Selamat Datang Di Pondok Tnur
  • Catatan Admin

    “Assalamu'alaikum wr.wb. Awal januari 2011 pertama kalinya blog pondok tnur ini dibuatkan oleh suamiku untuk mengisi hari-hariku dengan berbagai macam informasi dan cerita. Berjam-jam bahkan terkadang ku habiskan malam untuk mempercantik blog ini...

  • Kisah Seorang Anak Yang Di Aborsi Di Dalam Rahim Ibu

    Bulan 1: Ma, panjangku itu cuma 2 cm, tapi aku udah ada dibadan mama... aku sayang mama, bunyi detak jantung mama itu jadi musik terindah yang menemaniku di sini. Bulan 2: Ma, aku udah bisa ngisep jari imutku lho, di sini hangat ma, nanti kalau aku...

  • Kisah Mengharukan:Suamiku Maafkan Aku

    Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama. Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami...

  • Kisah Seorang Suami Yg menyesal Telah Meninggalkan Istrinya

    Aq mengenalnya saat dalam satu organisasi pemuda Islam, Dia sangat aktif, smart, serba bisa, dan sholehah. Aq sangat tertantang ketika jadi satu dalam forum rapat denganya pendapatnya selalu ku bantah meski ku tau pendapatnya itu benar....

  • Suamiku Aku Cemburu Padanya

    Bismillahirr Rahmanirr Rahim ... Ini adalah cerita dari salah satu Saudaraku yang kucintai karena Allah. Beliau bercerita sedikit kisah hidupnya yang coba untuk kubagi kepada saudara-saudari semoga bisa memberi hikmah. Atau mungkin ada di antara saudara-saudari yang juga mengalami kisah yang sama dengan saudaraku ini??? ...

  • Hadiah Terakhir Dari Sang Ayah (Kisah Sedih mengharukan)

    Di sebuah perumahan terkenal di jakarta tinggalah seorang gadis bersama sang ayah, sang ibu telah lama mendahuluinya pergi sejak ia masih kecil. . Seorang gadis yg akan di wisuda, sebentar lagi dia akan menjadi seorang sarjana...

  • Anakmu Ingin Bermain Denganmu

    Menjelang malam ada seorang anak kecil sedang duduk diteras sambil melihat-lihat pintu gerbang. Anak kecil itu menunggu kedatangan Mamah dan Papah-nya untuk bisa main denganya. Anak itu tiba-tiba tersenyum dan bangkit dari duduknya setelah melihat Mamahnya membuka pintu gerbang lalu berkata pada Mamahnya...

  • Suamiku Kini Telah Tiada dan Penyesalanku Yang Terus Ada

    Kisah nyata yang akan membuat setiap orang terharu setelah membacanya ini saya dapatkan dari sebuah notes di facebook bernama @Rina Amalina, semoga dapat menjadi pelajaran bagi kita semua terutama bagi kaum hawa yg sudah berkeluarga... Ini adalah kisah nyata di kehidupanku...

sperky, prstene
Posted by PONDOK TNUR - - 0 komentar

 Saya yakin semua kita kenal dengan sebuah permainan yang pemenangnya hanya ditentukan nasib oleh enam sisi dadu.  Ya permainan ular tangga kawan!!untuk memenangkan permainan ini anda tak perlu punya keahlian apa-apa, tak perlu punya keterampilan apa-apa, kecuali mampu mengocok dadu dan melemparkannya, anda bisa menang, atau juga kalah. Ini benar-benar hanya untung-untungan. Kadang hanya dengan tiga empat kali naik tangga, anda sudah ada di lajur teratas, selangkah menuju finish. Tapi lebih sering kita telah jauh berjalan, telah lama berputar-putar, bahkan sudah malas rasanya tangan ini melemparkan dadu, tapi tetap saja kita di situ, progres kita seperti jalan di tempat, kerja kita hanya naik tangga dan dan kemudian menuruni badan ular dari ekor ke kepalanya, tanpa jelas kapan kita akan finish.
Kawan, tanpa kita sadari kadang hidup kita layaknya seperti permainan ular tangga. Kadang kita merasa sudah berjalan begitu jauh, sudah menghabiskan begitu banyak bekal, sudah menguras sekian banyak energi, tapi kita sebenarnya masih ada di situ atau bahkan kita kembali mundur. Jalan yang kita tempuh serasa belum mengantar kita kemana-mana. Kerja yang sudah kita lakukan belum sedikit jua membawa perubahan.
Tapi yang paling mengenaskan dan perlu dikasihani adalah mereka yang sudah berjalan jauh, yang sudah menghabiskan sekian banyak bekal, yang sudah mengeluarkan sekian besar tenaga, tak pernah sadar kalau mereka sebenarnya belum kemana-mana. Yang mereka tahu mereka hanya berjalan dan berjalan. Layaknya permainan ular tangga tadi, tak sedikitpun sadar kalau sebenarnya mereka lebih sering menuruni badan ular daripada meniti anak tangga.
Kawan, jika anda berjalan di suatu medan terbuka dan anda dipandu oleh peta, maka perhatikan selalu peta anda untuk memastikan anda tetap laju ke tujuan dan tidak “mbulet” di tempat yang sama. dalam kenyataannya, jika anda melenceng satu derajat saja, dan anda telah berjalan sejauh 10 kilometer, maka dipastikan anda sudah tersesat sangat jauh. Apa lagi kalau anda berjalan tanpa peta, tanpa panduan.
Mereka layaknya para pengecut zionis yang merampas tanah palestina. Sejauh ini mereka merasa masih terus berjalan, meneruskan perampokan tanah Palestina, mereka masih merasa terus maju. Tapi sebenarnya mereka tak pernah sadar, bahwa sebenarnya mereka mundur, jauh. Kesakitan mental warganya yang kian hari kian parah namun bersamaan dengan itu mereka sedang membangun mental-mental yang kian garang pada warga palestina dan umat islam.
Atau mereka layaknya para islamofobia di Eropa sana. Yang sampai saat ini mereka masih merasa berjalan maju untuk mematikan islam di Eropa. melarang adzan, melarang muslimah berjilbab, melarang mendirikan masjid, dan makar-makar lainnya. Tapi apa kenyataannya, mereka sebenarnya mundur, jumlah muslim di Eropa berlipat-lipat bertambah tiap tahunnya.
Kawan, mari berhenti sejenak, ambil waktu untuk beristirahat, memeriksa peta kita, mengisi bekal minum kita. Periksa lagi perjalanan, sudah sampai di mana kita. Sudah sejauh apa kita berjalan. Sudah sedekat apa kita dengan tujuan kita. Sudah sebesar apa perubahan yang pernah kita torehkan. Jangan sampai kita termasuk orang-orang “yang merasa telah melakukan banyak hal, tapi sebenarnya belum melakukan apa-apa.” Atau lebih parah lagi orang-orang “membanggakan kerja yang dilakukan oleh orang lain“.
Kawan, jangan terlalu lama beristirahat, mari kita berjalan lagi, mari kita beramal lagi. Jalan kita masih panjang, samudera tugas membangun peradaban masih membentang dan HARAPAN ITU MASIH SANGAT ADA. (Adi Putra/ Dakwatuna.com)
(sumber:http://www.suaramedia.com/artikel/kumpulan-artikel/40230-terlanjur-bangga-jangan-jangan-kita-jalan-di-tempat.html)
[ Read More ]

Posted by PONDOK TNUR - - 0 komentar

kalo haid kamu ga lancar, kira-kira apa penyebabnya ya.....
Menstruasi adalah proses bulanan tumpahan lapisan bagian dalam dan darah uterus melalui liang kelamin wanita atau vagina. Keluarnya cairan yang mengandung darah ini terjadi pada wanita yang sudah memasuki usia subur dan yang sedang tidak hamil. Peristiwa ini dimulai dengan adanya pengeluaran selaput lendir rahim di bagian dalam rahim atau endometrium.
Di bawah pengaruh hormon estrogen, endometrium pun jadi tumbuh menebal, menantikan datangnya sel telur. Ibaratnya lapisan tebal endometrium ini seperti karpet atau tanah subur yang siap menanti datangnya sel telur atau okulasi. Pada puncak pertengahan siklus haid yang optimal, terjadilah pelepasan sel telur. Nah, saat itulah bila ada sel sperma masuk, sel telur dan sperma ini bersatu menjadi zygote (bakal janin) dan menempel pada endometris yang sudah mencapai ketebalan maksimal tadi.
Proses seperti ini akan berulang setiap bulan, sepanjang tidak terjadi pembuahan yang menghasilkan zygote. Pada waktunya, tumbuh lagi selaput yang baru. Dengan kata lain, karpet tadi digelar lagi, lalu tanggal lagi, begitu seterusnya.
PENGARUH DIET DAN OLAHRAGA
Jadi, menstruasi sebetulnya sesuatu yang normal, sehingga semua wanita mengalaminya. Pada setiap wanita, siklus haid ini pun bervariasi. Rata-rata berjarak 28 hari, namun bisa juga sampai 42 hari. Jika sampai terjadi keterlambatan pun, semisal sampai 3-4 bulan, juga tak perlu terlalu dikhawatirkan. Tapi disarankan sebaiknya periksa ke dokter spesialis. Apalagi kalau telat sampai 5-6 bulan.
Sering orang salah mengerti, kalau sampai 3 atau 4 bulan tidak haid, mereka menyangka darahnya bisa mengumpul di dalam, menggenang, dan lama-lama bisa berbahaya. Padahal jika tidak haid, berarti tidak ada pendarahan bdi dalam tubuh. Tidak mens berarti tidak ada endometrium yang lepas. Jadi bukan berarti ada darah yang mengumpul. Darah baru keluar jika selaput lendirnya lepas. Jika tidak lepas, ya tidak berdarah. Jadi jangan khawatir.
Lantas apa saja yang menyebabkan mens telat? Penyebabnya bisa bermacam-macam. Bagi yang masih belum menikah, penyebabnya bisa karena terlalu lelah. Contohnya, belajar terlalu keras bagi yang masih sekolah atau kuliah, atau berolahraga kelewat berat. Sebaliknya bisa juga terjadi pada mereka yang biasa berolahraga dan menghentikan kebiasaannya secara tiba-tiba. Pola makan pun bisa mempengaruhi siklus haid. Misalnya, mereka yang biasa makan banyak dan mendadak diet. Ini akan membuat tubuh stres. Atau bisa jadi badan kurus jadi gemuk. Pokoknya, tiap ada perubahan berat badan mencolok.
Jenis-jenis obat tertentu juga bisa mengusik pola haid, terutama obat-obatan yang mengandung hormon. Contohnya,obat untuk mengatasi gatal-gatal atau obat sakit telinga. Begitu pula obat-obatan KB atau suntik KB. Baru setelah berhenti minum obat, haid akan kembali lancar. Keterlambatan haid lebih sering dialami mereka yang masih gadis, karena pola okulasinya belum teratur. Hanya saja, kalau sudah terbiasa haid kemudian haidnya tidak ada, harus bertanya pada diri sendiri. Jangan-jangan pernah minum obat tertentu.
SULIT PUNYA ANAK
Kasus yang perlu diwaspadai adalah gadis remaja yang belum juga mendapat haid. Terlebih jika usianya sudah mencapai 17 tahun. Jika ini terjadi, sebaiknya segera lakukan pemerikasaan. Sebab, bisa saja ada kemungkinan selaput darahnya tertutup rapat. Normalnya, selaput darah itu mempunyai lubang-lubang. Kalau tertutup rapat, dia mungkin bisa haid, tapi haidnya tidak bisa keluar. Nah, yang ini memang betul darahnya bisa mengumpul di dalam.
Untuk yang sudah menikah, keterlambatan haid dapat disebabkan oleh kemungkinan baru selesai melahirkan atau menyusui. Ada pula kemungkinan karena terserang infeksi, termasuk penyakit infeksi akibat hubungan seks. Bagi yang berusia di atas 35 tahun, juga mesti waspada terhadap adanya tumor indung telur.
Ada juga wanita yang mengalami perdarahan di antara dua masa haid. Kalau ini terjadi pun harus segera diperiksakan. Perdarahan yang terjadi dengan siklus kurang dari 21 hari jelas tak normal, terutama bagi yang sudah tidak gadis lagi. Kalu mereka yang masih di bawah umur 20 tahun, mungkin hanya karena gangguan hormon.
Benarkah haid yang tidak teratur menyulitkan punya anak? Pandangan ini tidak selalu tepat. Sering terjadi, pasien wanita ingin punya anak tapi menstruasinya tidak teratur. Lalu dia datang ke dokter minta agar menstruasinya bisa dibuat teratur sehingga bisa punya anak. Ini tidak selalu bisa. Sulit punya anak tidak selalu berkorelasi dengan siklus haid.
Sebagian kasus menstruasi yang tidak teratur bisa diatasi dengan menjalani pola hidup yang teratur pula. Bagi yang mengalami ketidakteraturan secara mendadak, sebaiknya jangan stress, tidak merokok, apalagi minu-minuman beralkohol. Makan, bekerja, dan tidur hendaknya teratur. Seringkali orang lupa istirahat. Maunya kerja saja terus dengan mengabaikan tubuh yang sudah lelah.
Akan tetapi, ada pula yang mengalami ketidakteraturan menstruasi sejak awal. Mereka yang mengalami hal seperti inilah yang perlu berkonsultasi dengan dokter spesialis. Misalnya haidnya yang datang hanya 4 bulan sekali. Saran lain adalah jangan minum obat sembarangan. Juga, biasakan secara teratur datang ke dokter kandungan
PERBANYAK MAKAN BUAH DAN SAYURAN
Selain haid tidak teratur, hal lain yang kerap mengganggu kaum wanita adalah nyeri menjelang menstruasi atau pada saat haid. Rasanya seperti mulas bercampur keramketika darah sedang keluar. Rasa nyeri ini merupakan sesuatu yang wajar, karena dinding rahim saat itu sedang berkontraksi atau mengkerut untuk mengeluarkan gumpalan darah.
Nyeri ini lebih terasa pada wanita yang belum pernah melahirkan. Pasalnya, mulut rahim mereka masih kecil, sehingga rasanya seperti orang yang sedang melahirkan. Inipun sesuatu yang normal. Kecuali bagi wanita yang memang sangat sensitif, yang rasanya bisa sangat menyiksa. Namun, biasanya setelah menikah dan memiliki anak, ini akan hilang.
Akan tetapi, jika nyeri itu hebat dan berkepanjangan, p;erlu diwaspadai adanya kemungkinan ia menderita endometriosos. Dalam hal ini, sel-sel bagian dalam rahim tumbuh tidak di dalam rahim, tapi juga di luar. Misalnya, di ovarium atau saluran tuba yang sangat menyakitkan.
Jika nyeri menjelang haid begitu hebat sampai terasa melumpuhkan, sebaiknya segera periksa ke dokter. Terlebih bagi yang sudah berhubungan badan, karena mungkin merupakan suatu gejala infeksi. Nah, bila terjadi pelekatan organ genitalia internal akibat dari infeksi tersebut, dampaknya bisa menyulitkan punya anak.
Pusing yang menyertai menstruasi juga merupaka hal yang wajar. Pasalnya, wanita yang menjelang haid biasanya memang mengalami pre-menstruasi tension atau ketegangan menjelang haid. Efeknya antara lain perasaan tertekan, jerawatan, payudara nyeri, badan sakikt-sakit, perut serasa kembung, bengkak,ada rasa nyeri. Makanya, jadi lebih gampang marah atau sebaliknya dan perubahan emosi lainnya.
Semua itu, wajar-wajar saja dan tidak berbahaya. Untuk mengurangi kondisi yang tidak nyaman ini, dianjurkan mengurangi makanan yang banyak mengandung garam, bumbu penyedap, atau terlalu banyak mengandung minyak. Perbanyaklah makan buah dan sayur, cukup makanan yang mengandung minyak. Perbanyaklah makan buah dan sayur, cukup makanan yang mengandung karbohidrat dan tinggi serat. (sumber: http://kuliahbidan.wordpress.com/2008/07/26/aneka-penyebab-telat-haid/)
Nah... kalo ternyata haid kamu lebih cepat dari biasanya, terus tanda-tanda darahnya bukan seperti darah yang biasanya, maka itu adalah darah istihadahah.
artikelnya bisa dilihat disini : http://images.multiply.com/common/smiles/smile.png
Istihadhoh adalah darah yang keluar dari jalan keluarnya darah haid, namun bukan pada masa-masa haid dan bukan pula nifas atau terkadang bersambung dengan keduanya. Ia bukanlah darah adat kebiasaan dan tabiat kaum wanita. Ia adalah darah yang bersumber dari penyakit yang ada di dalam rahim, warnanya merah dan tidak akan berhenti kecuali jika sakitnya sembuh.
Apabila ada darah bersifat seperti yang tersebut dalam penjelasan di atas, maka dihukumi sebagai darah istihadhoh dan ini adalah perkara yang sudah amat jelas dan mudah dipahami.
Masa Istihadhoh
Bagaimanakah hukumnya jika darah yang keluar terus-menerus tersebut bergandeng dengan darah haid?! Jawab: Masalah ini tidak terlepas dari beberapa keadaan berikut:
  1. Wanita yang mengalami hal ini, memiliki adat dan kebiasaan haid yang telah dimaklumi
    Dalam keadaan seperti ini hendaknya dia menunggu seukuran kebiasaan waktu haidnya lalu mandi dan sholat. Darah yang keluar setelah habis waktu kebiasaan haidnya adalah darah istihadhoh, bukan darah haid. Dasar hukumnya adalah perkataan Rosululloh shollallohu ‘alaihi wassallam kepada Ummu Habibah rodhiallohu’anha: “Diamlah (tidak sholat dan puasa) seukuran masa haidmu, lalu mandi dan sholatlah.” (HR. Muslim dan Abu Dawud)
  2. Tidak mengetahui adat kebiasaannya, tetapi dapat membedakan antara darah haid dengan selainnya
Dalam keadaan seperti ini hendaknya ia berusaha melihat dan membedakan darah yang keluar darinya. Jika ia melihat darah haid maka ia tidak sholat dan tidak pula puasa. Dan apabila telah bersih atau tidak terlihat tanda-tanda darah haid hendaklah dia mandi dan sholat serta puasa.
  1. Wanita yang baru pertama kali mengalami haid.
Dalam keadaan seperti ini, maka ia mengiaskan keadaannya dengan keadaan kebanyakan wanita yang terdekat dengannya, seperti ibu, saudari perempuan, atau bibinya. Artinya, jika ibunya atau yang lainnya dari wanita yang terdekat dengannya memiliki kebiasaan haid tujuh hari maka dia menghukumi dirinya bahwa masa haidnya adalah tujuh hari dan seterusnya.
Walhasil, dia mengikuti adat dan kebiasaan haid wanita yang terdekat dengannya. Lalu (setelah hitungan hari haidnya selesai) dia mandi dan sholat serta puasa, dan jika masih keluar darah maka dihukumi sebagai darah istihadhoh.
  1. Wanita yang lupa waktu dan adat kebiasaan haidnya
    Wanita yang dalam kondisi seperti ini hukumnya seperti wanita yang baru pertama kali mengalami haid.
Wajibkah berwudhu setiap kali hendak sholat?
Rosululloh bersabda kepada Fathimah binti Abi Qubaisy: “Dan berwudhulah di setiap hendak sholat sehingga datang waktu haid.” (HR. Bukhori)
Dan Rosululloh bersabda pula: “Dan ia (wanita yang terkena istihadhoh) berwudhu di setiap hendak sholat.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Jika seseorang bertanya: Apakah hukum wudhu di sini? Wajib atau sunnahkah? Maka katakanlah: Pendapat yang kuat dalam masalah ini, hukumnya adalah sunnah. Apabila ia telah berwudhu, wudhunya tidak dianggap batal kecuali dengan pembatal-pembatal. Ia tidak wajib berwudhu di setiap hendak sholat karena ia tidak mendapat manfaat dengan memperbarui wudhunya dan karena hadatsnya terus-menerus, tiada berhenti sekejap pun. Dan adapun yang menjadi dalil kesunnahannya adalah keumuman hadits Buroidah rodhiallohuanhu: “Nabi berwudhu di setiap hendak sholat, maka pada saat hari perang pembukaan kota Makkah beliau berwudhu dan mengusap kedua sepatunya dan melakukan beberapa kali sholat dengan satu kali wudhu.” (HR. Muslim)
Wajibkah mandi setiap hendak sholat?
Wanita yang terkena sakit istihadhoh disunnahkan untuk mandi di setiap hendak sholat jika mampu. Inilah yang paling utama baginya, sebagaimana yang dilakukan oleh Ummu Habibah rodhiallohu’anha. Ummul Mu’minin Aisyah rodhiallohu’anha berkata: “Maka Ummu Habibah mandi di setiap kali hendak melakukan sholat.” (HR. Muslim)
Dan inilah pendapat jumhur ulama. Adapun hadits yang mewajibkan mandi di setiap hendak sholat tidaklah shohih sebagaimana yang dinyatakan oleh Syaikh Shiddiq Hasan Khon dalam Roudhotun Nadiyyah dan juga al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari.
Apabila tidak mampu mandi di setiap hendak sholat maka dia boleh menjamak antara Zhuhur dan Ashar dengan satu kali mandi. Lalu menjamak Maghrib dan Isya’ dengan satu kali mandi. Lalu mandi ketika hendak sholat Shubuh. (Lihat hadits hasan riwayat Abu Dawud: 287 dan Tirmidzi: 127) Dengan demikian ia mandi sebanyak tiga kali dalam sehari semalam.
Bagaimana jika tidak mampu melakukan kedua hal di atas? Jawab: Bila memang tidak mampu melakukan kedua hal di atas, ketahuilah—rohmatullohi ’alaikunna—bahwa yang wajib bagi wanita yang terkena istihadhoh adalah mandi satu kali ketika bersih dari haidnya.
Wajib Sholat dan Puasa
Telah kita maklumi bahwa darah istihadhoh bukanlah darah haid dan hukumnya pun berlainan dengan hukum darah haid. Ulama telah sepakat bahwa hukum wanita yang terkena sakit istihadhoh seperti hukum wanita yang suci (tidak haid). (Lihat Shohih Fiqh Sunnah 1/217)
Rosululloh bersabda kepada kaum wanita yang terkena istihadhoh: “Apabila datang haidmu maka tinggalkanlah sholat. Dan jika telah berlalu maka cucilah darah darimu lalu sholatlah.” (HR. Bukhori dan Muslim)
Boleh Beri’tikaf
Dari Aisyah, beliau berkata: “Salah satu istri Rosululloh melakukan i’tikaf bersama Rosululloh, dia melihat darah dan cairan berwarna kekuning-kuningan dan wadah tempat darah berada di bawahnya sedangkan dia dalam keadaan sholat.” (HR. Bukhori)
Dan ulama telah sepakat tentang bolehnya kaum wanita yang terkena istihadhoh untuk melakukan i’tikaf di masjid, sebagaimana dinukil oleh Imam Nawawi dalam Syarh Shohih Muslim.
Boleh Bersetubuh Dengan Suaminya
Alloh Ta’ala berfirman dalam surat al-Baqoroh [2]: 222;
Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: “Haid itu adalah suatu kotoran.” Oleh sebab itu, hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Alloh kepadamu. Sesungguhnya Alloh menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.
Dalam ayat ini Alloh menegaskan bahwa wanita yang haid tidak boleh dicampuri. Sedangkan istihadhoh bukanlah haid, maka tidak mencegah suami wanita yang terkena istihadhoh mengumpuli istrinya.
(sumber:http://astynich.multiply.com/journal/item/49/Haid_Ga_Teratur_Emang_bikin_Binun_komsumsicewekyaw)
[ Read More ]

Posted by PONDOK TNUR - - 0 komentar

Orangtua terkadang bingung karena pada usia tertentu anaknya belum bisa berbicara. Hal ini membuat orangtua bertanya apakah kondisi tersebut masih terbilang normal atau justru menandakan adanya gangguan.

Ike R Sugianto, Psi, seorang psikolog anak menuturkan untuk mengetahui apakah anak mengalami gangguan bicara atau tidak perlu diperhatikan tahapan dari perkembangan bicara anak. Berikut ini tahapan perkembangan bicara dan bahasa yang dialami anak yaitu:

Usia 0-6 bulan
Perkembangan bicara dan bahasa:
  1. Cooing (suara yang tidak beraturan)
  2. Menoleh ke sumber bunyi atau berhenti menangis kalau mendengar suara
  3. Adanya kontak mata untuk mengikuti gerakan benda
Stimulasi yang bisa diberikan:
  1. Berbicara pada bayi dengan penuh atensi
  2. Menggunakan intonasi yang menarik
  3. Berkomunikasi misalnya bermain cilukba atau bernyanyi saat melakukan aktivitas bersama seperti pada waktu makan, mandi atau ganti popok.
Usia 6-12 bulan
Perkembangan bicara dan bahasa:
  1. Babbling atau pengulangan suku kata yang sama seperti mamama atau bababa
  2. Meningkatnya pemahaman atas kegiatan sehari-hari
  3. Ada echolalia (membeo) mulai dari 3-5 kata
Stimulasi yang bisa diberikan:
  1. Memberikan respons pada ocehan yang dikeluarkan si kecil
  2. Menggunakan kalimat pendek dengan tempo lambat dan 1 bahasa
Usia 12 bulan
Perkembangan bicara dan bahasa:
  1. Mengenali nama sendiri
  2. Memahami instruksi sederhana seperti kiss bye atau dagh-dagh
  3. Kata pertama sebanyak 5-6 kata
Stimulasi yang bisa diberikan:
  1. Memberikan tanda pada setiap tindakan
Usia 18 bulan
Perkembangan bicara dan bahasa:
  1. Memahami 10-20 kata termasuk nama-nama orang
  2. Menyebutkan nama obyek dari foto atau gambar
  3. Mulai menggunakan kalimat yang terdiri dari 2 kata
  4. Mulai mengungkapkan keinginannya seperti 'minta' atau 'permen'
  5. Mampu bertanya dengan kalimat sederhana seperti 'mana bola?'
  6. Menggunakan bahasa non-verbal seperti menunjuk, bersenandung atau bernyanyi
Stimulasi yang bisa diberikan:
  1. Memberikan lagu sederhana atau kata yang berulang-ulang
  2. Menjelaskan apa yang sedang ditonton si kecil
  3. Memberikan pujian
Usia 24 bulan
Perkembangan bicara dan bahasa:
  1. Memahami pertanyaan dan perintah sederhana
  2. Memahami instruksi yang lebih luas
  3. Lebih banyak menggunakan penggabungan dua kata dan menggunakan kalimat yang lebih panjang (3 kata)
  4. Anak menunjuk dirinya sendiri dengan nama
  5. Mulai menggunakan kata negatif seperti 'tidak pergi' atau 'jangan'
  6. Memahami minimal 50 kata
  7. Bertahan mengikuti aktivitas selama 6-7 menit
Stimulasi yang bisa diberikan:
  1. Memperluas penggunaan kata baru
  2. Memperjelas arti suatu kata dengan menggunakan bahasa tubuh dan intonasi
  3. Menggunakan percakapan sederhana
  4. Merangsang anak dengan pertanyaan sederhana lalu tunggu respons dari anak selama 10 detik
  5. Membaca buku dengan kalimat yang berulang-ulang dan sederhana
  6. Memberikan permainan dengan istruksi seperti 'Pegang hidung' atau anggota tubuh lainnya
Usia 30 bulan
Perkembangan bicara dan bahasa:
  1. Memahami 400-800 kosa kata
  2. Mampu menyebutkan nama depan
  3. Bisa menggabungkan antara kata kerja dan kata benda
  4. Mampu menyebut 7 anggota tubuh
  5. Mulai bisa membedakan barang berdasarkan bagian atau fungsinya seperti 'mana yang punya roda' atau 'yang mana yang bisa dipakai untuk makan'
  6. Bisa memahami konsep besar dan kecil
Stimulasi yang bisa diberikan:
  1. Membaca cerita dan menjawab pertanyaan sederhana
Usia 3 tahun
Perkembangan bicara dan bahasa:
  1. Paling sedikit mampu menyebutkan 1 warna
  2. Sering berbicara waktu bermain atau saat sedang sendiri
  3. Bisa menceritakan sebuah cerita sederhana
  4. Bisa menggunakan 3-4 kalimat
  5. Memahami kalimat seperti 'Coba tunjuk yang mana bintang'
  6. Memahami 900-1.500 kosa kata
  7. Menggunakan kata tanya seperti mengapa dan apa
Stimulasi yang bisa diberikan:
  1. Mulai menggunakan kalimat yang terdiri dari 3-4 kata
  2. Membicarakan kegiatan sehari-hari
  3. Bermain dengan teman sebayanya
Usia 4 tahun
Perkembangan bicara dan bahasa:
  1. Mamahami 1.500-2.000 kosa kata
  2. Memahami kata jika, karena atau siapa
  3. Menggunakan 4-5 kata dalam satu kalimat
  4. Mulai menggunakan struktur bahasa yang rapi
  5. Memberikan artikulasi yang lebih jelas
  6. Mampu mengikuti perintah 2-3 langkah
Stimulasi yang bisa diberikan:
  1. Mengunjungi kebun binatang atau sebuah pertunjukkan
  2. Berbicara dengan kalimat atau membacakan cerita yang lebih panjang
Usia 5 Tahun
Perkembangan bicara dan bahasa:
  1. Memahami 2.500-2.800 kosa kata
  2. Mendefinisikan obyek berdasarkan fungsinya
  3. Terkadang masih bingung antara kemarin, dulu atau besok
  4. Mampu bertukar informasi, bisa menjawab telepon dan menghubungkan cerita
  5. Menggunakan 5-6 kata dalam satu kalimat
Stimulasi yang bisa diberikan:
  1. Mendengarkan apa yang diucapkan anak
  2. Memberi kesempatan bagi anak untuk mengutarakan perasaannya
Jika anak belum mencapai tahapan tersebut ada kemungkinan anak mengalami gangguan bicara. Namun ada beberapa faktor yang terkait dengan gangguan perkembangan bicara dan bahasa pada anak seperti:
  1. Gangguan pendengaran
  2. Gangguan pemrosesan sensorik
  3. Kelainan organ bicara
  4. Bingung bahasa (bilingual)
  5. Selective autism
  6. Perkembangan otak yang kurang optimal
  7. Indikasi adanya gangguan yang lebih serius seperti keterbelakangan mental atau gangguan spektrum autis.
Untuk mengetahui apakah ada gangguan tersebut atau tidak, orangtua bisa melakukan beberapa pemeriksaan seperti ke dokter THT dan pemeriksaan tumbuh kembang dengan ahli terapis wicara, psikolog, psikiater, dokter anak.
"Jika memang diketahui adanya gangguan, maka pemilihan terapi yang diberikan sangat tergantung dengan faktor terkait tersebut dan juga kondisi anak," ujar Ike yang juga pendiri Potentia Center dalam rilis seminar Identifikasi Gangguan Perkembangan yang diterima detikHealth, Jumat (1/4/2011).
Meski demikian ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh orangtua dan guru yaitu:
  1. Memperbanyak waktu untuk bermain bersama
  2. Mengikuti minat dan masuk ke dalam dunia anak, baru secara perlahan mengarahkan anak
  3. Menggunakan 1 bahasa terlebih dahulu sehingga anak tidak bingung
  4. Menggunakan tempo bicara yang sedang
  5. Menggunakan kalimat pendek seperti 1-2 kata
  6. Memperbanyak ekspresi yang seru seperti 'Wow ! Oh-oo'
  7. Meminta respons timbal balik dari anak mulai dari hal yang bisa dilakukannya seperti tos, cium atau mengangguk
  8. Memberikan jeda 5 detik antar kalimat pengulang
  9. Menggunakan alat bantu visual
 (sumber:detik.com)
[ Read More ]

Posted by PONDOK TNUR - - 0 komentar

 Dahulu kala terkisah ada seorang anak yang duduk di atas keledai dan sang ayah berjalan disamping sambil menuntun keledai yang dinaiki oleh anaknya.Tanpa terasa mereka melewati kerumunan orang di pasar, berkatalah salah satu dari mereka, "Lihat, anak yang durhaka, si ayah disuruhnya berjalan sementara ia asyik menaiki keledainya!"

Demi mendengar hal tersebut sang anak berkata,"Ayahku, lebih baik ayah saja yang duduk disini biarlah aku berjalan saja". Berlanjutlah perjalanan mereka, tak lama kemudian mereka melewati sekumpulan ibu-ibu yang sedang sibuk mencuci di sungai, berkatalah salah satu dari mereka, "Lihatlah, Ayah yang kejam, dia asyik menaiki keledainya sementara anaknya disuruhnya jalan!".

Demi mendengar perkataan orang tersebut sang ayah berkata, "Nak lebih baik kita tidak usah menaiki keledai ini mungkin kita tuntun saja" sang ayah berkata kepada anaknya sambil turun dari punggung keledai tersebut. Baru beberapa langkah ada seorang pria berkata, "Apakah kalian menuntunnya dari rumah sampai tujuan? alangkah bodohnya kalian mengapa kalian tidak menaiki saja keledai ini, tampaknya ia cukup kuat"

Demi mendengar perkataan orang tersebut sang ayah berkata, “Nak lebih baik kita naik bersama saja ya..”. bapak yang sedang menaiki keledai bersama anaknya kemudian mereka melewati sebuah perkampungan, bertemulah mereka dengan sekumpulan orang yang sedang asyik minum di sebuah kedai. "Alangkah kejamnya mereka! keledai itu mereka naiki berdua!"

Demi mendengar perkataan orang tersebut sang ayah dengan ragu berkata, ““Nak kita angkat berdua saja keledai ini ya…”. dengan susah payah sang ayah dan anak mengangkat keledai itu di atas kepala mereka, menjelang tempat tujuan seorang kerabat berkata, "Apakah kalian mengangkatnya dari rumah sampai kesini?...sungguh gila kalian, mau-maunya kalian menyiksa diri mengangkatnya padahal keledai itu ibarat kereta yang terlahir mengantarmu kemana pun.

Sebuah hikmah yang dapat kita ambil adalah bahwa lakukanlah menurut kita yang terbaik harus kita lakukan kalaupun ada kritik ataupun pendapat dari banyak orang perhatikan bahwa tidak semua pendapat itu harus kita ikuti karena tidak semua orang memiliki pandangan yang sama..
[ Read More ]

Posted by PONDOK TNUR - - 0 komentar

Pernahkah kita baik disengaja atau tidak kita pernah bahkan sering mengajarkan anak-anak kita menipu, sebuah latihan berbohong yang terkadang tanpa kita sadari telah membentuk karakter dari buah hati kita..
"Maaf nggak ada receh" kata-kata itu mungkin pernah kita lontarkan ketika kita sedang kesal dengan pengamen dan tidak ingin memberi, padahal anak kita melihat dengan jelas kalau di laci mobil atau rumah tersedia uang receh. INI LATIHAN BERBOHONG! seharusnya berikan saja, 100 atau 500 rupiah dibandingkan nilai yang akan kita tanamkan kepada mereka, itu tidak ada ruginya sama sekali.
"Ayo sayang, sekali lagi.terakhir nih..." ketika anak kita sulit makan kita sering memaksa dengan mengatakan bahwa cuma sekali lagi atau terakhir, tapi itu berlanjut berkali-kali sampai suapan terakhir. INI LATIHAN BERBOHONG! mendidik anak untuk tidak komitmen, carilah cara lain seperti memberikan semangat atau rangsangan / pujian.
"Nggak apa-apa cuma diperiksa kok.." nyatanya sang anak disuntik dan ia menangis keras, selain sakit ia merasa dibohongi dan ia sekali lagi mempelajari LATIHAN BERBOHONG! katakan bahwa ia akan disuntik dan itu akan terasa sakit dan sampaikan jika ingin menangis, menagis saja.
"Ayah belum ada uang." itulah alasan yang kita berikan ketika si kecil merengek meminta mainannya, padahal saat itu ia melihat bahwa di kantong ayahnya tersimpan uang, kecuali memang saat itu tidak membawa uang, katakan saja bahwa uang itu untuk membeli keperluan lain yang lebih penting, atau jumlahnya tidak mencukupi untuk membeli mainannya ( benar-benar kurang ), meskipun sang anak akhirnya tetap menangis setidaknya kita tidak melatihnya untuk BERBOHONG.
Latihan berbohong ini tanpa kita sadari kita berikan kepada anak-anak kita, sehingga karakternya terbentuk menjadi ahli berdalih, tidak komitmen, dan jangan heran ketika kita meminta atau menyuruh sesuatu kepada mereka, mereka dengan ahlinya menghindar atau memberikan berbagai alasan bohong lainnya untuk tidak mengerjakan hal tersebut, karena sesungguhnya kita-lah yang mencontohkannya.
Semoga kita dapat membentuk anak kita dan menjadikannya generasi yang terbaik bagi agama dan bangsa ini...
(sumber: motivasi-jiwa.blogspot.com)
[ Read More ]

Posted by PONDOK TNUR - - 0 komentar

Seorang Ibu Guru Taman Kanak-Kanak (TK) mengadakan "permainan".


Ibu Guru menyuruh setiap muridnya membawa kantong plastik transparan 1 buah dan kentang. Masing-masing kentang tersebut diberi nama berdasarkan nama orang yang dibenci, sehingga jumlah kentangnya tidak ditentukan berapa banyaknya... tergantung jumlah orang² yang dibenci.

Pada hari yang disepakati masing² murid membawa kentang dalam kantong plastik. Ada yang berjumlah 2, ada yang 3 bahkan ada yang 5. Seperti perintah guru mereka tiap² kentang diberi nama sesuai nama orang yang dibenci. Murid² harus membawa kantong plastik berisi kentang tersebut, kemana saja mereka pergi, bahkan ke toilet sekalipun, selama 1 minggu.

Hari berganti hari, kentang² pun mulai membusuk,murid² mulai mengeluh, apalagi yang membawa 5 buah kentang, selain berat baunya juga tidak sedap. Setelah 1 minggu murid² TK tersebut merasa lega karena penderitaan mereka akan segera berakhir.

Ibu Guru : "Bagaimana rasanya membawa kentang selama 1minggu ?"
Keluarlah keluhan dari murid² TK tersebut, pada umumnya mereka tidak merasa nyaman harus membawa kentang² busuk tersebut kemana pun mereka pergi. Guru pun menjelaskan apa arti dari "permainan" yang mereka lakukan.
Ibu Guru : "Seperti itulah kebencian yang selalu kitabawa² apabila kita tidak bisa memaafkan orang lain. Sungguh sangat tidak menyenangkan membawa kentang busuk kemana pun kita pergi. Itu hanya 1minggu. Bagaimana jika kita membawa kebencian itu seumur hidup ? Alangkah tidak nyamannya ..."

[ Read More ]

Posted by PONDOK TNUR - - 0 komentar


Ternyata inspirasi bukan lah sebuah hal yang sulit dicari, bahkan seorang dosen pun dapat membuat cerita yang begitu menginspirasi kami...dan pepatah sebagian orangtua yang menyatakan " wanita tidak usah sekolah tinggi-tinggi karena ujung-ujungnya kembali ke dapur , sumur, dan kasur  " tidak berlaku lagi.

Waktu itu, sekitar tahun 2000, datang seorang mahasiswi kepada seorang dosen, dia menghampirinya dengan wajah yang muram, dan kemudian berkata, "Pak, beasiswa Program Magister dan Doktor saya lolos". Dan hanya itu saja kata2 yang keluar dari mulutnya, tanpa diikuti ekspresi apapun dari wajahnya... mengingat di luar sana berjuta - juta orang memimpikan pencapaian ini. Dan sang dosen tertegun, kemudia dia berkata, "Bagus donk dek, kamu bisa bikin bangga banyak orang, dan itu merupakan jalan hidup yang sangat baik. Lalu apa yang membuat kamu terlihat bimbang dek."

Akhirnya mahasiswi itu bercerita kepada sang dosen. "Pak, sekolah hingga S2 dan S3 merupakan cita-cita saya sejak kecil, ini adalah mimpi saya, tidak terbayangkan rasa bahagia saya saat memperoleh surat penerimaan beasiswa ini.... Tapi pak, saya ini akhwat, saya wanita, dan saya bahagia dengan keadaan ini.. Saya tidak memiliki ambisi besar, saya hanya senang belajar dan menemukan hal baru, tidak lebih.. Saya akan dengan sangat ikhlas jika saya menikah dan suami saya menyuruh saya untuk menjadi ibu rumah tangga.. Lalu, dengan semua keadaan ini, apa saya masih harus sekolah?? saya takut itu semua menjadi mubazir, karena mungkin ada hal lain yang lebih baik untuk saya jalani."

Pak dosen pun terdiam, semua cerita mahasiswinya adalah logika ringan yang sangat masuk akal, dan dia tidak bisa disalahkan dengan pikirannya... Dosen itu pun berfikir, memejamkan mata, menunggu Allah SWT membuka hatinya, memasukkan jawaban dari pertanyaan indah ini...

Dan jawaban itu datang kepadanya, masuk ke dalah ide nya.... Pak dosen berkata seperti ini kepada mahasiswinya.. "Dek, sekarang bertanyalah kepada hati kecil mu, apa dia masih menginginkan dirimu untuk melanjutkan pendidikan ini hingga puncak nanti.." .. Sang mahasiswi bingung, dia menunduk , air mata turun dari kedua matanya, seakan dia merasakan konflik hati yang sangat besar ... yang saling ingin meniadakan..

Dosen itu melanjutkan nasehatnya.. "Dek, saya ingin bertanya kepadamu, kapan pertama kali engkau berhadapan dengan seorang S3 dan mendapat ilmu darinya?" "Sejak saya kuliah di ITB , Pak." Jawab sang gadis.

Kemudian dosen itu melanjutkan ,"Ya dek, betul, saya pun demikian, saya baru diajar oleh seorang lulusan S3 semenjak saya kuliah di kampus ini.. Tapi dek, coba adek fikirkan, bahwa saat engkau memiliki anak, maka orang pertama yang akan menyapih rambut anakmu adalah seorang lulusan S3. Orang yang pertama mengajaknya berjalan adalah seorang ilmuwan tinggi, dan sejak dia mulai membaca, dia akan dibimbing dan dijaga oleh seorang Doktor. Itulah peranmu sebagai ibu nanti, apakah engkau bisa membayangkan betapa beruntungnya anak manusia yang akan kau lahirkan nanti."

Dan itulah jawaban Allah SWT melalui pak dosen.... Mahasiswi itu tersadar dari konflik panjangnya, dan ia tersenyum bahagia, sangat bahagia, air matanya menjadi air mata haru, dan ia berdiri, mengucapkan terima kasih nya kepada sang dosen, dan berkata , "Pak, terima kasih, akan saya lanjutkan pendidikan ini hingga tidak satupun puncak lagi yang menghalangi saya."

Betapa hidup itu sangat berarti, dan jadikan ia bermakna.. Bukan uang yang nanti akan membuatmu bahagia, tetapi rasa syukur mu lah yang akan menjadi kebahagiaan yang hakiki,.

Based on Dr. Hermawan Dipojono story... Lecture from Physics Engineering, ITB .

*copas dari
http://www.facebook.com/lukman.prananto?ref=ts#/lukman.prananto?v=app_2347471856&ref=ts
[ Read More ]

Posted by PONDOK TNUR - - 0 komentar

Kejadian dalam perjalanan rumah tangga bisa berakibat buruk bila tidak disikapi dengan baik dan bijak. Perlu dipikirkan masak-masak agar perjalanan keuangan yang mulus bisa tetap mulus.
Dalam kesempatan kali ini, saya ingin menyajikan beberapa kejadian yang sering kali muncul dalam kehidupan keuangan di masa kini. Misalnya, perihal gaji istri yang lebih besar, bagaimana menyikapi bila harus menyantuni keluarga yang kurang mampu atau malah kehidupan keluarga yang masih disubsidi oleh orang tua atau mertua. Agar tidak menambah buruk kondisi keuangan Anda dan pasangan, ada baiknya Anda mengikuti beberapa bagian artikel kita kali ini.



Bila Harus Menyantuni Ipar dan Mertua
 
Urusan ipar dan mertua memang sensitif. Terlebih yang menyangkut soal uang. Kuncinya cuma keterbukaan sejak awal.
Perkawinan di Indonesia, pada dasarnya adalah perkawinan yang melibatkan keluarga besar. Dengan demikian, baik adik, kakak, ayah, maupun ibu, seringkali terlibat atau melibatkan diri ke dalam hidup perkawinan kita. Bahkan, dalam soal-soal yang pribadi pun seperti masalah keuangan, mereka juga terlibat.
Nah, lantaran kepentingan keluarga besar masih sering diperhitungkan, maka membantu ipar/mertua dalam soal keuangan pun sering dilakukan. Biasanya, anak sulunglah, terutama lelaki, yang kerap jadi andalan. Hal ini bisa menimbulkan konflik di antara suami-istri bila sejak awal tak ada keterbukaan.
Memang, bukan berarti perkawinan akan mulus-mulus saja sekalipun, kesediaan menyokong ipar/mertua sudah disepakati kedua belah pihak. Namun, konfliknya bukan bersumber dari suami-istri itu sendiri, melainkan dari si ipar/mertua yang bersikap tak tahu diri.
Misal, si kakak/anak cuma bisa bantu Rp 1.000, tapi si adik/orang tua ngotot minta Rp 10.000. Kalau tak diberi, mereka malah menjelek-jelekkan keluarga kakak/anaknya. Ya, jelas, dong, kalau akhirnya timbul konflik baru gara-gara si ipar/mertua ngelunjak. Ipar/mertua yang demikian sering bersikap dan merasa bahwa kewajiban sang kakak/anaklah untuk membantunya sehingga dia juga ikut "berkuasa" dalam soal keuangan.
Bila hubungan pasutri jadi runyam gara-gara menanggung ipar/mertua, maka masing-masing pihak harus membuka diri untuk mencari solusi. Kalau memang bantuan mau tak mau harus diberikan, buatlah daftar skala prioritas.
Misal, apa saja prioritas pengeluaran suami-istri; apakah untuk anak-anak atau keluarga besar? Bukankah suami-istri juga perlu menabung untuk kebutuhan biaya sekolah anak-anak kelak? Ingat, biaya sekolah zaman sekarang enggak sedikit. Kita harus menabung sejak anak-anak masih balita.
Dengan membuat daftar skala prioritas, pos-pos di luar kebutuhan rutin seperti uang bantuan untuk ipar/mertua, harus didiskusikan bersama seberapa besar dan untuk keperluan apa saja yang boleh disokong. Meskipun suami atau istri dibesarkan dalam keluarga yang sering saling bantu dalam hal keuangan, namun bila sudah menikah hendaknya setiap bantuan yang diberikan kepada adik/orang tua atau keluarga besarnya harus sepengetahuan pasangannya. Artinya, setiap rupiah yang dikeluarkan untuk orang lain di luar keluarga inti, suami dan istri sudah sama-sama tahu dan setuju jumlahnya. Dengan demikian, konflik soal tanggung-menanggung ipar/mertua bisa dihindarkan.
Tentu saja, dalam menyokong ipar/mertua hendaknya dilakukan setelah kebutuhan keluarga inti terpenuhi. Jadi, bantulah sesuai kemampuan, tak usah gengsi soal besarnya.

Masih Disubsidi Orang Tua

 
Tak masalah, kok. Yang penting, pasangan setuju dan orang tua pun tak lantas mengintervensi kehidupan perkawinan anaknya.
Subsidi harus dibedakan dengan hadiah. Subsidi adalah pemberian rutin, sedangkan hadiah hanya diberikan sesekali. Mobil atau rumah yang diberikan sekali setelah menikah, bisa digolongkan sebagai hadiah. Istilahnya, modal dari orang tua atau mertua untuk berumah tangga.
Setelah menikah pun, sebenarnya boleh-boleh saja subsidi dari orang tua salah satu pihak tetap diterima. Tentu dengan syarat, kondisinya benar-benar mendesak. Misal, untuk kebutuhan primer. Di luar itu, seperti subsidi untuk kegiatan bersenang-senang, rasanya tak perlu karena jadinya terlalu berlebihan.
Sebenarnya, wajar saja bila kemudian orang tua/mertua ingin tahu, apakah bantuannya dimanfaatkan seperti yang diharapkan. Namun, tak berarti semua hal boleh dicampurinya. Pemanfaatan subsidi hanya boleh diintervensi sebatas saran. Setiap pasangan hendaknya punya independensi untuk mengelolanya. Antara suami dan istri pun harus ada kesepakatan dulu, apakah subsidi, dalam bentuk apa pun, semisal uang atau kiriman makanan secara rutin, akan mereka terima atau tidak. Setelah itu, apa pun konsekuensi dari keputusan yang diambil bersama, harus diterima.
Yang penting diingat, kendati subsidi jalan terus, sebagai keluarga yang "merdeka dan berdaulat", harusnya suami-istri bisa menolak saran mertua/orang tua yang dirasa tidak pas. Tentu saja penolakannya secara halus agar tak menimbulkan salah paham. Kalau sarannya memang bagus, tak ada salahnya diterapkan.
Masalahnya, yang sering terjadi, karena merasa sudah dibantu, semua yang disarankan mertua/orang tua seakan wajib dilaksanakan. Pada kondisi seperti inilah suami-istri bisa tertekan dan merasa terus diintervensi.
Kalaupun keberatan dengan subsidi yang diberikan, suami-istri harus kompak menyampaikannya dengan cara enak. Misalnya, "Bukannya tidak mau, Ma. Siapa, sih, yang enggak senang masih dipikirin orang tua? Tapi kami juga ingin belajar mandiri. Kami hanya takut jadi kurang termotivasi kalau terus-menerus dibantu. Nanti kalau sampai ada apa-apa, toh, balik-baliknya, ya, ke Papa dan Mama juga."
Jika tak bisa ditolak sama sekali, usulkan baik-baik, bagaimana kalau pemberian hanya diberikan bila ada momen khusus semisal hari raya, ulang tahun, dan sebagainya. Yang sulit ditolak adalah pemberian yang dilakukan secara ikhlas sebagai tanda sayang tanpa menuntut apa pun.
Tentu saja setiap penolakan bisa menyinggung perasaan mereka, lalu subsidi dihentikan. Oleh karena itu, pasangan sudah harus siap mempertahankan apa yang mereka yakini benar dan konsekuen terhadap pilihannya. Termasuk risiko penghentian subsidi dari orang tua/mertua.
Namun, subsidi yang diberikan terus-menerus bisa berdampak buruk. Pasangan yang selalu mendapatkan semua hal dengan mudah, jadi tak termotivasi untuk meningkatkan diri. Sudah menjadi sifat dasar manusia untuk mengulang hal-hal yang menyenangkan hatinya dan menghentikan semua yang tak menyenangkan. Sesuatu yang menyenangkan tadi bisa didapatnya dengan mudah. Alhasil, dorongan untuk mengusahakannya sendiri jadi tak ada.
Jika berlarut-larut, efek dari dampak ini pun nantinya akan sampai ke anak. Orang tua akan kehilangan wibawa di mata anaknya, karena kebutuhan keluarga masih dibantu kakek-neneknya. Bisa-bisa anak lebih menghormati kakek-nenek dibanding orang tuanya. Di sisi lain, anak tak termotivasi untuk mandiri karena semangat itu tak bisa diberikan orang tuanya.


Minder karena Gaji Istri Lebih Tinggi
 
Bagi kebanyakan suami, gaji identik dengan harga dirinya sebagai kepala keluarga. Tak heran bila suami jadi minder hanya gara-gara gaji istrinya lebih tinggi.
Sebenarnya, minder-tidaknya suami tergantung dari kepribadian suami-istri itu sendiri dan sikap serta perlakuan masing-masing terhadap pasangannya. Bila istri rajin mengomel dan gemar mencerca, suami yang normal pun lama-lama akan minder. Sementara suami yang kurang PD alias tak percaya diri, tetap saja dibayangi rasa rendah diri, kendati istrinya sama sekali tak pernah mempersoalkan gajinya yang lebih tinggi.
Suami yang kurang atau malah enggak PD dan konsep harga dirinya rendah, umumnya juga kurang mampu membina hubungan interpersonal yang baik dengan siapa saja, bukan cuma dengan istrinya.
Pria tipe begini, bila memiliki istri berkedudukan/bergaji lebih tinggi, biasanya akan menjadikan dirinya makin merasa tak berarti. Celakanya, dalam keadaan seperti itu, tiap orang, termasuk suami, memiliki beragam defense untuk mempertahankan harga dirinya yang bisa berkembang menjadi konflik tak terselesaikan.
Sementara istri yang cenderung meremehkan suami, boleh jadi karena sejak kecil tak pernah melihat banyak uang atau merasakan kemewahan. Di saat mendapat kelimpahan materi, ia cenderung mudah lupa. Meski bukan tak mungkin suami-istri tersebut sebetulnya memang sudah bermasalah dan enggan mencari solusi yang sehat. Si istri, misalnya, sengaja menggunakan kesempatan dan cara-cara tersebut untuk balas dendam atau menyakiti suaminya. Padahal, kalau ada sesuatu yang tak beres, harusnya dikomunikasikan, bukan malah mencari jalan keluar ngawur semacam itu.
Faktor lain, istri dominan. Istri model ini umumnya memiliki need of power yang tinggi dan tak bisa mengendalikan emosi. Hati-hati, lo, Bu, dominasi istri, bisa mendorong suami mencari perempuan lain yang membuat dirinya merasa dihargai sebagai lelaki. Sekalipun ia mesti menghamburkan uang untuk "membeli" pengakuan tadi.
Sebenarnya, jika masalah di antara suami-istri cuma sebatas gaji, tak akan sampai menimbulkan konflik. Seberapa pun harga dirinya tersinggung, suami yang bersikap dewasa pasti mampu mengontrol dirinya. Ia akan mengajak istrinya berbicara kala si istri mulai menampakkan perilaku yang kurang menyenangkannya. Begitu juga istri yang dewasa, akan menegur dengan gaya bicara yang menyenangkan saat merasa tak nyaman dengan kondisi suaminya. Jadi, bukan berupa kritik pedas yang menyudutkan apalagi menjatuhkan atau menghancurkan.

Demikianlah beberapa kejadian kehidupan yang terkadang bisa mengubah arah perjalanan keuangan yang tadinya baik malah bisa berantakan. Semoga ulasan singkat ini menambah wawasan serta pengetahuan Anda. 

(sumber:shabriena.blogspot.com)
[ Read More ]