYONTEK.
     Canda segera pegang buku LKS Kimia, pensil, dan peralatan lainnya untuk dibawa keluar kamar, ia akan mengerjakan tugasnya di ruang paviliun dan berharap di ruang itu otaknya jadi encer dan bisa mengerjakan tugasnya dengan sempurna. Sesampai di ruangan paviliun ia menyimpan buku dan peralatan lainnya di meja dan langsung mengambil remote tv lalu menyalakan tv buatan negara Jepang itu. Sesekali ia memandangi layar tv itu sambil membaca dan berpikir keras untuk memahami teori kimia yang diperlukan untuk menjawab tugasnya itu, namun sudah satu jam ia belum bisa memahami apalagi mengerjakan soal-soal kimia itu.
     Tiba-tiba sekilas Canda melihat bayangan hitam melintas di depannya, ia terperanjat dan segera mencari bayangan itu apalagi ia hanya sendirian di ruangan itu. Ternyata bayangan itu adalah seorang pria yang kemarin memakai sweater merah. Pria itu semakin mendekat dan akhirnya duduk di seberang kursinya dengan disertai senyuman pria itu memulai pembicaraan.
“ Sendirian saja ya…sedang belajar atau nonton tv?”
“Iya sendirian nih, saya sedang melakukan kedua-duanya belajar sambil nonton tv.”  Jawab Canda tenang dan tiba-tiba ia teringat kwitansi yang dititip bu Husna untuk diberikan pada pria itu.
“Oh iya, kemarin bu Husna nitipin kwitansi pembayaran kost untuk kakak, tunggu sebentar ya, saya ambil dulu dikamar.” Terang Canda sambil berdiri hendak ke kamarnya.
“Oh iya silahkan”.
     Tak lama kemudian Canda kembali lagi dengan dengan selembar kwitansi ditangannya dan langsung memberikannya.
“ Ini kwitansinya”, Canda mengulurkan kwintansi itu tanpa menatap pria itu.
“Terima kasih ya, eh kenalkan nama saya Aldin”, tiba-tiba pria itu memperkenalkan diri.
“Emm nama saya Canda”, akhirnya Canda pun memperkenalkan diri.
“Eh tadi katanya lagi belajar sambil nonton tv, emangnya bisa ya?..kalau saya sih malah kebanyakan nonton tv-nya daripada belajarnya”.
“Ya sama sih, terkadang tidak konsentrasi tapi daripada kesepian dikamar apalagi temen-teman yang lainnya mungkin di dalam kamar atau belum pulang ke pondok, ya satu-satunya hiburan untuk diri sendiri ya tv”.
“Oh, emang pelajaran apa sih”.
“Lagi ngerjain tugas kimia tapi belum ngerti teorinya makanya agak lemot ngerjain soal-soalnya”.
“Boleh saya lihat soalnya?”, Kak Aldin meminta dengan santun.
     Canda pun akhirnya menyodorkan dengan segera buku LKS Kimia itu dan Aldin pun segera meraihnya dengan tangan kanannya. Beberapa menit kemudian Aldin tersenyum dan menawarkan diri untuk menerangkan maksud soal kimia itu dengan solusinya. Canda mengangguk sebagai tanda mengiyakan tawarannya apalagi ia memang sama sekali tidak mengerti tugas kimia itu.
     Setelah setengah jam Aldin menerangkan soal kimia itu, baru Canda mulai mengerti dan ternyata cara penyampaian penjelasan yang diuraikan Aldin mudah dipahami Canda dan seketika itu juga Canda mulai terpesona oleh karakter Aldin, selain santun juga mempunyai kemampuan untuk mengajar seseorang layaknya sang guru.
     Karena Canda sudah mengerti soal kimia itu maka empat soal kimia lainnya ia kerjakan sendiri dan hasilnya ia perlihatkan kepada Aldin untuk di koreksi bila ada kesalahan dalam mengerjakannya.
     Malam itu Canda dan Aldin mulai mulai akrab berbicara walau pembicaraannya hanya seputar sekolah dan hal-hal yang berhubungan dengan Pondok Dingin. Mereka berdua selalu saling senyum dan tawa di saat Aldin sedang bergurau dan melemparkan pertanyaan tebakan yang kocak.
     Hari-hari berikutnya Canda selalu meminta bantuan Aldin untuk membahas tugas-tugas pelajaran yang sulit dipahaminya. Lumayan sebagai guru privat gratis, ibaratnya “sekali mendayung dua pulau terlewati” pikir Canda karena selain Aldin membantu tugas-tugas sekolah Canda, Aldin juga sambil belajar memantapkan hapalannya apalagi kebetulan Aldin sudah lulus SMA dan hendak melanjutkan kuliah tahun depan karena tahun ini Aldin tidak lulus UMPTN dan berharap tahun depan lulus UMPTN, sedangkan Canda baru kelas dua SMA dan belum tahu apakah ia akan melanjutkan kuliah atau langsung bekerja saja...(bersambung dgn judul Saling Menerima dan Saling Memberi)...
[ Read More ]