Selamat Datang Di Pondok Tnur
  • Catatan Admin

    “Assalamu'alaikum wr.wb. Awal januari 2011 pertama kalinya blog pondok tnur ini dibuatkan oleh suamiku untuk mengisi hari-hariku dengan berbagai macam informasi dan cerita. Berjam-jam bahkan terkadang ku habiskan malam untuk mempercantik blog ini...

  • Kisah Seorang Anak Yang Di Aborsi Di Dalam Rahim Ibu

    Bulan 1: Ma, panjangku itu cuma 2 cm, tapi aku udah ada dibadan mama... aku sayang mama, bunyi detak jantung mama itu jadi musik terindah yang menemaniku di sini. Bulan 2: Ma, aku udah bisa ngisep jari imutku lho, di sini hangat ma, nanti kalau aku...

  • Kisah Mengharukan:Suamiku Maafkan Aku

    Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama. Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami...

  • Kisah Seorang Suami Yg menyesal Telah Meninggalkan Istrinya

    Aq mengenalnya saat dalam satu organisasi pemuda Islam, Dia sangat aktif, smart, serba bisa, dan sholehah. Aq sangat tertantang ketika jadi satu dalam forum rapat denganya pendapatnya selalu ku bantah meski ku tau pendapatnya itu benar....

  • Suamiku Aku Cemburu Padanya

    Bismillahirr Rahmanirr Rahim ... Ini adalah cerita dari salah satu Saudaraku yang kucintai karena Allah. Beliau bercerita sedikit kisah hidupnya yang coba untuk kubagi kepada saudara-saudari semoga bisa memberi hikmah. Atau mungkin ada di antara saudara-saudari yang juga mengalami kisah yang sama dengan saudaraku ini??? ...

  • Hadiah Terakhir Dari Sang Ayah (Kisah Sedih mengharukan)

    Di sebuah perumahan terkenal di jakarta tinggalah seorang gadis bersama sang ayah, sang ibu telah lama mendahuluinya pergi sejak ia masih kecil. . Seorang gadis yg akan di wisuda, sebentar lagi dia akan menjadi seorang sarjana...

  • Anakmu Ingin Bermain Denganmu

    Menjelang malam ada seorang anak kecil sedang duduk diteras sambil melihat-lihat pintu gerbang. Anak kecil itu menunggu kedatangan Mamah dan Papah-nya untuk bisa main denganya. Anak itu tiba-tiba tersenyum dan bangkit dari duduknya setelah melihat Mamahnya membuka pintu gerbang lalu berkata pada Mamahnya...

  • Suamiku Kini Telah Tiada dan Penyesalanku Yang Terus Ada

    Kisah nyata yang akan membuat setiap orang terharu setelah membacanya ini saya dapatkan dari sebuah notes di facebook bernama @Rina Amalina, semoga dapat menjadi pelajaran bagi kita semua terutama bagi kaum hawa yg sudah berkeluarga... Ini adalah kisah nyata di kehidupanku...

sperky, prstene
Posted by PONDOK TNUR - - 0 komentar

Sungguh beruntung orang yang menyucikan hatinya

Idul Fitri sudah berlalu, tapi kalau di negara kita tercinta ini, Lebaran bisa sampai satu bulan lho ! Coba aja ntar setiap kali kita ketemu atau telpon seseorang pasti minal aidin dulu, dan itu berlangsung hinggaakhir Okotober. Gak percaya? Coba lihat aja entar.

Terus sesudah ini apa? Sesudah kita “kembali fitri” mau ngapain lagi? Ngomongin orang lagi, lupa akan segala penggemblengan selama sebulan (Ramadhan) lalu? Kembalikepada “rutinitas” dan kehidupan “normal” lagi?

Sementara orang Jawa ada yang menggambarkan Lebaran dengan Lebar, Labur, Luber. Lebar (sesudah) maksudnya sesudah melaksanakan puasa. Terus banyak rumah-rumah yang di labur (dicat) kembali, meskipun mungkin belum begitu memerlukan. Dan Luber (berlimpah), maksudnya berlimpahnya makanan.

Idul Fitri tahun ini saya merenungkan kembali Firman Allah dalam surat Al A’la ayat 14 di atas bahwa di hari Idul Fitri ini kita sudah seharusnya mensucikan hati dan jiwa kita agar kita menjadi orang-orang yang beruntung. Sebelum kita menghadap Yang Maha Kuasa. Sungguh rugi jika kita tidak mengadakan perbaikan.

Ada satu cerita yang menurut saya menarik sebagai hikmah idul fitri .

Alkisah ada seorang lelaki tua yang sudah sakit-sakitan dan ia merasa bahwa ia akan segera meninggal. Kemudian dia menemui istrinya yang ke-empat, yang paling muda, paling cantik, pokoknya top deh. Dia berkata: “Neng, kayaknya abang udah mau dipanggil Allah nih, sakit-sakitan mulu. Mau nemenin abang gak neng?”. Dengan lantang istri keempat ini berkata: “Eh, aki-aki, kalau mau mati mah mati aja, Ane masih muda, cantik, masih banyak yang mau. Maap ya, Ane gak sudi nemenin aki-aki mati.”

Lalu dengan perasaan sakit hati, terhina, dilecehkan dan menangis dia menemui istrinya yang ke-tiga. Aki-aki tua tadi mengatakan hal yang sama. Kata istri ketiganya: “Aduh bang, biar kate udah tua, masih banyak yang mau ngawinin ane. Biar ane jadi janda kembang deh, abang pergi aja duluan. Mau mati pake ngajak-ngajak lagi. Ane emang cinta sehidup, tapi tidak semati.”

Pak tua tadi semakin sedih. Kemudian dengan penuh harap dia menemui istrinya yang ke-dua. Dia juga mengatakan bahwa ia sudah hampir mati dan meminta bini ke tiga untuk menemaninya mati. Istri ketiganyapun tidak mau.

Lalu akhirnya dia menemui istrinya yang pertama, yang sudah peot, udah nenek-nenek. Diapun berujar: “Eh, nek, gue kayaknya udah gak kuat nih. Udah mau mati. Sakit gak sembuh-sembuh, berobat kesana kemari ngabisin duit kagak ada hasilnya. Mau enggak nemenin gue mati?”. Apa yang terjadi sungguh di luar dugaan. Dengan perasaan suka cita ia berkata: “Alhamdulillah, aye bersedia bang. Dengan segenap hati ane nemenin dan ngikutin abang menghadap Yang Kuasa.”

Nah, siapakah orang tua yang beristri empat itu? Siapakah pula istri-istrinya? Itu semua adalah gambaran seorang manusia.

Kakek-kakek tadi adalah diri kita sendiri . Diri kita ketika hendak menghadap Illahi Robbi. Yang gelisah ketika menghadapi “saat-saat maghrib”, usia senja. Manusia yang menjadi gelisah karena takut menghadap sang Khaliq. Ia merasa tidak mempunyai bekal untuk kembali. Semua yang ia lakukan di dunia hingga menjelang ajal selama ini adalah penuh pamrih, bukan dilakukan karena Allah. Tapi karena hal-hal yang bersifat duniawi. Subhanallah.

Lalu, istri pertama tadi adalah ruh kita, jiwa kita, hati kita, yang akan menemani kita di alam kubur dan menghadapi yaumul hisab, hari perhitungan. Istri kedua adalah badan kita. Badan yang akan dikubur dan diziarahi keluarga kita nanti (kalau ada yang inget). Istri ketiga adalah anak, istri dan seluruh kerabat handai tolan kita di dunia. Mereka akan ada sepanjang kita hidup. Namun tidak ada satupun dari mereka yang akan menemani kita mati. Dan istri keempat adalah harta, jabatan, dan kesenangan-kesenangan duniawi . Semua tidak ada gunanya lagi. Tidak ada yang kita bawa “pulang”. Semua menjadi warisan kita yang sering kali jadi rebutan bagi anak cucu kita.

Now what? Apa yang telah, sedang dan akan kita lakukan terhadap “istri-istri” kita? Sungguh beruntung jika kita dapat menggunakan semua hanya karena Allah sehingga memberikan sumbangsih, memberikan bekal untuk “pulang”. Tidak justru menimbulkan finah buat kita. Mungkin (Cuma mungkih lho) selama ini kita sudah banyak beramal, sedekah, nyumbang ke sana kemari, tapi apakah semua kita lakukan dengan ikhlas? Sampai sekarang bahkan jumlah besar yang kita berikan itu masih kita ingat dengan jelas. Kita masih mengingat sumbangan kita. Namun, sering pula kita memberi pengemis dan orang-orang entah siapa sekedar seribu atau limaratus rupiah, dan karena jumlahnya kecil, kita telah melupakannya sama sekali. Namun, siapa tahu justru “modal” kita yang seribu rupiah itulah yang akan menyelamatkan kita karena keihlasan kita.

Karenanya, selagi dalam suasana yang fitri nan indah ini, marilah kita menyucikan hati kita, diri kita, menggunakan segala yang kita miliki di jalan Allah dengan ikhlas. Ramadhan telah menjadi ajang pelatihan kita untuk ikhlas, bersabar dan lebih mendekatkan diri kepada Allah. Semoga kita termasuk kedalam orang-orang yang beruntung. Wallahu alam.

Ya Allah, dengan Ramadhan
Selamatkan kami dari segala musibah dan penderitaan
Bersihkan hati kami dengan maghfirah dan rahmat Mu
Gantikanlah penderitaan kami dengan keindahan dan kekabahagiaan

Ya Allah,
Lepaskan kami dari segala dosa kami
Keluarkan kami dari segala kesalahan kami
Selamatkan kami dari segala musibah
Jadikan kami
orang yang paling bahagia
orang yang mendapat keuntungan dari sisi-Mu
Shalawat dan salam untuk kekasih kami Rasulullah SAW dan keluarganya

Amien Ya Robbal alamin.
( http://deltapapa.wordpress.com/2008/10/05/hikmah-idul-fitri/)
(image:google)
[ Read More ]

Posted by PONDOK TNUR - - 0 komentar

Pada tahun ini, telah sampai kepadaku lebih dari 400 SMS berkenaan dengan datangnya bulan Ramadhan. SMS itu dari keluarga, kerabat, dan rekan, baik dari Saudi, negeri-negeri Arab, maupun negeri-negeri Islam lainnya, khususnya dari saudara-saudaraku para da’i di Indonesia. Mudah-mudahan Allah Ta’ala membalas mereka semua dengan kebaikan atas hubungan dan do’a mereka untukku pada bulan yang penuh berkah tersebut.

Hanya saja ada sebuah SMS yang mengejutkan dan menggoncangkan kesedihan, dan perasaanku. SMS itu sempat membuat pikiranku bimbang, yang kemudian membuat kedua mataku menangis. SMS itu berasal dari teman lama. Dia termasuk sebaik-baik teman yang aku bangga mengenalnya. Namun permasalahannya, temanku ini telah wafat enam tahun lalu karena sebuah kecelakaan mobil.
Aku terus menyimpan nomor HP-nya di HP-ku. Setiap kali aku putuskan untuk menghapus nomornya, jiwaku tidak terima. Maka akupun membiarkan nomor tersebut sebagai sebab do’aku untuknya agar diberi rahmat Allah Ta’ala setiap kali aku melihat namanya.

Tiba-tiba, pada suatu malam di bulan Ramadhan tahun ini -enam tahun sesudah wafatnya- sebuah SMS datang dari nomor yang sama miliknya. Begitu melihat nomor tersebut aku langsung terperanjat, campur perasaan aneh dan “takut”… serta perasaan-perasaan yang aku tidak bisa menjelaskannya untuk para pembaca yang budiman, hingga membuatku ragu untuk membukanya. Akan tetapi, karena penasaran maka pada akhirnya aku membuka dan mulai membaca SMS tersebut.

Di dalam SMS tersebut kudapati ucapan:
“Paman Mamduh yang mulia, saya Ahmad, putra saudara paman ‘Athiyah, saya menyimpan HP ayah hingga saya besar. Saya ucapkan selamat dan do’a keberkahan bagi setiap teman-teman ayah. Mudah-mudahan paman senantiasa dalam kebaikan sepanjang tahun. Bulan keberkahan atas kita dan atas paman, mudah-mudahan paman berada dalam kebaikan sepanjang tahun.”

Sungguh, kedua matakupun berlinangan air mata karena bocah kecil ini, ayahnya telah meninggal saat dia berusia 4 tahun, dan sekarang dia telah berusia 10 tahun. Bocah kecil ini telah mengajariku bagaimana seharusnya menyambung hubungan? Bagaimana cara berbuat baik? Dan bagaimana melanggengkan rasa cinta?
Bocah kecil ini membuat aku mengingat teman-teman pamanku yang telah merawatku. Akupun bergegas untuk pergi menjenguk mereka yang tersisa satu persatu, termasuk bocah kecil tersebut.

Temanku tersebut telah menikah dengan seorang wanita shalihah, yang kemudian melahirkan bocah laki-laki tersebut. Kemudian wanita tersebut mendidiknya dengan baik, menyimpan HP suami dan nomor teman-temannya hingga putranya besar, dan berkata kepada puteranya: “Sambunglah teman-teman ayahmu.”
Betapa mulianya istri tersebut, dan betapa baiknya anak tersebut. Aku memohon kepada Allah agar memberinya taufik, menjaga agama dan dunianya, mudah-mudahan Allah Ta’ala mengampuni kita semua dan orang-orang yang telah meninggal mendahului kita.

Dikisahkan bahwa seorang dari bani Salimah datang kepada Nabi lalu berkata: Wahai Rasulullah, apakah masih tersisa perbuatan birrul walidain yang harus saya lakukan setelah kedua orang tuaku meninggal dunia? Nabi bersabda:

نَعَمْ الصَّلاَةُ عَلَيْهِمَا وَالاِسْتِغْفَارُ لَهُمَا وَإِيفَاءٌ بِعُهُودِهِمَا مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِمَا وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِى لاَ تُوصَلُ إِلاَّ بِهِمَا

“Benar: berdoa kepada keduanya, memohonkan ampun untuk keduanya, menjalankan wasiat-wasiatnya sepeninggalnya, dan memuliakan sahabat keduanya dan menyambung kerabat yang tidak disambung kecuali dengan keduanya.”
(HR. Ibnu Majah).
Oleh: Mamduh Farhan al-Buhairi
Sumber: Majalah Cetak Qiblati
Image:google
[ Read More ]

Posted by PONDOK TNUR - - 3 komentar

1. Berusahalah berhias secantik mungkin jika bersama suami.
2. Tampakkan wajah yang selalu ceria dan berseri di depan
suami.
3. Banyaklah memberi perhatian kepada suami. Dengan
perhatianmu maka akan membuat dirinya merasa nyaman.
4. Terimalah apapun pemberian suami. Dan jangan sekali-kali
mengeluhkan atau menyepelekannya.
5. Jangan banyak menuntut kepada suami dengan hal-hal yang
masih belum bisa ia penuhi.
6. Hindarilah membantah apa yang suami ucapkan.
7. Selalu taatilah segala permintaan ataupun perintah suami
sepanjang bukan hal kemaksiatan.
8. Temani suami di saat makan. Dengannya ia akan merasakan
kenikmatan dalam kebersamaan.
9. Hindarilah melakukan sesuatu yang tidak disukai suami.
10. Janganlah suka keluar rumah jika tak ada keperluan
penting. Karena rata-rata seorang suami tidak menyukainya.
11. Hiburlah suami disaat ia dalam kesedihan.
12. Dan yang tak kalah penting, usahakan selalu turuti
permintaan suami jika hendak mengajak tidur bersama
sepanjang tidak ada hal-hal yang menghalangi untuk
melakukannya.
(Sumber:Abdul Löephelindhä > Menuju Keluarga Cerdas)
(Image:google)
[ Read More ]

Posted by PONDOK TNUR - - 0 komentar

Ada sebuah kisah tentang sepasang suami istri yang sedang
berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka
bertengkar dan suaminya menghardik istrinya dengan sangat
keras. Istri yang kena hardik, merasa sakit hati, tapi tanpa
berkata-kata, dia menulis di atas pasir : HARI INI SUAMIKU
MENYAKITI HATIKU.
Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis
dimana mereka memutuskan untuk mandi. Si Istri, mencoba
berenang namun nyaris tenggelam dan berhasil diselamatkan
suaminya. Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya hilang dia
menulis di sebuah batu : HARI INI SUAMIKU YG BAIK
MENYELAMATKAN NYAWAKU.
Suami bertanya : “Kenapa setelah saya melukai hatimu, kamu
menulisnya di atas pasir dan sekarang kamu menulis di atas
batu ?”
Istrinya sambil tersenyum menjawab : “Ketika hal buruk terjadi,
kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang
berhembus dan menghapus tulisan itu dan aku bisa
melupakannya… Dan bila sesuatu yang baik dan luar biasa
diperbuat suamiku, aku harus memahatnya di atas batu hatiku,
agar tidak bisa hilang tertiup angin waktu dan akan kuingat
selamanya.”
Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat dan konflik
karena sudut pandang yang berbeda. Terkadang malah sangat
menyakitkan, oleh karenanya cobalah untuk saling memaafkan
dan melupakan masalah yang lalu. Yang terpenting dari
pelajaran di atas, adalah :
“Belajarlah untuk selalu BISA MENULIS DI ATAS PASIR untuk
semua hal yang MENYAKITKAN dan selalu MENGUKIR DI ATAS
BATU untuk semua KEBAIKAN. "
(Sumber:menujukeluargacerdas)
(image:google)
[ Read More ]

Posted by PONDOK TNUR - - 0 komentar

Assalamu'alaikum
Ustadzah, bagaimana jika ada seseorang ber- azzam kelak
ketika meninggal tubuhnya diperuntukkan sebagai objek
penelitian ilmu kedokteran sehingga jasadnya itu tak dikubur.
Apakah itu diperbolehkan? Mohon penjelasannya.
Wassalamu’alaikum
ISTI, JAKARTA

Wa'alaikumussalam
Isti yang shalihah, Islam telah mengajarkan umatnya
bagaimana kewajiban dalam memperlakukan jenazah
manusia. Mulai dari memandikan, mengafani, menshalatkan,
sampai menguburkannya secepat mungkin, hukumnya adalah
fardhu kifayah. Hal ini merupakan aturan secara umum
bagaimana memperlakukan jenazah manusia dalam ajaran
Islam.
Pada saat ilmu kedokteran berkembang pesat, jenazah
manusia bisa ditunda penguburannya dengan berbagai
alasan, seperti otopsi (bedah mayat). Umumnya, penundaan
tersebut bertujuan untuk mempelajari ilmu anatomi (otopsi
anatomis), mengetahui berbagai hal yang terkait dengan
penyakit (otopsi klinis), atau untuk mengetahui sebab
kematian (otopsi forensik) suatu peristiwa pembunuhan dalam
rangka penegakan hukum. Semua itu dilakukan untuk
kepentingan umat manusia.
Dalam Islam, belum banyak literatur fiqih klasik yang
membahas masalah kontemporer ini. Jawabannya pun belum
ditemukan secara detail di dalam Al-Qur`an maupun Hadits.
Oleh karena itu, para ulama fiqih ( fuqaha ) telah melakukan
ijtihad setelah mengkaji berbagai norma hukum yang ada,
dan telah terjadi perbedaan pandangan dalam menyikapi
hukum mendonorkan anggota tubuh manusia untuk
kepentingan penelitian.
Para ulama yang melarang pemanfaatan jasad manusia
berdalil menjaga kehormatan manusia, sebagaimana yang
diriwayatkan Rasulullah saw dalam sabdanya, “Mematahkan
tulang mayat seperti mematahkannya ketika dia hidup,” (HR
Ahmad, Abu Daud).
Sedangkan para fuqaha Syafi'iyah, sebagian Hanafiyah dan
beberapa fuqaha Malikiyah membolehkan pemanfaatan jasad
manusia dengan asas darurat (keterpaksaan) untuk
kemaslahatan yang lebih besar. Pada prinsipnya, hukum
dasar masalah ini berada pada posisi dilarang oleh mereka,
seperti membedah perut mayat untuk mengeluarkan harta
yang ditelannya ketika dia hidup.
Dr Muhammad Nu'aim Yasin mengutip berbagai pandangan
para fuqaha , beliau menjelaskan bahwa apabila seseorang
telah berwasiat untuk mendonorkan anggota tubuhnya
(termasuk menyerahkan jasadnya untuk kepentingan ilmu
kedokteran), maka wasiat itu bisa dijadikan pegangan dan
bisa dilaksanakan setelah kematiannya, dan dia harus
mempertimbangkan kembali sebelum meninggal.
MUI juga sudah mengeluarkan fatwa No. 19 tanggal 5
Februari 1988 yang menyebutkan bahwa penyelidikan ilmiah
terhadap mayat tidak dilarang oleh Islam. Akan tetapi setelah
dipakai penyelidikan, mayat tersebut wajib dikuburkan
kembali.
Sidang Komisi Fatwa MUI kemudian melengkapi keputusan
tersebut dengan beberapa klausul. Pertama , hukum asal
pengawetan jenazah adalah haram. Sebab jenazah manusia
itu terhormat. Orang yang hidup wajib memenuhi hak-hak
jenazah. Salah satunya, menyelenggarakan penguburan
jenazah.
Kedua , pengawetan jenazah untuk penelitian dibolehkan, tapi
terbatas ( muqoyyad). Dengan ketentuan, penelitian itu
bermanfaat untuk pengembangan ilmu, mendatangkan
maslahat lebih besar atau memberikan perlindungan jiwa,
bukan hanya untuk praktik semata.
Ketiga , sebelum pengawetan, hak-hak jenazah Muslim harus
dipenuhi. Misalnya dimandikan, dikafani dan dishalati.
Pengawetan jenazah untuk penelitian harus dilakukan dalam
batas proporsional, yaitu hanya untuk penelitian. Jika
penelitian telah selesai, jenazah harus segera dikuburkan
sesuai dengan ketentuan syariat Islam.

(http://ummi-online.com/berita-370-jasad-untuk-obyek-penelitian.html)
(Image:google)
[ Read More ]

Posted by PONDOK TNUR - - 0 komentar

Pertanyaan 1:

Bagaimana caranya agar daftar blacklist saya hilang di Bank
Indonesia, dan berapa bulan pemutihan itu dilakukan oleh pihak
Bank Indonesia setelah saya melakukan pelunasan atas hutang
saya, karena setiap saya akan mengajukan kredit lagi dengan
Bank lain selalu ditolak lantaran katanya nama saya sudah di-
blacklist oleh Bank Indonesia?

Jawaban:
Pemutihan Hutang (istilah bank : Hapus Tagih) sulit dilakukan
oleh bank.
Maksud pertanyaan anda pemutihan nama dari blacklist
tentunya, bukan pemutihan hutang.
Anda tergolong dalam daftar black list adalah usulan dari Bank
(dimana anda ambil kredit).
Cara untuk menghapus nama anda dr blacklist BI adalah
melunasi kredit anda dgn bank bersangkutan.
Lalu bank akan mengubah data base mereka dengan
mengusulkan ke bi tentang pelunasan kredit anda.
Menurut pengalaman saya, kredit anda sudah hapus buku
(bulan hapus tagih) karena sudah masuk blacklist.
Jangka waktu pemutihan tidak ada yang pasti, tergantung
kemauan bank untuk mengubah data basenya yang di BI. Kalo
bank malas (karena begitu banyak data yang di entry setiap
hari dan petugas nya juga hanya sedikit di bank pusatnya
sedangkan dia harsu mengentry laporan dari semua kantor
cabang di Indonesia= sentralisasi) maka anda akan terus
mendapatkan nama anda tetap di balcklist BI walaupun sudah
anda lunasi segala hutang anda.(BI hanya menerima laporan
dari bank yang bersangkutan, bukan BI yang buat)
Saran saya, bila anda sudah melunasi hutang anda, segera
kirimkan surat keterangan tentang pelunasan hutang (minta juga
dari bank bersangkutan dengan ditandatangani oleh pejabat
bank diatas materi 6000) ke kantor pusat bank pemberi kredit
dan tembusan ke Bank Indonesia Jakarta Jl. Thamrin. 02 Cq.
Biro Informasi Kredit.

Pertanyaan 2 :

“Saya punya Kartu Kredit macet di beberapa Bank. Jadi
karena Kartu Kredit macet tersebut, beberapa kali saya
mengajukan pinjaman selalu ditolak dengan alasan black list.
Padahal saya hanya mengajukan sekitar lima ratus juta rupiah
sementara nilai jaminan saya ada sekitar satu milyar lebih.
Mengenai perputaran dana di rekening Tabungan selain aktif,
juga cukup untuk mengcover syarat pengajuan pinjaman yang
saya ajukan.”
“Yang mau saya tanyakan, bisa tidak black list tersebut
dihapus?”
Demikian pertanyaan yang berkaitan dengan black list yang
pernah saya terima dari seseorang, sebut saja namanya bapak
A melalui handphone yang kemudian dilanjutkan dengan
tawaran kalau bisa menghapus black list yang dimaksudkan
beliau bersedia mengalokasikan dana sepuluh jutaan sebagai
success feenya.
Sekilas dari hasil pembicaraan tersebut, dua syarat penting
untuk pengajuan pinjaman sesuai yang diinginkan si penelepon
tadi yaitu aspek financial (untuk segi kemampuan
mengembalikan pinjaman melalui angsuran) dan aspek
collatoral (nilai jaminan untuk memback up pinjaman) sudah
memenuhi. Permasalahannya hanya tinggal di masalah
Character yang biasanya digali dari hasil BI Checking, yang
menurut si bapak A tadi menghasilkan informasi black list.
***
Jawaban :

Sebelum ke topik.
Yang pertama, masalah Karakter.
Masalah karakter ini merupakan hal utama dalam prinsip
pemberian Kredit. Oleh karena itulah masalah karakter
ditempatkan pada urutan pertama dari prinsip 5 C dalam
pemberian kredit.
Kenapa masalah karakter ini sangat penting? Penjelasannya
adalah bahwa meskipun calon nasabah mampu, tapi kalau
tidak mau bayar bagaimana? Nanti repot urusannya. Ditagih
dengan kasar? Bisa jadi masalah. Ditagih dengan lemah
lembut? biasanya tidak akan berhasil. Buktinya seperti contoh
bapak A tadi, sampai sekarang ada kartu kredit macet.
Padahal dari informasi yang diberikan yang memiliki jaminan
sekitar satu milyar, dapat diartikan dia orang mampu. Tetapi
kenapa dia mempunyai kredit macet? Berarti karena dia tidak
mau bayar.
Okelah, kalau kartu kredit karena tidak ada jaminan mungkin
berani untuk membiarkan untuk macet. Entah sengaja maupun
tidak sengaja. Tapi ini kan ada jaminan? Nanti tinggal
dieksekusi saja kalau tidak mau bayar. Mungkin seperti itu
pertanyaan yang akan timbul sehubungan dengan pengajuan
kredit yang ada jaminan namun tidak lolos dengan masalah
Karakter yang diinterpreasikan dari hasil BI Checking.
Pertanyaan ini juga sering menjadi pertanyaan karena tidak
lolos dari penilaian aspek financial (keuangannya). Seolah-olah
dengan adanya jaminan yang mencukupi, penilaian aspek yang
lain bisa diabaikan. Inilah persepsi yang salah dari banyak
calon peminjam.
Saya sendiri pernah mendapat pertanyaan sinis dari calon
peminjam yang sebelumnya berkonsultasi dulu dengan saya,
seperti ini:”Kan ada jaminan? Yang mau saya pinjam hanya
seratus juta. Jaminan saya kan satu milyaran?”
Bagi pihak bank, biasanya tiga syarat utama tadi merupakan
satu paket. Artinya salah satu syarat dari paket tersebut tidak
terpenuhi, otomatis syarat yang lain gugur dengan sendirinya.
Dalam hal jaminan tadi, bank tidak ingin menguasai jaminan.
Bank tidak butuh rumah, tanah atau property yang dijaminkan
untuk dimiliki. Bank hanya butuh dana yang dipinjamkan bisa
kembali utuh sesuai perjanjian. Sementara untuk mengeksekusi
kalau terpaksa harus dieksekusi, memerlukan waktu dan
proses yang sangat panjang. Apalagi ada yang hingga ke
pengadilan segala. Belum lagi harus memaintanance
administrasinya dari waktu ke waktu.
Seperti salah satu contoh di atas. Pinjamannya hanya seratus
jutaan. Tapi mau mengeksekusi yang nilainya satu milyaran
karena misalnya pinjamannya akhirnya macet. Bank pasti
dalam posisi yang sulit. Karena yang punya rumah pasti
berusaha dengan segala cara untuk mempertahankannya.
Biasanya yang punya rumah pasti bilang begini: ”Masa hanya
pinjaman seratus jutaan mau mengeksekusi satu milyaran?”
Saya juga mungkin akan mengatakan seperti itu kalau misalnya
kasus seperti itu terjadi pada saya.
Yang kedua, masalah black list.
Banyak yang sering salah kaprah mengenai penggunaan istilah
Black List ( Daftar Hitam) Bank Indonesia.
Kenapa dibilang salah kaprah?
Karena pada dasarnya khusus mengenai kredit macet, baik
kredit macet kartu kredit maupun kredit macet lainnya, Bank
Indonesia tidak pernah mengeluarkan Daftar Hitam. Bank
Indonesia mengeluarkan Daftar Hitam biasanya hanya yang
terkait dengan cek kosong.
Sistim Informasi Debitur yang dikelola oleh Bank Indonesia,
yang out putnya dari Sistem Informasi Debitur hanya
menyangkut informasi indentitas debitur dan kondisi fasilitas
kredit/pembiayaan yang diterima meliputi plafon, baki debet,
jangka waktu pembiayaan, dan kondisi (historis) pembayaran
selama 24 bulan terakhir sejak posisi data dalam BI Cheking
tersebut di up date (oleh pelapor yang dalam hal ini bank
kreditur). Itupun per individu. Bukan dalam bentuk List
( Daftar). Oleh karena itulah makanya disebut Informasi Debitur
Individual (IDI).
Oleh karena itu, sekali lagi jangan salah kaprah dengan Black
List Bank Indonesia, karena istilah itu tidak dikenal dalam
Sistim Informasi Debitur.
***
Kembali ke topik.
Mungkin tentu saja si Penelepon tadi gemas. Bahwa hanya
karena masalah BI Checking, fasilitas pinjaman yang
seyogiyanya bisa dia dapatkan, termasuk nilai nominalnya yang
mungkin sangat sesuai dengan keinginannya, jadi gagal total.
Tak heran kalau dia berani menawarkan sepuluh jutaan,
apabila bisa mematahkan rintangan yang ada tersebut. Kalau
itu baru penawaran pertama, berarti naik sekitar lima jutaan
lagi mungkin masih bisa. Apalagi katanya rencana penggunaan
dananya untuk membiayai proyek yang ditanganinya. Artinya
keuntungan dari proyek biasanya besar.
Mungkin perlu sedikit penjelasan. Informasi lolosnya dua aspek
penting yang terkait dengan aspek kelayakan keuangan dan
aspek kelayakan jaminan bisa didapat dari bagian Marketing
atau Account Officer (AO) yang dihubungi atau menghubungi
calon debitur. Sementara untuk masalah BI Checking ada
petugas khusus yang menanganinya, jadi tidak bisa langsung
didapat dari petugas Marketing atau AO tadi. Nah dari contoh
seperti itulah si Bapak A tadi sudah bisa memastikan
kelayakan aspek financialnya untuk kemampuan mengangsur
pinjaman sesuai yang diminta, berikut jaminan yang akan
memback upnya.
Saya sudah tidak ingat lagi bagaimana persisnya bahasa saya
ketika menjawab pertanyaan sekaligus permintaan si Bapak A
tersebut. Namun inti jawaban saya ke bapak A itu adalah
bahwa pada dasarnya BI Checking bisa dihapus, namun dalam
hal untuk memenuhi keinginan seperti yang dijelaskan, sangat
tidak memungkinkan.
Lemas jadinya bapak A itu mendapat jawaban yang kurang
sesuai harapannya dari saya. Tapi itu ketika awalnya saja.
Selanjutnya dia merasa tenang, karena dia bisa memastikan
tidak akan tercebur ke masalah baru yaitu adanya pihak yang
menjanjikan bisa memenuhi permintaannya dengan imbalan
tertentu.
Bisa dibayangkan. Kalau misalnya saja yang menjanjikan bisa
menghapus BI Cheking itu minta dua puluh lima jutaan, yang
dari arah pembicaraan sepertinya bapak A itu bersedia
mengalokasikan dananya, lenyaplah uang yang sebesar yang
dialokasikannya itu. Berapapun itu jadinya.
***
Berkenaan dengan hal-hal tersebut di atas. Timbul pertanyaan.
Yang benarnya bagaimana?
Sesuai Pasal 9 Peraturan Bank Indonesia No. 9/14/PBI/2007
Tentang Sistim Informasi Debitur yang menyebutkan (1) Bank
Indonesia dapat melakukan pengkinian data Debitur yang
terdapat dalam Sistim Informasi Debitur dalam hal : (a) pelapor
mengalami pencabutan usaha atau likuidasi: dan / atau (b)
pengkinian data tidak dapat lagi dilakukan oleh pelapor. (2)
Pengkinian data Debitur sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dilakukan berdasarkan pemberitahuan tertulis dari pihak yang
melakukan pengelolaan data debitur.
Maka, merujuk pada peraturan Bank Indonesia tersebut pada
prinsipnya data SID yang out putnya dikenal dengan istilah BI
Checking pada dasarnya memang bisa dirubah atau dihapus.
Namun secara teknis pelaksanaannya sangat ketat
sebagaimana yang bisa dibaca dalam peraturan tersebut. Jadi
kalau berniat untuk melakukan penyimpangan, sungguh sangat
kecil kemungkinannya.
Lalu untuk apa dibuat isi pasal (9) tersebut? Yaitu untuk
mengakomidir kesalahan, kelalaian bank yang menyebabkan
debitur complain. Karena pada dasarnya pihak bank juga
sering alpa untuk mengup date data nasabahnya. Jadi kalau
misalnya terjadi kesalahan di pihak bank, lalu nasabah minta
supaya datanya diperbaiki, bank wajib melakukannya. Karena
itu hak nasabah. Apalagi sempat mengalami penolakan
pengajuan kredit karena kesalahan pihak bank tersebut.
Teknis pelaksanaannya, pihak bank mengudate dulu data
nasabah yang komplain tersebut, semenjak kapan mulai
kesalahan terjadi. File yang lama di restore dulu, lalu data yang
salah diperbaiki. Setelah itu, datanya yang sudah benar dicopy
untuk dilakukan hal yang sama di bank Indonesia mengenai
restore data yang telah disebutkan. Tentu saja disertai dengan
pemberitahuan tertulis sesuai bunyi pasal 9 Peraturan bank
Indonesia sebagaimana yang telah disebutkan di atas.
Dengan dilaksanakannya proses pengkinian data tersebut, data
nasabah yang komplain tadi sudah sesuai dengan keadaan
yang sebenarnya.
***
Referensi:
· Peraturan Bank Indonesia No. 9/14/PBI/2007 Tentang Sistim
Informasi Debitur.
· Peraturan Bank Indonesia No. 8/29/PBI/2006 Tentang Daftar
Hitam Nasional Penarik Cek Dan / Atau Bilyet Giro Kosong.
· Buku : Risiko Kartu Kredit Karangan Pulo Siregar, Penerbit
Papas Sinar Sinanti Jakarta.

(Sumber:http://m.kompasiana.com/post/moneter/2011/02/17/bisa-tidak-black-list-dihapus-membantu-nasabah-menyelesaikan-masalahnya-5/)(Sumber:Menujukeluargacerdas)
(Image:google)

[ Read More ]

Posted by PONDOK TNUR - - 0 komentar

Ajaran Islam mengharamkan umatnya mengkonsumsi daging
babi dan atau memanfaatkan seluruh anggota tubuh babi.
Berikut sepuluh alasan mengapa babi diharamkan.
1. Babi adalah container (tempat penampung) penyakit.
Beberapa bibit penyakit yang dibawa babi seperti Cacing pita
(Taenia solium), Cacing spiral (Trichinella spiralis), Cacing
tambang (Ancylostoma duodenale), Cacing paru (Paragonimus
pulmonaris), Cacing usus (Fasciolopsis buski), Cacing
Schistosoma (japonicum), Bakteri Tuberculosis (TBC), Bakteri
kolera (Salmonella choleraesuis), Bakteri Brucellosis suis, Virus
cacar (Small pox), Virus kudis (Scabies), Parasit protozoa
Balantidium coli, Parasit protozoa Toxoplasma gondii
2. Daging babi empuk.
Meskipun empuk dan terkesan lezat, namun karena banyak
mengandung lemak, daging babi sulit dicerna. Akibatnya,
nutrien (zat gizi) tidak dapat dimanfaatkan tubuh.
3. Menurut Prof. A.V. Nalbandov (Penulis buku : Adap-tif
Physiology on Mammals and Birds) menyebutkan bahwa
kantung urine (vesica urinaria) babi sering bocor, sehingga
urine babi merembes ke dalam daging. Akibatnya, daging babi
tercemar kotoran yang mestinya dibuang bersama urine.
4. Lemak punggung (back fat) tebal dan mudah rusak oleh
proses ransiditas oksidatif (tengik), tidak layak dikonsumsi
manusia.
5. Babi merupakan carrier virus/penyakit Flu Burung (Avian
influenza) dan Flu Babi (Swine Influenza).
Di dalam tubuh babi, virus AI (H1N1 dan H2N1) yang semula
tidak ganas bermutasi menjadi H1N1/H5N1 yang ganas/
mematikan dan menular ke manusia.
6. Menurut Prof Abdul Basith Muh. Sayid berbagai penyakit
yang ditularkan babi seperti, pengerasan urat nadi, naiknya
tekanan darah, nyeri dada yang mencekam (Angina pectoris),
radang (nyeri) pada sendi-sendi tubuh.
7. Dr. Murad Hoffman (Doktor ahli & penulis dari Jerman)
menulis bahwa Memakan babi yang terjangkiti cacing babi tidak
hanya berbahaya, tapi juga menyebabkan peningkatan
kolesterol tubuh dan memperlambat proses penguraian protein
dalam tubuh.
Ditambah cacing babi Mengakibatkan penyakit kanker usus,
iritasi kulit, eksim, dan rheumatic serta virus-virus influenza
yang berbahaya hidup dan berkembang di musim panas karena
medium (dibawa oleh) babi.
8. Penelitian ilmiah di Cina dan Swedia menyebutkan bahwa
daging babi merupakan penyebab utama kanker anus dan usus
besar.
9. Dr Muhammad Abdul Khair (penulis buku : Ijtihaadaat fi at
Tafsir Al Qur’an al Kariim) menuliskan bahwa daging babi
mengandung benih-benih cacing pita dan Trachenea lolipia.
Cacing tersebut berpindah kepada manusia yang
mengkonsumsi daging babi.
10. DNA babi mirip dengan manusia, sehingga sifat buruk babi
dapat menular ke manusia. Beberapa sifat buruk babi seperti,
Binatang paling rakus, kotor, dan jorok di kelasnya, Kemudian
kerakusannya tidak tertandingi hewan lain, serta suka memakan
bangkai dan kotorannya sendiri dan Kotoran manusia pun
dimakannya. Sangat suka berada di tempat yang basah dan
kotor. Untuk memuaskan sifat rakusnya, bila tidak ada lagi yang
dimakan, ia muntahkan isi perutnya, lalu dimakan kembali.
Lebih lanjut Kadang ia mengencingi pakannya terlebih dahulu
sebelum dimakan.
(Sumber:vivanews)
(Image:google)
[ Read More ]

Posted by PONDOK TNUR - - 0 komentar

Ada seorang teman saya, suatu
hari
terpanggil untuk memakai jilbab.
Karena
hatinya sudah mantab dan tetap,
dia pun
pergilah ke toko muslim untuk
membeli
jilbab.
Setelah membeli beberapa pakaian
muslimah
lengkap bersama jilbab dengan
berbagai
model (maklum teman saya itu
stylish sekali),
dia pun pulang ke rumah dengan
hati suka
cita.
Sesampainya di rumah, dengan
bangga dia
mengenakan jilbabnya.
Ketika dia ke luar dari kamarnya,
bapak dan
ibunya langsung menjerit.
Mereka
murka bukan main dan meminta
agar anaknya segera melepaskan
jilbabnya.
Anak itu tentu merasa terpukul
sekali…
bayangkan: Ayah ibunya sendiri
menentangnya untuk mengenakan
jilbab.
Si
anak mencoba berpegang teguh
pada keputusannya, akan tetapi
ayah ibunya
mengancam akan memutuskan
hubungan orang- tua dan anak
bila ia
berkeras memakainya.
Dia tidak akan diakui anak
selamanya bila ia
tetap menggunakan jilbab.
Anak itu sedih sejadi-jadi nya. Dia
merasa
menjadi anak yang malang sekali
nasibnya.
Tidak berputus asa, dia meminta
guru
tempatnya bersekolah untuk
berbicara
dengan orang tuanya agar ia
diperbolehkan
memakai jilbab.
Apa daya sang
guru pun
menolak.
Dia mencoba lagi berbicara
dengan ustad nya
dimana ia berguru untuk
membujuk orang tuanya agar ia
diizinkan
memakai jilbab.
Hasilnya ? Ustadnya pun menolak
untuk
memperjuangkannya.
Belum pernah rasanya anak ini
dirundung
duka seperti itu.
Dia merasa betul2 sendirian di
dunia ini.
Tak
ada seorang pun yang mau
mendukung keputusannya untuk
memakai
jilbab.
Akhirnya dia memutuskan untuk
menggunakan jalan terakhir.
Dia berkata pada orang tuanya:
“Ayah dan
ibu yang saya cintai. Saya tetap
akan memakai jilbab ini.
Kalau tidak diizinkan juga saya
akan gantung
diri … !!”
Sejenak suasana menjadi hening.
Ketegangan mencapai puncaknya
dalam
keluarga itu.
Akhirnya sambil menghela napas
panjang, si
ayah berkata dengan lirih:
"Yanto, Yanto! Kalau kamu anak
perempuan terserah kamu. Kamu
ini kan anak
laki-laki kok pakai jilbab? Memang
kamu ini anak gak waras"

Wakakakakakakakakakaka
Serius Banget Baca-Nya Sob
(sumber:bloglain)
(Image:google)
[ Read More ]

Posted by PONDOK TNUR - - 1 komentar

Bulan 1: Ma, panjangku itu cuma 2 cm, tapi aku udah ada di
badan mama... aku sayang mama, bunyi detak jantung mama
itu jadi musik terindah yang menemaniku di sini.
Bulan 2: Ma, aku uda
h bisa ngisep jari imutku lho, di sini hangat ma, nanti kalau aku
sudah keluar mama janji ya mau main sama aku.
Bulan 3: Ma, meskipun aku belum tau jenis kelaminku, tapi
apapun aku, aku harap mama dan papa bahagia kelak ketika
aku
keluar. Jangan nangis ya ma, kalau mama nangis di sini aku
juga ikut nangis.
Bulan 4: Ma, rambutku sudah mulai tumbuh lho, ini jadi mainan
baruku, aku bisa menggerakan kepalaku putar kiri putar kanan.
Bulan 5: Ma, mama tadi ke dokter ya, dokter bilang apa? Αpa
itu
aborsi ma? Αku nggak diapa-apain kan ma?
Bulan 6: Mama datang ke dokter itu lagi ya? Ma, tolong kasih
tau dokter itu, aku di sini baik-baik aja! Tapi kok dokter itu
mulai memasukan benda tajam? Benda tajam itu mulai
memotong rambutku ma tolong, aku takut. Benda tajam itu
mulai memotong kakiku, sakiit ma. Tapi meskipun aku tidak
punya kaki, aku masih punya tangan yang bisa memeluk mama.
Ma, benda itu sekarang mulai memotong tanganku, mama
tolong aku. Aku janji nggak akan nakal ma.
Tapi, meskipun aku tidak punya tangan dan kaki, aku msh
punya mata dan telinga untuk melihat senyum mama,
mendengar suara mama, tapi.. Benda itu sekarang sudah mulai
memotong leherku, mama.. Ampun ma.. Beri aku kesempatan
hidup, aku sayang mama, aku pengen meluk mama.
Bulan 7: Ma, aku di sini baik-baik aja, aku udah sama Tuhan di
surga, Tuhan mengembalikan semua organ tubuhku yang
dipotong benda tajam itu, Tuhan memeluku, memegang
tanganku, menggendongku dengan lembut dan Tuhan
membisikan tentang apa itu aborsi.
Kenapa mama tega melakukan itu?
Kenapa mama nggak mau main sama aku? Αpa salah aku ma?
Mama taubat yah, biar Tuhan mau antar mama ke sini, nanti
kita main bareng-bareng di sini, dan jangan lupa, ajak papa
juga ya ma.
PANTASKAH SEORANG BAYI YANG BELUM SEMPAT
TERLAHIR KE DUNIA INI MENDAPATKAN PERLAKUAN SEKEJI
ITU DARI ORANG TUA KANDUNG NYA?
(Sumber:indahnya islam)
(Image:google)
[ Read More ]

Posted by PONDOK TNUR - - 0 komentar

Anak : Ibu, boleh tanya gak?
Ibu : Tentu boleh, mau tanya apa anakku??
Anak : Mmm... Dulu sebelum Ibu menikah sama bapak, apa
pacaran terlebih dahulu??
Ibu : Gak anakku, Ibu sama bapakmu gak pernah pacaran..
Anak : Terus ibu & bapak di jodohin gitu??
Ibu : Gak juga kok..
Anak : Lalu gimana ceritanya ibu dan bapak bisa ketemu??
Ibu : Anakku, soal rezeki, jodoh & ajal itu adalah hak Allah. Jika
Dia telah berkehendak, tak ada suatu hal apapun yang sulit
bagiNya..
Anak : Maksud ibu??
Ibu : Begini. Walaupun ibu & bapakmu tidak pernah kenal
sebelumnya, ternyata Allah mempunyai cara untuk
mempertemukan ibu & bapakmu..
Anak : Tapi kok ibu sama bapak bisa saling mencintai &
menyayangi seperti sekarang?? Padahal sebelumnya tidak
saling kenal??
Ibu : Anakku. Jika sebuah keluarga di bangun dengan niat
ibadah & di dasari dengan ketulusan semata2 karena Allah,
maka cinta itu akan tumbuh dengan sendirinya seiring
perjalanan waktu.. Dan semakin lama cinta itu semakin tumbuh
mekar mengembang. Kamu lihat sendiri bagaimana ibu &
bapakmu kan??
Anak : Makanya aku tanya sama ibu. Seneng banget dech
ngeliat ibu & bapak mesra terus. Oya bu, kalau gitu aku tak
perlu susah2 mencari jodoh dong??
Ibu : Tetap harus berusaha anakku. Berusahalah menjadi
seorang yang berkepribadian baik. Jangan lupa mintalah
kepadaNya dalam setiap sujudmu. Kamu tak harus kesana
kemari untuk mengejar pasanganmu. Yakinlah jika sudah
waktunya, selalu ada cara bagi Allah untuk mempertemukanmu
dengan pasanganmu..
Semoga bisa memetik hikmah, aamiin_
(Sumber:indahnya islam)
(Image:google)
[ Read More ]

Posted by PONDOK TNUR - - 0 komentar

Suami: Dik, aku ingin menanyakan sesuatu padamu. .
Istri: iya mas, silahkan.. (Sambil tersenyum) .
Suami: Apa yang membuatmu mencintaiku..? .
Istri: Aku mencintaimu karena Allah, bukan karena dirimu
mas. .
Suami: Lantas, bagaimana caramu mencintaiku..? .
Istri: Aku akan slalu memenuhi kewajibanku sebagai seorang
istri. .
Suami: Syukurlah,,,
[kemudian suami bertanya lagi].
.
Suami: Dik, jika kamu mencintai ku karena Allah, apakah kamu
tak pernah takut bila kehilanganku..? .
Istri: Benar sekali mas, aku tidak pernah takut kehilanganmu....
Suami: Lho koq gitu..?
Istri: Ya, asal mas tau saja. Inilah caraku mencintai karena
Allah, lebih baik aku kehilanganmu daripada harus kehilangan
Allah di hatiku..
Suami: Lantas, bagaimana caramu memperlakukan aku
nantinya..?
Secara kamu tidak pernah takut kehilanganku..
Istri: (Mendekat sambil memegang tangan suaminya)
Mas,, kamu tidak perlu khawatir, karena kamu adalah milikku
yang di amanahkan Allah padaku.. Maka aku akan menjaga &
memenuhi kewajibanku sebagai seorang istri. .
Suami: Apa kamu bisa melakukanya (misal) tanpa kamu
mencintaiku sekalipun..? .
Istri: Iya, bisa. Perlu mas ketahui ya, aku memang tak pernah
takut kehilanganmu, namun percayalah. Insya Allah, aku
sanggup setia & menemani hidupmu sampai Allah sendiri yang
memisahkan kita.
Suami: Akhirnya aku tau, bahwa keindahan dunia bukanlah
segalanya. [sambil tersenyum & berkata:] Kau memang istriku
yang luar biasa.) .
Istri: Ah, mas bisa saja. Hehe (tersipu malu) .
Suami: hehe.. (sambil mencium kening istrinya)
<<< sensor >>> *makanya cepet nikah, he he*

(Sumber:indahnya islam)
(Image:google)
[ Read More ]

Posted by PONDOK TNUR - - 4 komentar

Aq mengenalnya saat dalam satu organisasi pemuda Islam,
Dia sangat aktif, smart, serba bisa, dan sholehah.
Aq sangat tertantang ketika jadi satu dalam forum rapat
denganya pendapatnya selalu ku bantah meski ku tau
pendapatnya itu benar.
aq sebal setiap melihatnya selalu kekeh dengan programnya
tapi justru hal itulah yang membuat aq mulai jatuh cinta
kepadanya, hingga akhirnya ku beranikan diri tuk menembaknya
Alhamdulillah dia ternyata punya perasaan yang sama
denganku
Tidak berapa lama aq mengajak keluargaku ke orang tuanya
untuk melamarnya,
dari awal sebelum menerimaq ia memang sudah memberi
warning kalau memang serius mencintainya tujuannya hanya
satu yaitu menikah.
Aq setuju, tanpa ada pacaran hanya sebuah ta’aruf , dan
setelah melalui proses istikhoroh kami berdua yakin dan
langsung menyelenggarakan pernikahan secara sederhana.
Setelah menikah kami memutuskan untuk kontrak ,karna dia
memang sangat mandiri.
Kehidupan kami setelah menikah sangat bahagia, Dia seorang
istri yang tawadlu’ sama suami dia juga sholihah aq bahagia
bersamanya.
Kebahagiaan kami semakin lengkap ketika dari rahimnya lahir
seorang bayi perempuan yang sangat cantik.
Dan beberapa tahun kemudian lahirlah adiknya bayi laki-laki
yang lucu. Terasa klop kehidupan kami.
Aq memang laki2 yg kurang bersyukur dengan apa yg sudah aq
dapatkan .
Aq bekerja sebagai seorang Dosen yg sukses, atas
dorongannya aq mampu menyelesaikan S2 ku.
ya di balik Kesuksesan seorang suami ada peran penting
seorang istri.Di kampus hari-hariku berkecimpung dengan
mahasiswa, hingga aq mengenal seorang mahasiswi yg berasal
dari keluarga kaya,
Dia manis, dia manja dari mulutnya sering terdengar cerita-
cerita kesenangan dia berbelanja dan jalan-jalan , serta kuliner
kemana-mana, aku memanggilnya Mawar ,
awalnya hanya keinginan tuk menasehatinya tapi lama-
kelamaan kami sering bertemu dengan alasan bimbingan mata
kuliah, hingga suatu hari istriq mendengar aq lagi bercanda
dengan Mawar di telpon malam hari bahkan ia sempat
membaca beberapa smsnya,
Dia mencoba mengingatkanku, aq pun berjanji utuk tidak
mengulanginya, hingga ia menemukan sebuah foto Mwar
dengan tulisan pujianky kepadanya.
Dia sangat marah aq pun menyesal sudah menyakitinya hingga
aq pun menangis dan berjanji untuk melupakan Mawar .
Setan memang telah merasuki jiwaq aq belum bisa melupakan
Mawar hingga aq berhubungan lewat jejaring sosial .Dan lagi-
lagi aq ketahuan .
”AA’ dia memanggilku,
Teteh sangat mencintai Aa’ .
Teteh memang sangat cemburu melihat kemesraan Aa’ dengan
wanita lain ,
bahkan rayuan dan pujian itu tidak pernah aa’ berikan
kepadaku aa’ bilang malu
tapi ke gadis itu begitu lancar aa’ mengatakannya.
A’ apa yg sudah aa lakukan itu sudah mendekati zina itu
dilarang oleh agama
apalagi buat seorang laki2 yg sudah beristri itu akan
menjerumuskanmu.
Sekarang sudah berulang-ulang aa’ melakukannya
teteh menyerah
Aa seorang Dosen yg sangat pandai dan yakin mampu
membedakan mana yg haq dan mana yg batil.
hanya teteh tak percaya , sekaligus kecewa karena suami yg
selama ini teteh banggakan akan kebaikan dan kesalehanya
ternyata tega menyakiti hatiku dan menikam di belakangku.
Apa yg dikatakan istriku ternya belum membuatq sadar ,malah
semakin terperosok kedalamnya.
aq tak bisa lepas dari mawar, hingga suatu hari aq
memutuskan untuk menikahinya secara diam-diam.
Insting seorang istri memang sangat kuat akan terasa kalau
suaminya selingkuh hingga Hari yg naas itu tiba,
Dia mengetahui semuanya dan terasa seperti terkena tembak
dia minta aq menceraikannya.
Aq tidak bisa menolaknya dari awal komitmen kami memang tak
akan ada poligami dan jika hal itu terjadi aq harus
menceraikannya.
Rumah tanggaku yg selama ini sudah kami bangun denga
susah payah,
hingga kami sudah mempunyai rumah sendiri hancur sudah.
Semua berawal dari kebodohanku tidak bisa menahan hawa
nafsu.
Setelah bercerai aq harus meninggalkan rumahku,
kulihat istriku meneteskan air matanya. & ku lihat anak-anakku
yg tertidur pulas bocah-bocah kecil yg senantiasa mengusir
kepenatanku ketika aq pulang kerja dengan tingkahnya yg lucu
dan kemanjaan mereka ketika bergelayut di pundakku harus aq
tinggalkan.
Kehidupan baru ku mulai dengan mawar.Di rumah pemberian
orangtuanya yg mewah,
Ketika aq bersama Mawar ku rasakan betapa jauh
perbedaannya dengan istriku.
Ku teringat istriku senantiasa mengajakku untuk sholat jamaah,
sedang untuk sholat aq harus membujuk mawar dulu.
Setiap pagi Istriku senantiasa menyiapkan keperluanq kerja
hingga sarapan pun dia dengan lembut menemaniku,
Bersama Mawar Semua memang telah siap tapi bukan Mawar
yg menyiapkan semua dilaksanakan pembantu.
Mawar sering sekali mengajakku jalan ketempat-tempat yg
jarang aq kunjungi bahkan asing bagiku selama ini.
Shopping ke mall, kongkow di tempat karaoke keluarga bahkan
aq harus membuang waktuku sia-sia untuk menemaninya ke
Salon.
Saat itu ku teringat saat-saat yg indah bersama istriku dan
anak2 ku pergi jalan-jalan ke pasar sore yg ada wahana mainan
anak-anak, tertawa renyah mereka membuatku sangat bahagia.
Jangankan ke salon membeli make up untuk dirinya saja tidak
dia anggarkan semua penghasilannya untuk nyicil rumah dan
membantu keperluan anak2.
Suatu hari aq sakit dan terpaksa harus opname. Dengan alasan
biar cepat sembuh Mawar menyewa seorang perawat untukku.
Dalam kondisi kesakitan anganku melayang betapa istriku dulu
begitu sangat mengkhawatirkan aq ketika aq sakit mulai bicara
dengan dokter membeli obat hingga ia rela ijin kerja untuk
merawatku,
dengan penuh kesabaran ia menyekaku, menyuapiq , membantu
meminum obat dan senantiasa mendampingiku hingga aq
sembuh.
Aq merasakan inilah akibat dari orang yg tidak bersyukur
dengan semua yg telah di anugerahkan Allah kepadaku .
Dalam kegalauanku , aq mulai membuka emailku .
Betapa terkejutnya Di dalamya banyak sekali email masuk ,ku
baca satu persatu
Krisna :
” Kalau tau kamu akan menyakitinya dan selingkuh dengan
gadis lain dulu aq rebut dia dari kamu.dasar pecundang.”
Dia adalah rivalku yg juga mencintai istriku dan mertuaku juga
merestuinya.
Dan aq sangat bangga bisa mengalahkanya dan bisa
memenangkan hati istriku.
Wawan :
”Aa’ Istrimu itu sangat baik dan sholihah, sayang kamu udah
me nyia2 kannya. Aq menyesal sudah mengalah karna tau dia
mencintaimu.”
Dia temanq yg ternyata diam2 juga mengharapkan bisa
mendapatkan istriku
DR.Yanto :
” Kamu akan menyesal karna sudah meninggalkan seorang istri
yg bekerja membatu kamu menafkahi keluarga, dia punya gaji
tetap di BUMN, Dia sehat bahkan dia sudah menganugrahi anak
laki-dan perempuan, kamu tau kan itu semua tidak aku
dapatkan ?”
Temanku sesama Dosen Istrinya sakit kanker dan harus rawat
jalan dan belum dikaruniai anak sampai sekarang.
Masih banyak lagi Email yang serupa dari kelurgaku , dari
keluarganya dari mahasiswaku , yang semua isinya
menyalahkanku.
Tapi ada satu Email yang yang sangat menusuk hatiku
Mr X :
Al hamdulillah, Doa’aku terkabul setelah sekian lama aq
menunggu akhirnya aku punya kesempatan untuk menikahi
seorang bidadari cantik yg bisa memberi kebahagiaan kepadaku
di dunia yg Indah ini dan Di surga kelak. Terimakasih ya kamu
udah mencampakannya kini giliranku untuk menyembuhkan
hatinya yg luka memberikan seluruh hidupku untuk senyumnya
yg indah dan merawat anak-anakmu yg Lucu, Smart dan
membanggakan.Dan Maaf bila kelak kamu melihat betapa
bahagianya aq memiliki istri seperti dia.”
Glek rasanya seperti tersendat tenggorokanku siapa dia
sebenarnya?
Aq terus berfikir siapa Mr X?Hingga akhirnya
Braak..
Suara pintu kamar terbuka Aq lihat mawar baru datang entah
kemana setelah seharian pergi padahal aq ada di rumah, aq
lihat jam menunjukkan pukul 24.00 WIB
“Maaf ya sayang, aq tadi ada pertemuan sama teman- teman
FB ku yg ada di luar negeri wah seru lo sampai kemalaman
deh.”
lalu dia menciumku dan langsung pergi tidur.
Aq tidak bisa berkata apa-apa. Semakin hari aq melihat
kelakuan Mawar yg sangat jauh dar kriteria Istri sholehah,
apalagi hari-harinya selalu di habiskan dengan FB an,
Tweeteran atau BBM an.
Setiap kali aku membutuhkannya dia bilang sibuk.
Hingga suatu hari Allah menunjukkan kebesarannya bahwa
setiap kejelekan akan mendapakan keburukan pula. Pria yg
selingkuh akan mendapatkan pasangan yg selingkuh juga.
Aq baca semua jejaring sosilanya ketika ia lupa mematikan
laptopnya saat dia pergi,
Di luar dugaanku ternyata Mawar sedang berhubungan dengan
seorang laki-laki yang seusianya,
Dari statusnya Mawar sering jalan dengannya dan status
terakhir Malam ini mereka berdua akan check in di sebuah
hotel.
Mawar Mau karena pemuda itu menjanjikan akan menikai
Mawar Secara Resmi.
Karena memang pernikahanku dengan Mawar hanya pernikahan
sirri.
Malam itu Mawar di antar sbuah mobil dengan seorang pemuda
yang persis seperti foto yg ada di lap top.
Aq langsung mendatangi Mereka dan memarahi Mawar serta
Memukul Pemuda itu.
Langsung Aq bilang akan menceraikannya.
Di luar dugaan ternyata Mawar malah tertawa dan berkata”
Wah enak deh aq ndak usah susah2 minta cerai sama mas.
Mas nanti datang ya di pernikahan kami.
Ternyata ngak seru nikah sama orang yg jauh lebih tua dariku
semua serba ada aturan dan lemot.ha.ha.,
Oh ya Mas malam ini juga sebaiknya mas tinggalkan rumahku
ya bawa aja barang-barang mas yg kuno itu.
Daa. Dia langsung ngacir dengan pemuda itu.
Ya Allah aq memang pantas mendapatkan semua ini .
Aq menanis sejadi-jadinya dengan penyesalanku seumur hidup.
Beberapa tahun kemudian, Dari Jauh aku melihat Istriku
Dengan Gamis yg Ekslusif namun sederhana, wajahnya
semakin cantik dan terawat serta bersahaja tampak tersenyum
bahagia .sedang bersiap-siap bersama keluarga barunya untuk
menghadiri acara penyematan gelar Dokter Spesialis anak
putriku.
Ya cita-cita istriku untuk menjadikan putrinya sebagai seorang
Dokter tercapai,
ya Allah kalau saja aq tidak bodoh mungkin aq yang
mendampingi putriku saat itu.
Di Depan Sebuah mobil Mewah ku lihat putraku yg sudah jadi
pengusaha sedang merapikan dasinya , Gagah banget kamu
nak
aq teringat saat kecil dia senang sekali menggigitku,
Tiba-tiba saja dari dalam rumah yang ada di kawasan Elit itu
keluar seorang lelaki gagah dan ganteng serta berwibawa yang
ternyata dialah Mr X yang berhasil menikahi istriku dan mampu
membuatnya tersenyum kembali serta mendidik anak-anakku
sampai berhasil.
Dia menggadeng satu anak laki-laki dan satu anak perempuan
yg kemudia berlarian menghampiri istriku
“Bundaa....”teriak mereka
O pasti itu pasti anak dari hasil pernikahan mereka ganteng dan
cakep.
Klop kebahagiaan mereka.
Kini sisa hidupku ku habiskan seorang diri di rumah kedua
orang tuaku yg telah tiada dengan segenap penyesalan yg luar
biasa.
Tubuhku semakin kurus karna tak ada yg merawatnya
Aq teringat betapa aq sangat gendut setelah menikahi istriku
semua teman teman terkejut karena sewaktu belum menikah
tubuhku memang kurus.
Kesepian menjadi teman sehari-hariku meski sesekali kedua
anakku bergantian menjengukku.
Ya Istriku adalah istri yg luar biasa dengan semua hal yg sudah
aku lakukan padanya dia tidak pernah memutuskan hubungan
darah dan silaturrahmi aq dan anakku
terima kasih dan maafkan aku sayang, aq bahagia kamu
sekarng mendapatkan semua karunia dari Allah dari kesabaran
dan kesholehanmu. aq turut bahagia.
Pesanku bagi para suami jangan pernah selingkuh.
Selingkuh itu memang indah tapi itu awalnya saja dan itu
fatamorgana karna tipuan dari syetan.
Yg kedua bersyukurlah dengan segala yg kaumu punya terima
semua kekurangan istrimu dengan kelebihan yg kamu punya.
Karna dengan selingkuh dan tidak bersukur bukan kebahagiaan
yg akan kamu dapatkan kamu akan terjerumus kedalam jurang
kesengsaraan dan penyesalan seumur hidup seperti aq.
Semoga Cerita ini mampu jadi pelajaran bagi semua.
ﺁﻣِﻴﻦْ ﺁﻣِﻴﻦْ ﺁﻣِﻴﻦْ ﻳَﺎ ﺭَﺏَّ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻤِﻴْﻦَ
Diposkan oleh azza gafi
(Image:google)
[ Read More ]

Posted by PONDOK TNUR - - 2 komentar

Di sebuah perumahan terkenal di jakarta tinggalah seorang
gadis bersama sang ayah, sang ibu telah lama
mendahuluinya pergi sejak ia masih kecil. .
Seorang gadis yg akan di wisuda, sebentar lagi dia akan
menjadi seorang sarjana, akhir jerih payahnya selama
beberapa tahun di bangku pendidikan.
Beberapa bulan yang lalu dia melewati sebuah showroom,
dan saat itu dia jatuh cinta kepada sebuah mobil sport,
keluaran terbaru dari Ford. Selama beberapa bulan dia
selalu membayangkan, nanti pada saat wisuda ayahnya pasti
akan membelikan mobil itu kepadanya. Dia yakin, karena dia
anak satu-satunya dan ayahnya sangat sayang padanya,
sehingga dia sangat yakin nanti dia pasti akan mendapatkan
mobil itu.
Diapun ber'angan-angan mengendarai mobil itu, bersenang-
senang dengan teman-temannya. Bahkan semua mimpinya
itu dia ceritakan ke teman-temannya, Saatnya pun tiba, siang
itu, setelah wisuda, dia melangkah pasti ke ayahnya.
Sang ayah tersenyum, dan dengan berlinang air mata karena
terharu dia mengungkapkan betapa dia bangga akan
putrinya, dan betapa dia mencintai anak itu.
Lalu dia pun mengeluarkan sebuah bingkisan,... bukan
sebuah kunci!
Dengan hati yang hancur sang anak menerima bingkisan itu,
dan dengan sangat kecewa dia membukanya. Dan dibalik
kertas kado itu ia menemukan sebuah Jaket kulit Terkenal, di
belakangnya terukir indah namanya dengan sutra emas.
Gadis itu menjadi marah, dengan suara yang meninggi dia
berteriak, "Yaahh... Ayah memang sangat mencintai saya,
dengan semua uang ayah, ayah belikan jaket ini untukku?"
Lalu dia membuang Jaket itu dan lari meninggalkan ayahnya.
Ayahnya tidak bisa berkata apa-apa, hatinya hancur, dia
hanya berdiri mematung, tak tahu apa yg harus di
lakukannya ..
Tahun demi tahun berlalu,
sang gadis telah menjadi seorang yang sukses. Dengan
bermodalkan otaknya yang cemerlang dia berhasil menjadi
seorang wanita karir. Dia mempunyai rumah yang besar dan
mewah, dan dikelilingi suami yang tampan dan anak yang
cerdas.
Sementara itu ayahnya semakin tua dan tinggal sendiri. Sejak
hari wisuda itu, anaknya pergi meninggalkan dia dan tak
pernah menghubungi dia. Dia berharap suatu saat dapat
bertemu anaknya itu, hanya untuk meyakinkan dia betapa
sayangnya pada anak itu. Sang anak pun kadang rindu dan
ingin bertemu dengan sang ayah, tapi mengingat apa yang
terjadi pada hari wisudanya, dia menjadi sakit hati dan
sangat mendendam.
Sampai suatu hari datang sebuah telegram dari kantor
kejaksaan yang memberitakan bahwa ayahnya telah
meninggal, dan sebelum ayahnya meninggal, dia mewariskan
semua hartanya kepada anak satu-satunya itu. Sang anak
disuruh menghadap Jaksa wilayah dan bersama-sama ke
rumah ayahnya untuk mengurus semua harta peninggalannya.
Saat melangkah masuk kerumah itu, mendadak hatinya
menjadi sangat sedih, mengingat semua kenangan semasa
dia tinggal disitu. Dia merasa sangat menyesal telah bersikap
buruk terhadap ayahnya.
Dengan bayangan-bayangan masa lalu yang menari-nari di
matanya, dia menelusuri semua barang di rumah itu. Dan
ketika dia membuka lemari pakaian ayahnya, dia menemukan
Jaket itu, masih terbungkus dengan kertas kado yang sama
beberapa tahun yang lalu.
sesuatu jatuh dari bagian kantong Jaket itu. Dia
memungutnya.. sebuah kunci mobil! Di gantungan kunci
mobil itu tercetak nama dealer, sama dengan dealer mobil
sport yang dulu dia idamkan! Dia merogoh kantong
sebelahnya dan menemukan sesuatu,, di situ terselip STNK
dan surat-surat lainnya, namanya tercetak di situ. Dan
sebuah kwitansi pembelian mobil, tanggalnya tepat sehari
sebelum hari wisuda itu.
Dia berlari menuju garasi, dan di sana dia menemukan
sebuah mobil yang berlapiskan debu selama bertahun-tahun,
meskipun mobil itu sudah sangat kotor karena tidak disentuh
bertahun-tahun, dia masih mengenal jelas mobil itu, mobil
sport yang dia dambakan bertahun-tahun lalu. Dengan buru-
buru dia menghapus debu pada jendela mobil dan melongok
kedalam. Bagian dalam mobil itu masih baru, plastik
membungkus jok mobil dan setirnya, di atas dashboardnya
ada sebuah foto, foto ayahnya, sedang tersenyum bangga
Mendadak dia menjadi lemas, lalu terduduk disamping mobil
itu, ia menangis. air matanya tidak terhentikan, mengalir
terus mengiringi rasa menyesalnya yang takan mungkin bisa
terobati...
Karya : Harist Irwansyah, Hadiah Terakhir Dari Ayah
Image:google
[ Read More ]

Posted by PONDOK TNUR - - 0 komentar

" Aku terima nikah nya si Dia binti ayah si dia dengan mas
kawin nya... "
Singkat, padat dan jelas..
Tapi taukah makna " Perjanjian / ikrar " tersebut..??
" Maka aku tanggung dosa2 nya si dia dari ayah dan ibu nya,
dosa apa saja yang tlah dia lakukan dari tidak menutup aurat
hingga dia meninggalkan sholat..
Semua yang berhubungan dengan si dia aku tanggung dan
bukan lg orang tua nya yg menanggung serta akan aku
tanggung semua dosa dari caon anak-anak ku kelak.. "
Jika aku gagal..??
" Maka aku adalah suami yang fasik, ingkar, dan aku rela
masuk neraka.
Aku rela malaikat menyiksa aku hingga hancur tubuh ku..
( HR> Muslim )
Duhai para wanita ndan istri..
Begitu berat nya pengorbanan suami mu terhadap mu, karna
saat ijab qobul terucap, Arsy_nya berguncang karna berat nya
perjanjian yg di buat oleh nya di hadapan Allah, dengan di
saksikan para malaikat dan manusia..
Maka andai saja kau menghisap darah dan nanah dari hidung
suami mu, maka itupun belum cukup untuk menebus semua
pengorbanan suami mu terhadap mu..
(Sumber:gruplautancintapenuhberkah)
(Image:google)
[ Read More ]

Posted by PONDOK TNUR - - 1 komentar

Ada sebuah peristiwa yang terjadi pada sebuah desa kecil,
suatu ketika ada seorang ibu yang penuh kasih pergi ke kota
besar, setelah kembali ke rumah dirinya berubah total dari
sebelumnya. Semula ibu ini sangat mengasihi puterinya, tak
peduli seberapa larut pun anaknya pulang rumah, dia akan
menunggu untuk membuatkan makanan enak dan diantarkan
ke hadapan anaknya. Akan tetapi sejak pulang dari kota
besar, sang ibu berubah dan tidak mau lagi mengurus
anaknya, biar pun anaknya pulang sangat larut malam, sang
ibu tidak pernah mengindahkannya,
bahkan tidak memasak lagi di rumah. Ketika sang anak
merasa lapar dan memberitahukan pada sang ibu, dia hanya
menjawab dengan nada dingin: “Kamu sudah besar, apakah
masih belum bisa masak sendiri?”
Dari itu, sang anak berpikir bahwa sang ibu tidak sayang
padanya lagi, lalu timbul perasaan tidak senang dan benci
pada sang ibu, dia mulai mencuci pakaian sendiri, menata
kamar sendiri, saat lapar memasak sendiri, semua urusan
harus dikerjakan sendiri, sebab biar pun dirinya merasa
lelah, haus, lapar atau mengantuk, sang ibu tidak pernah
memperdulikannya. Dalam hati dia beranggapan kalau sang
ibu sudah tiada.
Tak seberapa lama kemudian, sang ibu pun meninggal dunia,
selama selang waktu ini, sang anak sudah jauh hubungannya
dengan sang ibu, bahkan bersikap dingin dan seakan
bermusuhan, sehingga kematian ibunya tidak membawa
dampak kesedihan sama sekali pada dirinya.
Selanjutnya ayahnya kawin kembali, setelah ibu tirinya tinggal
di rumah mereka, dia merasa ibu tirinya sangat baik
padanya, paling tidak masih menyisakan sedikit lauk dan nasi
baginya, setelah lelah seharian tidak perlu memasak sendiri,
jadi hubungan dengan ibu tirinya masih terhitung cukup
harmonis.
Sang anak belajar dengan keras dan akhirnya berhasil dalam
ujian masuk perguruan tinggi. Akan tetapi dikarenakan kondisi
ekonomi keluarga tidak baik, maka dia tidak ada dana untuk
membayar uang kuliah, ketika sedang diliputi kecemasan,
ayahnya menyerahkan sebuah kotak kecil kepadanya dan
memberitahukan kalau sebelum ibunya meninggal dunia ada
berpesan agar pada saat menemui kondisi paling sulit, baru
boleh menyerahkan kotak ini kepadanya.
Sang anak menerima kotak ini dari ayahnya, ketika dibuka
ternyata di dalamnya ada setumpuk uang dengan selembar
surat di sampingnya.
Dalam surat tersebut tertulis pesan ibunya:
Anakku, kali itu ketika ibu pergi ke kota, sebetulnya ibu pergi
memeriksakan kesehatan tubuh, setelah dilakukan
pemeriksaan, barulah ibu tahu kalau ibu terkena kanker dan
sudah stadium akhir, saat itu ibu hampir-hampir tidak bisa
berdiri lagi. Ibu bukan khawatir akan diri ibu, akan tetapi ibu
khawatir akan dirimu. Ibu berpikir jika ibu sudah tiada,
bagaimana dengan dirimu nanti? Kamu masih kecil,
bagaimana kamu bisa melanjutkan hidup? Bagaimana
menghadapi masa depanmu?
Dari itu, sepulangnya ibu ke rumah, ibu bersikap dingin
kepadamu dan ingin kamu mengerjakan sendiri semuanya,
juga tidak peduli lagi padamu agar kamu membenci ibu,
dengan demikian sesudah ibu sudah tidak ada di dunia ini
lagi nanti, kamu tidak akan diliputi dengan kesedihan.
Anakku, walau ibu tidak pernah bertanya padamu, namun di
dalam hati ibu sebetulnya tetap mengkhawatirkan dirimu,
setiap kali kamu pulang larut malam, walau ibu tidak
membuka pintu untuk melihat dirimu, namun ibu tetap
menunggumu pulang. Ketika kamu pulang dengan tubuh lelah
dan perut lapar, ibu membiarkanmu masak sendiri, sebab ibu
berharap sesudah ibu tiada nanti, kamu bisa menjaga diri.
Dulu ibu mengerjakan semuanya untukmu, namun sesudah
ibu tiada nanti, siapa lagi yang akan menjagamu? Segala
sesuatu di kemudian hari harus bergantung pada dirimu
sendiri.
Ibu berlaku buruk padamu, bahkan tidak memasakkan nasi
untukmu dan semua pekerjaan harus kamu lakukan sendiri,
maka dengan demikian ketika nanti ayahmu kawin kembali,
kamu akan berpikir bahwa ibu baru akan lebih baik dari ibu,
sehingga kalian akan dapat berhubungan dengan baik dan
hari-harimu akan lebih mudah dilalui.
Dalam kotak ini ada uang 5000 dolar yang diberikan nenek
kepada ibu, sebetulnya ini adalah uang berobat ibu, namun
ibu tidak rela menggunakannya, ibu tinggalkan untukmu
dengan harapan ketika nanti kamu masuk perguruan tinggi
dan membutuhkan uang, kamu dapat menggunakannya.
Sekarang, ibu meminta bantuan ayah untuk
menyampaikannya kepadamu.
Air mata segera mengaburkan mata sang anak, juga
mengaburkan sepasang mata kita yang membaca kisah ini,
kasih ibu terhadap anak sungguh tanpa pamrih dan penuh
akal budi, mana mungkin ada ibu yang tidak mengasihi
anaknya? Ketika dia harus menahan perhatian dan kasih
dalam hatinya kepada anak, harus berusaha keras untuk
memperlihatkan wajah dingin kepada anaknya, saya sungguh
sulit membayangkan, betapa menderitanya perasaan ibu
ketika itu, namun demi perkembangan anak yang lebih baik
dan kehidupan anak yang lebih berbahagia di masa
mendatang, ibu rela menerima segala kesedihan, bahkan
tidak menyesal untuk membiarkan sang anak salah paham
terhadapnya.
Sumber : Kisahkisah.com
image:google
[ Read More ]

Posted by PONDOK TNUR - - 0 komentar

Sebesar apa pentingnya cemburu bagi kelangsungan
cinta? Bagaimana jika yg bercinta tidak memiliki rasa
cemburu ?
Cemburu adalah bentuk kekhawatiran dalam
ketidaksukaan atas keterlibatan orang lain. Dalam bahasa
arab cemburu memakai kata ghirah dan dayuts yang
berarti perubahan hati dan ledakan kemarahan karena
keterlibatan orang lain dalam sesuatu yang sifatnya
khusus. Hal ini umumnya terjadi di antara 2 insan yang
tengah di landa cinta.
Cinta dan cemburu ibarat 2 sisi mata uang. Kedua
nya tidak dapat di pisahkan. Hanya orang yang mati
hatinya yang tidak pernah cemburu.Cemburu ibarat
garam, masakan yang tidak pakai garam akan terasa
hambar dan tidak enak. Garam yang dibubuhkan
secukupnya akan membuat makanan lezat.
Cemburu itu tandanya cinta, kasih sayang atau
ketergantungan kepadanya. Cemburu menunjukkan
cinta sejati. Seperti halnya siti aisyah yang menunjukkan
kecemburuannya karena Nabi SAW sering menyebut-
nyebut siti Khadijah. Istri pertama Nabi Muhammad. Hal
ini menunjukkan bahwa cemburu adalah fitrah seperti
halnya cinta. Semakin besar rasa cinta semakin besar
pula rasa cemburunya.
“ Tiga orang yang tidak akan masuk surga yaitu
yang durhaka kepada orang tuanya,dayuts (yang
tidak memiliki rasa cemburu)dan wanita yang
berprilaku seperti laki-laki”
(HR.Al-Bazaar)
Hadits ini mengisyaratkan bahwa tidak ada nya
cemburu adalah dosa besar. Seseorang
Yang melihat istrinya digoda orang lain, namun ia tidak
merasa cemburu maka ia termasuk suami yang durhaka.
Atau seseorang melihat istrinya berkhalwat dengan laki-
laki lain, bahkan ia membiarkan nya dengan alasan hak
asasi (alasan yg bodoh) laki-laki seperti itu hakikatnya
tidak memiliki cinta . Dia termasuk laki-laki kerdil dan
hati nya mati.
(Blog rudi handoko)
(Image:google)
[ Read More ]

Posted by PONDOK TNUR - - 0 komentar

Bismillahirr Rahmanirr Rahim ... Ini adalah cerita dari salah
satu Saudaraku yang kucintai karena Allah. Beliau bercerita
sedikit kisah hidupnya yang coba untuk kubagi kepada
saudara-saudari semoga bisa memberi hikmah. Atau mungkin
ada di antara saudara-saudari yang juga mengalami kisah
yang sama dengan saudaraku ini??? Keluarga mereka adalah
keluarga yang sederhana, tak ada yang istimewa dari
pasangan ini, beraktifitas seperti manusia pada umumnya. Di
pagi hari sang suami berangkat untuk menunaikan kewajiban
mencari nafkah, istri pun menjalankan kewajibannya sebagai
ibu rumah tangga. Anak mereka yang baru satu pun tengah
bermain menemani Ummi nya yang bergelut dengan
pekerjaan rumah. Siang telah berlalu memansuki sore hari,
saat yang dinanti oleh sang istri untuk berjumpa dengan
suaminya tercinta. Setiap pukul 17.00 suami sudah sampai di
rumah, bergabung bersama istri dan buah hati mereka
setelah seharian penat oleh pekerjaannya di kantor. Seperti
pasutri (pasangan suami istri) pada umumnya, malam hari di
isi dengan aktifitas rutin setiap malamnya. makan malam,
sholat bersama, membantu anak belajar, ngobrol dan
sebagainya. Namun, saudariku ini sedikit berbeda dari istri-
istri pada umumnya (maybe). Saudariku ini tak bisa tidur jika
tak di dampingi suaminya, dipeluk hingga ia terlelap,
sehingga suaminya harus selalu ada di sampingnya saat ia
hendak tidur. Selama 2 tahun pernikahan mereka, kebiasaan
unik (bagi sang suami) istrinya ini dimaklumi dan dipenuhi
agar tak mengecewakan istri tercintanya. Ya, jika sang suami
belum ngantuk maka cukup dia menemani istrinya saja
hingga istrinya tertidur kemudian ia kembali mengerjakan apa
yang ingin dia kerjakan. Sebelum tidur pun biasanya sang
istri gemar bercerita tentang aktifitasnya di siang hari dan
menceritakan ke suaminya aktifitas buah hati mereka.Sang
istri tentu sangat bangga dengan suaminya yang setia
menemaninya saat hendak tidur. Namun...Beberapa bulan
belakangan ini, ada perubahan dari suaminya. Dan itu
membuat saudariku ini sangat sedih. Ya, suaminya mulai
jarang menemaninya tidur bahkan jarang ngobrol lagi dengan
istrinya di malam hari. Semua itu gara-gara
FACEBOOK,,,"cerita saudariku itu..." Sejak suaminya
bergabung dan sering beraktifitas di Facebook, ia lalu seakan
tak ada waktu untuk sang istri, termasuk untuk si buah hati.
Sepulang kerja, selepas mandi,makan dan sholat, sang
suami lalu bergelut dengan layar laptopnya hingga larut
malam, bahkan sering tertidur di depan laptop, sedang
Facebooknya masih Online. "Hari-hari berlalu...Aku belum
mempermasalahkan sikap suamiku itu. Meski saat ingin tidur
aku selalu diselimuti kesedihan tapi kucoba untuk
menahannya dan tak menyapa suamiku yang tengah asyik
dengan Online nya. Hingga akhirnya aku pun tak bisa
menahan perasaan kesalku itu. Malam itu, saat si kecil telah
tertidur, aku dekati suamiku yang tengah Online di ruang
tengah, aku sengaja merebahkan kepalaku di pundaknya, dan
suami pun kaget."Tidurnya di kamar ya Dik...", katanya
padaku."Nggak, aku mau tidur di dekat Mas...",jawabku."Di
kamar aja, nggak enak tidur di luar sini...", pinta
suamiku."Nggak mau...",kataku lagi. Nampaknya suamiku
sedikit marah melihat tingkahku. Karena sedih, tanpa sadar
aku menangis."Mas sekarang sudah nggak punya waktu
untuk aku. Sepulang kerja langsung di depan laptop, aku
tahu Mas Online untuk membuat tulisan yang dibagi ke
teman-teman di Facebook, tapi apa nggak sebaiknya jika
Mas jangan terlalu sering. Aku juga punya hak atas waktu
Mas, setelah seharian Mas di kantor, aku berharap
sesampainya Mas di rumah adalah waktu untuk aku bersama
Mas. Aku kan kangen sama Mas, seharian pun aku ngurusin
rumah, ngurus si Dede, aku juga mau diperhatiin, mau
ngobrol dan bercanda bersama Mas. kalau bukan sama Mas,
aku melakukan semua itu dengan siapa???" Tangisku
semakin menjadi-jadi, namun suaraku tetap ku kontrol, dan
kulihat suamiku diam menatapku, mendengarkanku, sesekali
ia tertunduk. "Jujur Mas, aku cemburu pada laptop itu, ingin
rasanya kubanting laptop itu agar Mas tak lagi bisa Online,
tapi aku takut akan kelalaian sikapku itu, lagian itu juga tidak
menyelesaikan masalah. Aku juga tidak melarang Mas online,
karena itu tidak haram, tapi aku hanya ingin Mas bisa
membagi waktu dan memberikan hakku atas diri Mas. Aku
cinta Mas, ingin selalu bisa bersama Mas, dan waktu itu
hanya bisa kunikmati di malam hari. Tapi jika Mas sibuk di
Facebook, Mas tak punya waktu lagi untukku. Apa aku salah
menuntut itu semua???",kataku pada suami. Nampaknya
tundukan kepala suamiku sekarang agak lama, setelah ia
mengangkat wajahnya, kulihat matanya memerah, seakan
menahan sesuatu yang hendak ditumpahkan. Suamiku
menangis... Ia memegang tanganku, memelukku dengan erat.
Ia tak lagi menghiraukan laptopnya yang masih menyala dan
layar Facebook nya yang masih On. Sejak saat itu, suami
berubah. Ia kini kembali seperti suamiku yang dulu, yang
selalu menemaniku, dan bermain bersama anak kami. Dia
tetap bermain di FB tapi sangat jarang. Sering kutanya;"Mas
nggak Online???""Nggak, mau nemenin engkau
ajah...",jawabnya sambil bercanda. SubhanAllah...Itulah
suamiku...Yang kusayangi, yang kubanggakan... Ia kini lebih
focus untuk pekerjaan, dakwah dan keluarga kecil kami... ***
Seperti itulah kurang lebih cerita dari pengalaman
saudariku.... Apakah Saudara-saudari mengalaminya??? Ini
bukanlah cerita pertama yang kudengar, banyak lagi kisah-
kisah yang lain, yang bahkan lebih seru dan
menantang...^_^Dan itu semua dengan penyebab yang
sama....FACEBOOK... Tak hanya dari kalangan suami/ikhwan
yang mengalami perubahan setelah mengenal Facebook, tapi
juga para istri/akhwat yang lalai dari kewajiban dan tanggung
jawabnya yang mulia. Sekali lagi...Karena Facebook... Maka
tentu, demi menghindari hal-hal yang tak diinginkan,
membagi waktu dengan maksimal tentu akan menghasilkan
cerita yang optimal. Jangan lalai karena Facebook yaaa...
(nasehat buat saya juga...). Moga cerita ini memberi
hikmah... Wassalam.... * Hamba Yang Dhoif * Sumber:
khoirunnisa-syahidah,blogspot,com Semoga Bermanfaat ...
(Masrozi.blogspot.com)
(Image:google)
[ Read More ]