Selamat Datang Di Pondok Tnur
  • Catatan Admin

    “Assalamu'alaikum wr.wb. Awal januari 2011 pertama kalinya blog pondok tnur ini dibuatkan oleh suamiku untuk mengisi hari-hariku dengan berbagai macam informasi dan cerita. Berjam-jam bahkan terkadang ku habiskan malam untuk mempercantik blog ini...

  • Kisah Seorang Anak Yang Di Aborsi Di Dalam Rahim Ibu

    Bulan 1: Ma, panjangku itu cuma 2 cm, tapi aku udah ada dibadan mama... aku sayang mama, bunyi detak jantung mama itu jadi musik terindah yang menemaniku di sini. Bulan 2: Ma, aku udah bisa ngisep jari imutku lho, di sini hangat ma, nanti kalau aku...

  • Kisah Mengharukan:Suamiku Maafkan Aku

    Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama. Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami...

  • Kisah Seorang Suami Yg menyesal Telah Meninggalkan Istrinya

    Aq mengenalnya saat dalam satu organisasi pemuda Islam, Dia sangat aktif, smart, serba bisa, dan sholehah. Aq sangat tertantang ketika jadi satu dalam forum rapat denganya pendapatnya selalu ku bantah meski ku tau pendapatnya itu benar....

  • Suamiku Aku Cemburu Padanya

    Bismillahirr Rahmanirr Rahim ... Ini adalah cerita dari salah satu Saudaraku yang kucintai karena Allah. Beliau bercerita sedikit kisah hidupnya yang coba untuk kubagi kepada saudara-saudari semoga bisa memberi hikmah. Atau mungkin ada di antara saudara-saudari yang juga mengalami kisah yang sama dengan saudaraku ini??? ...

  • Hadiah Terakhir Dari Sang Ayah (Kisah Sedih mengharukan)

    Di sebuah perumahan terkenal di jakarta tinggalah seorang gadis bersama sang ayah, sang ibu telah lama mendahuluinya pergi sejak ia masih kecil. . Seorang gadis yg akan di wisuda, sebentar lagi dia akan menjadi seorang sarjana...

  • Anakmu Ingin Bermain Denganmu

    Menjelang malam ada seorang anak kecil sedang duduk diteras sambil melihat-lihat pintu gerbang. Anak kecil itu menunggu kedatangan Mamah dan Papah-nya untuk bisa main denganya. Anak itu tiba-tiba tersenyum dan bangkit dari duduknya setelah melihat Mamahnya membuka pintu gerbang lalu berkata pada Mamahnya...

  • Suamiku Kini Telah Tiada dan Penyesalanku Yang Terus Ada

    Kisah nyata yang akan membuat setiap orang terharu setelah membacanya ini saya dapatkan dari sebuah notes di facebook bernama @Rina Amalina, semoga dapat menjadi pelajaran bagi kita semua terutama bagi kaum hawa yg sudah berkeluarga... Ini adalah kisah nyata di kehidupanku...

sperky, prstene
Posted by PONDOK TNUR - - 0 komentar

Adalah banyak diketahui oleh pakar sains bahawa di bawah kulit manusia terdapat banyak mikroorganisma yang hidup komensal. Mikroorganisma ini akan keluar dan berada di hujung rambut dan bulu roma setiap kali manusia berpeluh atau selepas melakukan hubungan kelamin dengan isteri @ suami. Sudah tentulah badan akan menjadi kotor dan organisma ini akan mudah berjangkit kepada orang lain apabila ia keluar dan berurusan tanpa mandi junub.

Bakteria ini jika sekiranya mempunyai peluang untuk menguasai badan kita ketika daya tahan badan manusia menjadi lemah akan mengambil kesempatan dan akan menjadi parasit dan boleh menyebabkan jangkitan di tubuh badan kita. Itulah sebabnya Islam menetapkan mandi junub sebagai cara pembersihan diri dan tubuh badan daripada tercemar daripada bakteria tadi. Keluar berjual-beli, makan, minum, berhubungan dan berinteraksi dengan orang lain dalam keadaan berjunub adalah makruh.Allah Yang Maha Mengetahui tentang makhluk yang diciptakannya ini telah menetapkan bahawa manusia mesti mandi wajib selepas setiap kali datang haid nifas dan bersetubuh.

Ia adalah bagi tujuan pembersihan dan penyucian diri. Apabila bakteria tadi terkena atau dikenakan padanya air yang dapat menghilangkanya dari badan , ia akan mati dan tidak dapat menjangkiti orang lain. Maka terselamatlah manusia daripada jangkitan dan wabak penyakit sekaligus dan meneruskan hidup dalam keadaan bersih dan sihat.

TAYAMMUM PENGGANTI MANDI JUNUB

Kenapakah tayammum dapat menggantikan mandi junub dan wudu’( dua jenis penyucian diri dalam Islam ) dalam keadaan ketiadaan air di tempat yang kering-kontang? Bakteria apabila terkena air akan mati disebabkan tekanan osmosis di dalam badannya sehingga air boleh menyerap masuk ke dalam badan dan akhirnya ia mati kerana mengalami overhydration. Begitu juga halnya apabila bakteria tadi didedahkan kepada keadaan yang terlalu kering dan kontang seperti apabila dikenakan padanya debu..Ia akan mati setelah air badannya keluar kerana tekanan osmosis lebih rendah daripada tekanan osmosis di luar badan menyebabkanya mati kerana air badan keluar dan kerana kekontangan fisiologi badan.


Lalu pertanyaannya, keadaan seperti apa yang mengharuskan kita untuk mandi junub? Berikut 5 hal yang menyebabkan kita mandi wajib/mandi junub.
  1. Keluarnya air mani dengan syahwat
  2. Bertemunya kedua kemaluan walaupun tidak keluar air mani
  3. Berhentinya haid dan nifas
  4. Ketika orang kafir masuk Islam
  5. Orang yang meninggal dunia. (di sini anggota keluarga lah yang sepatutnya memandikan mayat)
Dan untuk urutan tata cara mandi wajib yang benar menurut Islam adalah sebagai berikut:
  1. Dimulai dengan niat untuk menghilangkan hadas besar. Mulailah segala sesuatu hal dengan niat. Bisa bahasa Arab atau bahasa Indonesia saja.
  2. Membersihkan telapak tangan sebanyak 3x lalu bercebok
  3. Membersihkan kemaluan serta kotoran yang ada disekitarnya hingga bersih dengan tangan kiri.
  4. Mencuci tangan setelah membersihkan kemaluan dengan menggosokkan tangan ke tanah atau dengan menggunakan sabun
  5. Berwudhu dengan wudhu yang sempurna seperti ketika hendak shalat
  6. Mengguyur air pada kepala sebanyak 3 kali hingga sampai ke pangkal rambut
  7. Mencuci kepala bagian kanan, lalu kepala bagian kiri
  8. Menyela-nyela (menyilang-nyilang) rambut dengan jari
  9. Mengguyur air pada seluruh badan dimulai dari sisi yang kanan, lalu kiri.
Sudah jelaskan bagaimana tata cara mandi wajib yang benar? Jadi jangan salah lagi urutannya. Sekian dan semoga bermanfaat.
(Sumberhttp://ana-muslim88.blogspot.com/2010/11/hikmah-mandi-junub.html)
(Sumberhttp://www.aelovebel.com/2013/02/cara-mandi-wajib.html)
(image:google)
[ Read More ]

Posted by PONDOK TNUR - - 0 komentar

Duhai pendampingku, yang kelak akan menemani hari-hariku.

Bersabarlah, menunggu kedatanganku…

Sungguh, aku pun sebenarnya sangat menanti kedatanganmu,

Namun, aku juga akan senantiasa bersabar untuk menanti kedatanganmu…

Duhai pendampingku, yang kelak akan menghiasi hari-hariku

Sambil menunggu saat itu tiba, kuberharap engkau memperbaiki diri & sambil mempersiapkan ilmuagama yg kelak nantinya digunakan saat membina rumah tangga kita nanti…

Aku juga sedang mempersiapkan diri, memantaskan diri ini untuk menjadi pendampingmu,
Karena, bukan harta ataupun tahta yg aku pilih, namun agama-lah yg lebih aku pilih,

Duhai pendampingku,
Temukan-lah aku di dalam istikharahmu,

Karena dengan istikharahlah yg nantinya Allah kelak akan mempertemukan kita di pertemuan yg suci yaitu ikatan pernikahan….

Aamiin Ya Rabbal ‘Aalamiin

(Sumber:lautan cinta penuh berkah)
(image:google)

[ Read More ]

Posted by PONDOK TNUR - - 0 komentar

Assalamu'alaikum wr.wb.

Awal  januari 2011 pertama kalinya blog pondok tnur ini dibuatkan oleh suamiku untuk mengisi hari-hariku dengan berbagai macam informasi dan cerita. Berjam-jam bahkan terkadang ku habiskan malam untuk mempercantik blog ini apalagi kalau soal edit html templet blog ini saya harus menguras otakku untuk mempelajari ilmu baru html ini yang terkadang hasilnya selalu error dan terkadang membuatku kesal karena tampilan tidak sesuai keinginan. Tapi akhirnya saya bisa merasa puas dengan tampilan blog ini yang cukup indah ini. 

Walau saya tidak punya banyak cerita dan catatan untuk dituangkan di blog ini, saya cukup senang karena ternyata banyak informasi dan kisah yang baik dari blogger lain yang ternyata layak untuk di share disini. Alhamdulillah wawasanku selalu bertambah dengan informasi dan kisah inspirasi yang selalu menemaniku di blog ini apalagi ada beberapa temen yang menyukai postingan informasi yang tampil di blog ini. Tapi kini ada satu hal yang membuatku jijik dengan tampilan di blog ini yaitu munculnya iklan spam yang terpampang pornografi di blog ini padahal saya tidak pernah menampilkannya Na'udzubillahimindzaliq. Iklan spam ini muncul seenaknya karena inilah resiko menggunakan blog gratisan yang apabila blog banyak yang mengunjungi maka google berhak memasang iklan spamnya disini untuk keuntungan google dan ikut narsis di pondok blog ini. Insyaallah kalau saya sudah tahu cara menghilangkan iklan spam ini pasti akan segera ku lenyapkan kenarsisannya di blog ini agar tidak mengotori dan menjadi zina mata bagi yang terpaksa melihatnya. Sungguh menjijikkan. Apalagi insyaallah pondok tnur bertema tentang pondok islami dengan segala macam informasi yang baik dan layak untuk dibaca sehingga bermanfaat bagi para pembaca lainnya.

Tanggal 10 Februari 2011 suamiku pun membuatkan grup Menuju Keluarga Cerdas di facebook untuk menjadi ruang kreatifitasku disela-sela waktu luangku. Alasan paling tepat sebenarnya agar aku tidak jenuh jalani hari-hari disaat suami tugas keluar kota apalagi aku selalu mengeluh bosan dan tidak betah di rumah tanpa kegiatan, apalagi saat itu aku belum ada buah hati yang harus ku asuh. kegiatanku sehari-hari hanya dirumah dan mengasuh bayi gede yaitu suamiku. Jadi istri dan ibu rumahtangga adalah suatu jabatan terhormat yang alhamdulillah belum terlepas dalam daftar riwayat hidupku sampai kini insyaallah sampai akhir hayatku.

Andai saja dari awal menikah aku nekat kuliah lagi atau mengejar lowongan kerja mungkin saat itu aku tidak terlalu jenuh melewati hari-hari disaat suami sibuk kerja, tapi nasihat suami selalu mengingatkanku untuk tidak usah kuliah apalagi kerja, katanya "biarlah saya saja yang mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan rumahtangga, kamu santai2 saja dirumah dan bertemanlah sebanyak mungkin lakukan kegiatan yang menyenangkan dan baik untukmu saat ini dan aku pun tahu bakat sesungguhnya yang ada padamu bukanlah seorang pencari ilmu di bangku kuliah atau bekerja di kantor orang, tp bakat dagang atau punya usaha sendiri itulah mimpimu jadi tolong sabarlah nanti saya akan nabung untuk modal usahamu kelak. Nikmati hari-hari ini selagi bisa karena nanti mungkin sibuk dan tak bisa lagi berleha-leha. Perbanyaklah shalat malam disaat saya tidak ada dan doakan semoga saya selalu sehat, bekerja dengan baik sehingga kita bisa mengejar mimpi kita segera jadi kenyataan.amin". Kata-kata itulah yang selalu terngiang dalam ingatanku dan menjadi senjata disaat rasa jenuh datang dan semangat muncul untuk mengejar mimpi itu.

Alhamdulillah sudah 2 tahun lebih blog pondok tnur dan grup yang kunaungi eksis di dunia maya ini, banyak sekali sisi positifnya yang kudapat selama ini yaitu banyak teman, saling berbagi, dan menambah wawasan setiap hari. Semoga hikmah ini tidak hanya saya yang merasakan tetapi terasa juga oleh semua temen pembaca pondok tnur dan  anggota grup menuju keluarga cerdas. Terima kasih atas waktu dan perhatiannya mampir di pondok tnur dan grup menuju keluarga cerdas walau sekedar membaca, komen, ataupun berbagi pengalaman dan ilmu. Mohon maaf bila ada posting dan kata2 yang tak layak atau menyinggung. Sekali lagi terima kasih dan saya selalu berharap banyak yang komen/
share untuk saling berbagi wawasan sehingga tujuan dari keinginanku ini tercapai yaitu Menuju Keluarga Cerdas. 
Wassalammu'alaikum wr.wb.@
(image:google)
[ Read More ]

Posted by PONDOK TNUR - - 0 komentar

Kisah nyata yang diceritakan oleh Syaikh Abdul Muhsin Al Ahmad ini terjadi di Abha, ibu kota Provinsi Asir Arab Saudi.
“Setelah melaksanakan shalat Maghrib dia berhias, menggunakan gaun pengantin putih yang indah, mempersiapkan diri untuk pesta pernikahannya. Lalu dia mendengar azan Isya, dan dia sadar kalau wudhunya telah batal.
Dia berkata pada ibunya : “Bu, saya mau berwudhu dan shalat Isya.”
Ibunya terkejut : “Apa kamu sudah gila? Tamu telah menunggumu untuk melihatmu, bagaimana dengan make-up mu? Semuanya akan terbasuh oleh air.”
Lalu ibunya menambahkan : “Aku ibumu, dan ibu katakan jangan shalat sekarang! Demi Allah, jika kamu berwudhu sekarang, ibu akan marah kepadamu”
Anaknya menjawab : “Demi Allah, saya tidak akan pergi dari ruangan ini, hingga saya shalat. Ibu, ibu harus tahu “bahwa tidak ada kepatuhan kepada makhluk dalam kemaksiatan kepada Pencipta”!!
Ibunya berkata : “ Apa yang akan dikatakan tamu-tamu kita tentang mu, ketika kamu tampil dalam pesta pernikahanmu tanpa make-up?? Kamu tidak akan terlihat cantik dimata mereka! dan mereka akan mengolok-olok dirimu !
Anak nya berkata dengan tersenyum : “Apakah ibu takut karena saya tidak akan terrlihat cantik di mata makhluk? Bagaimana dengan Penciptaku? Yang saya takuti adalah jika dengan sebab kehilangan shalat, saya tidak akan tampak cantik dimata-Nya”.
Lalu dia berwudhu, dan seluruh make-up nya terbasuh. Tapi dia tidak merasa bermasalah dengan itu.
Lalu dia memulai shalatnya. Dan pada saat itu dia bersujud, dia tidak menyadari itu, bahwa itu akan menjadi sujud terakhirnya.
Pengantin wanita itu wafat dengan cara yang indah, bersujud di hadapan Pencipta-Nya.
Ya, ia wafat dalam keadaan bersujud. Betapa akhir yang luar biasa bagi seorang muslimah yang teguh untuk mematuhi Tuhannya!
Banyak orang tersentuh mendengarkan kisah ini. Ia telah menjadikan Allah dan ketaatan kepada-Nya sebagai prioritas pertama.
“Subhanallah”
***Dari: Andrian Jumarihttp://ervakurniawan.wordpress.com/category/kumpulan-cerita-nasehat/)
(image:google)
[ Read More ]

Posted by PONDOK TNUR - - 0 komentar

 - Rasulullah saw bersabda: ”Setiap bayi yang dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, atau Nasrani, atau Majusi.” (HR. Bukhari) Kisah bocah Amerika ini tidak lain adalah sebuah bukti yang membenarkan hadits tersebut di atas. Alexander Pertz dilahirkan dari kedua orang tua Nasrani pada tahun 1990 M. Sejak awal ibunya telah memutuskan untuk membiarkannya memilih agamanya jauh dari pengaruh keluarga atau masyarakat. Begitu dia bisa membaca dan menulis maka ibunya menghadirkan untuknya buku-buku agama dari seluruh agama, baik agama langit atau agama bumi. Setelah membaca dengan mendalam, Alexander memutuskan untuk menjadi seorang muslim. Padahal ia tak pernah bertemu muslim seorangpun.

Dia sangat cinta dengan agama ini sampai pada tingkatan dia mempelajari sholat, dan mengerti banyak hukum-hukum syar’i, membaca sejarah Islam, mempelajari banyak kalimat bahasa Arab, menghafal sebagian surat, dan belajar adzan.

Semua itu tanpa bertemu dengan seorang muslimpun. Berdasarkan bacaan-bacaan tersebut dia memutuskan untuk mengganti namanya yaitu Muhammad ’Abdullah, dengan tujuan agar mendapatkan keberkahan Rasulullah saw yang dia cintai sejak masih kecil.

Salah seorang wartawan muslim menemuinya dan bertanya pada bocah tersebut. Namun, sebelum wartawan tersebut bertanya kepadanya, bocah tersebut bertanya kepada wartawan itu, ”Apakah engkau seorang yang hafal Al Quran ?”

Wartawan itu berkata: ”Tidak”. Namun sang wartawan dapat merasakan kekecewaan anak itu atas jawabannya.

Bocah itu kembali berkata , ”Akan tetapi engkau adalah seorang muslim, dan mengerti bahasa Arab, bukankah demikian ?”. Dia menghujani wartawan itu dengan banyak pertanyaan. ”Apakah engkau telah menunaikan ibadah haji ? Apakah engkau telah menunaikan ’umrah ? Bagaimana engkau bisa mendapatkan pakaian ihram ? Apakah pakaian ihram tersebut mahal ? Apakah mungkin aku membelinya di sini, ataukah mereka hanya menjualnya di Arab Saudi saja ? Kesulitan apa sajakah yang engkau alami, dengan keberadaanmu sebagai seorang muslim di komunitas yang bukan Islami ?”

Setelah wartawan itu menjawab sebisanya, anak itu kembali berbicara dan menceritakan tentang beberapa hal berkenaan dengan kawan-kawannya, atau gurunya, sesuatu yang berkenaan dengan makan atau minumnya, peci putih yang dikenakannya, ghutrah (surban) yang dia lingkarkan di kepalanya dengan model Yaman, atau berdirinya di kebun umum untuk mengumandangkan adzan sebelum dia sholat. Kemudian ia berkata dengan penuh penyesalan, ”Terkadang aku kehilangan sebagian sholat karena ketidaktahuanku tentang waktu-waktu sholat.”

Kemudian wartawan itu bertanya pada sang bocah, ”Apa yang membuatmu tertarik pada Islam ? Mengapa engkau memilih Islam, tidak yang lain saja ?” Dia diam sesaat kemudian menjawab.

Bocah itu diam sesaat dan kemudian menjawab, ”Aku tidak tahu, segala yang aku ketahui adalah dari yang aku baca tentangnya, dan setiap kali aku menambah bacaanku, maka semakin banyak kecintaanku”.

Wartawab bertanya kembali, ”Apakah engkau telah puasa Ramadhan ?”

Muhammad tersenyum sambil menjawab, ”Ya, aku telah puasa Ramadhan yang lalu secara sempurna. Alhamdulillah, dan itu adalah pertama kalinya aku berpuasa di dalamnya. Dulunya sulit, terlebih pada hari-hari pertama”. Kemudian dia meneruskan : ”Ayahku telah menakutiku bahwa aku tidak akan mampu berpuasa, akan tetapi aku berpuasa dan tidak mempercayai hal tersebut”.

”Apakah cita-citamu ?” tanya wartawan

Dengan cepat Muhammad menjawab, ”Aku memiliki banyak cita-cita. Aku berkeinginan untuk pergi ke Makkah dan mencium Hajar Aswad”.

”Sungguh aku perhatikan bahwa keinginanmu untuk menunaikan ibadah haji adalah sangat besar. Adakah penyebab hal tersebut ?” tanya wartawan lagi.

Ibu Muhamad untuk pertama kalinya ikut angkat bicara, dia berkata : ”Sesungguhnya gambar Ka’bah telah memenuhi kamarnya, sebagian manusia menyangka bahwa apa yang dia lewati pada saat sekarang hanyalah semacam khayalan, semacam angan yang akan berhenti pada suatu hari. Akan tetapi mereka tidak mengetahui bahwa dia tidak hanya sekedar serius, melainkan mengimaninya dengan sangat dalam sampai pada tingkatan yang tidak bisa dirasakan oleh orang lain”.

Tampaklah senyuman di wajah Muhammad ’Abdullah, dia melihat ibunya membelanya. Kemudian dia memberikan keterangan kepada ibunya tentang thawaf di sekitar Ka’bah, dan bagaimanakah haji sebagai sebuah lambang persamaan antar sesama manusia sebagaimana Tuhan telah menciptakan mereka tanpa memandang perbedaan warna kulit, bangsa, kaya, atau miskin.

Kemudian Muhammad meneruskan, ”Sesungguhnya aku berusaha mengumpulkan sisa dari uang sakuku setiap minggunya agar aku bisa pergi ke Makkah Al-Mukarramah pada suatu hari. Aku telah mendengar bahwa perjalanan ke sana membutuhkan biaya 4 ribu dollar, dan sekarang aku mempunyai 300 dollar.”

Ibunya menimpalinya seraya berkata untuk berusaha menghilangkan kesan keteledorannya, ”Aku sama sekali tidak keberatan dan menghalanginya pergi ke Makkah, akan tetapi kami tidak memiliki cukup uang untuk mengirimnya dalam waktu dekat ini.”

”Apakah cita-citamu yang lain ?” tanya wartawan.

“Aku bercita-cita agar Palestina kembali ke tangan kaum muslimin. Ini adalah bumi mereka yang dicuri oleh orang-orang Israel (Yahudi) dari mereka.” jawab Muhammad

Ibunya melihat kepadanya dengan penuh keheranan. Maka diapun memberikan isyarat bahwa sebelumnya telah terjadi perdebatan antara dia dengan ibunya sekitar tema ini.

Muhammad berkata, ”Ibu, engkau belum membaca sejarah, bacalah sejarah, sungguh benar-benar telah terjadi perampasan terhadap Palestina.”

”Apakah engkau mempunyai cita-cita lain ?” tanya wartawan lagi.

Muhammad menjawab, “Cita-citaku adalah aku ingin belajar bahasa Arab, dan menghafal Al Quran.”

“Apakah engkau berkeinginan belajar di negeri Islam ?” tanya wartawan

Maka dia menjawab dengan meyakinkan : “Tentu”

”Apakah engkau mendapati kesulitan dalam masalah makanan ? Bagaimana engkau menghindari daging babi ?”

Muhammad menjawab, ”Babi adalah hewan yang sangat kotor dan menjijikkan. Aku sangat heran, bagaimanakah mereka memakan dagingnya. Keluargaku mengetahui bahwa aku tidak memakan daging babi, oleh karena itu mereka tidak menghidangkannya untukku. Dan jika kami pergi ke restoran, maka aku kabarkan kepada mereka bahwa aku tidak memakan daging babi.”

”Apakah engkau sholat di sekolahan ?”

”Ya, aku telah membuat sebuah tempat rahasia di perpustakaan yang aku shalat di sana setiap hari” jawab Muhammad

Kemudian datanglah waktu shalat maghrib di tengah wawancara. Bocah itu langsung berkata kepada wartawan,”Apakah engkau mengijinkanku untuk mengumandangkan adzan ?”

Kemudian dia berdiri dan mengumandangkan adzan. Dan tanpa terasa, air mata mengalir di kedua mata sang wartawan ketika melihat dan mendengarkan bocah itu menyuarakan adzan.

Kisah bocah Amerika ini tidak lain adalah sebuah bukti yang membenarkan hadits tersebut di atas.
(Sumber:yusuf mansur network)
(image:google)
[ Read More ]

Posted by PONDOK TNUR - - 0 komentar

Sungguh beruntung orang yang menyucikan hatinya

Idul Fitri sudah berlalu, tapi kalau di negara kita tercinta ini, Lebaran bisa sampai satu bulan lho ! Coba aja ntar setiap kali kita ketemu atau telpon seseorang pasti minal aidin dulu, dan itu berlangsung hinggaakhir Okotober. Gak percaya? Coba lihat aja entar.

Terus sesudah ini apa? Sesudah kita “kembali fitri” mau ngapain lagi? Ngomongin orang lagi, lupa akan segala penggemblengan selama sebulan (Ramadhan) lalu? Kembalikepada “rutinitas” dan kehidupan “normal” lagi?

Sementara orang Jawa ada yang menggambarkan Lebaran dengan Lebar, Labur, Luber. Lebar (sesudah) maksudnya sesudah melaksanakan puasa. Terus banyak rumah-rumah yang di labur (dicat) kembali, meskipun mungkin belum begitu memerlukan. Dan Luber (berlimpah), maksudnya berlimpahnya makanan.

Idul Fitri tahun ini saya merenungkan kembali Firman Allah dalam surat Al A’la ayat 14 di atas bahwa di hari Idul Fitri ini kita sudah seharusnya mensucikan hati dan jiwa kita agar kita menjadi orang-orang yang beruntung. Sebelum kita menghadap Yang Maha Kuasa. Sungguh rugi jika kita tidak mengadakan perbaikan.

Ada satu cerita yang menurut saya menarik sebagai hikmah idul fitri .

Alkisah ada seorang lelaki tua yang sudah sakit-sakitan dan ia merasa bahwa ia akan segera meninggal. Kemudian dia menemui istrinya yang ke-empat, yang paling muda, paling cantik, pokoknya top deh. Dia berkata: “Neng, kayaknya abang udah mau dipanggil Allah nih, sakit-sakitan mulu. Mau nemenin abang gak neng?”. Dengan lantang istri keempat ini berkata: “Eh, aki-aki, kalau mau mati mah mati aja, Ane masih muda, cantik, masih banyak yang mau. Maap ya, Ane gak sudi nemenin aki-aki mati.”

Lalu dengan perasaan sakit hati, terhina, dilecehkan dan menangis dia menemui istrinya yang ke-tiga. Aki-aki tua tadi mengatakan hal yang sama. Kata istri ketiganya: “Aduh bang, biar kate udah tua, masih banyak yang mau ngawinin ane. Biar ane jadi janda kembang deh, abang pergi aja duluan. Mau mati pake ngajak-ngajak lagi. Ane emang cinta sehidup, tapi tidak semati.”

Pak tua tadi semakin sedih. Kemudian dengan penuh harap dia menemui istrinya yang ke-dua. Dia juga mengatakan bahwa ia sudah hampir mati dan meminta bini ke tiga untuk menemaninya mati. Istri ketiganyapun tidak mau.

Lalu akhirnya dia menemui istrinya yang pertama, yang sudah peot, udah nenek-nenek. Diapun berujar: “Eh, nek, gue kayaknya udah gak kuat nih. Udah mau mati. Sakit gak sembuh-sembuh, berobat kesana kemari ngabisin duit kagak ada hasilnya. Mau enggak nemenin gue mati?”. Apa yang terjadi sungguh di luar dugaan. Dengan perasaan suka cita ia berkata: “Alhamdulillah, aye bersedia bang. Dengan segenap hati ane nemenin dan ngikutin abang menghadap Yang Kuasa.”

Nah, siapakah orang tua yang beristri empat itu? Siapakah pula istri-istrinya? Itu semua adalah gambaran seorang manusia.

Kakek-kakek tadi adalah diri kita sendiri . Diri kita ketika hendak menghadap Illahi Robbi. Yang gelisah ketika menghadapi “saat-saat maghrib”, usia senja. Manusia yang menjadi gelisah karena takut menghadap sang Khaliq. Ia merasa tidak mempunyai bekal untuk kembali. Semua yang ia lakukan di dunia hingga menjelang ajal selama ini adalah penuh pamrih, bukan dilakukan karena Allah. Tapi karena hal-hal yang bersifat duniawi. Subhanallah.

Lalu, istri pertama tadi adalah ruh kita, jiwa kita, hati kita, yang akan menemani kita di alam kubur dan menghadapi yaumul hisab, hari perhitungan. Istri kedua adalah badan kita. Badan yang akan dikubur dan diziarahi keluarga kita nanti (kalau ada yang inget). Istri ketiga adalah anak, istri dan seluruh kerabat handai tolan kita di dunia. Mereka akan ada sepanjang kita hidup. Namun tidak ada satupun dari mereka yang akan menemani kita mati. Dan istri keempat adalah harta, jabatan, dan kesenangan-kesenangan duniawi . Semua tidak ada gunanya lagi. Tidak ada yang kita bawa “pulang”. Semua menjadi warisan kita yang sering kali jadi rebutan bagi anak cucu kita.

Now what? Apa yang telah, sedang dan akan kita lakukan terhadap “istri-istri” kita? Sungguh beruntung jika kita dapat menggunakan semua hanya karena Allah sehingga memberikan sumbangsih, memberikan bekal untuk “pulang”. Tidak justru menimbulkan finah buat kita. Mungkin (Cuma mungkih lho) selama ini kita sudah banyak beramal, sedekah, nyumbang ke sana kemari, tapi apakah semua kita lakukan dengan ikhlas? Sampai sekarang bahkan jumlah besar yang kita berikan itu masih kita ingat dengan jelas. Kita masih mengingat sumbangan kita. Namun, sering pula kita memberi pengemis dan orang-orang entah siapa sekedar seribu atau limaratus rupiah, dan karena jumlahnya kecil, kita telah melupakannya sama sekali. Namun, siapa tahu justru “modal” kita yang seribu rupiah itulah yang akan menyelamatkan kita karena keihlasan kita.

Karenanya, selagi dalam suasana yang fitri nan indah ini, marilah kita menyucikan hati kita, diri kita, menggunakan segala yang kita miliki di jalan Allah dengan ikhlas. Ramadhan telah menjadi ajang pelatihan kita untuk ikhlas, bersabar dan lebih mendekatkan diri kepada Allah. Semoga kita termasuk kedalam orang-orang yang beruntung. Wallahu alam.

Ya Allah, dengan Ramadhan
Selamatkan kami dari segala musibah dan penderitaan
Bersihkan hati kami dengan maghfirah dan rahmat Mu
Gantikanlah penderitaan kami dengan keindahan dan kekabahagiaan

Ya Allah,
Lepaskan kami dari segala dosa kami
Keluarkan kami dari segala kesalahan kami
Selamatkan kami dari segala musibah
Jadikan kami
orang yang paling bahagia
orang yang mendapat keuntungan dari sisi-Mu
Shalawat dan salam untuk kekasih kami Rasulullah SAW dan keluarganya

Amien Ya Robbal alamin.
http://deltapapa.wordpress.com/2008/10/05/hikmah-idul-fitri/)
(image:google)
[ Read More ]

Posted by PONDOK TNUR - - 0 komentar

Pada tahun ini, telah sampai kepadaku lebih dari 400 SMS berkenaan dengan datangnya bulan Ramadhan. SMS itu dari keluarga, kerabat, dan rekan, baik dari Saudi, negeri-negeri Arab, maupun negeri-negeri Islam lainnya, khususnya dari saudara-saudaraku para da’i di Indonesia. Mudah-mudahan Allah Ta’ala membalas mereka semua dengan kebaikan atas hubungan dan do’a mereka untukku pada bulan yang penuh berkah tersebut.

Hanya saja ada sebuah SMS yang mengejutkan dan menggoncangkan kesedihan, dan perasaanku. SMS itu sempat membuat pikiranku bimbang, yang kemudian membuat kedua mataku menangis. SMS itu berasal dari teman lama. Dia termasuk sebaik-baik teman yang aku bangga mengenalnya. Namun permasalahannya, temanku ini telah wafat enam tahun lalu karena sebuah kecelakaan mobil.
Aku terus menyimpan nomor HP-nya di HP-ku. Setiap kali aku putuskan untuk menghapus nomornya, jiwaku tidak terima. Maka akupun membiarkan nomor tersebut sebagai sebab do’aku untuknya agar diberi rahmat Allah Ta’ala setiap kali aku melihat namanya.

Tiba-tiba, pada suatu malam di bulan Ramadhan tahun ini -enam tahun sesudah wafatnya- sebuah SMS datang dari nomor yang sama miliknya. Begitu melihat nomor tersebut aku langsung terperanjat, campur perasaan aneh dan “takut”… serta perasaan-perasaan yang aku tidak bisa menjelaskannya untuk para pembaca yang budiman, hingga membuatku ragu untuk membukanya. Akan tetapi, karena penasaran maka pada akhirnya aku membuka dan mulai membaca SMS tersebut.

Di dalam SMS tersebut kudapati ucapan:
“Paman Mamduh yang mulia, saya Ahmad, putra saudara paman ‘Athiyah, saya menyimpan HP ayah hingga saya besar. Saya ucapkan selamat dan do’a keberkahan bagi setiap teman-teman ayah. Mudah-mudahan paman senantiasa dalam kebaikan sepanjang tahun. Bulan keberkahan atas kita dan atas paman, mudah-mudahan paman berada dalam kebaikan sepanjang tahun.”

Sungguh, kedua matakupun berlinangan air mata karena bocah kecil ini, ayahnya telah meninggal saat dia berusia 4 tahun, dan sekarang dia telah berusia 10 tahun. Bocah kecil ini telah mengajariku bagaimana seharusnya menyambung hubungan? Bagaimana cara berbuat baik? Dan bagaimana melanggengkan rasa cinta?
Bocah kecil ini membuat aku mengingat teman-teman pamanku yang telah merawatku. Akupun bergegas untuk pergi menjenguk mereka yang tersisa satu persatu, termasuk bocah kecil tersebut.

Temanku tersebut telah menikah dengan seorang wanita shalihah, yang kemudian melahirkan bocah laki-laki tersebut. Kemudian wanita tersebut mendidiknya dengan baik, menyimpan HP suami dan nomor teman-temannya hingga putranya besar, dan berkata kepada puteranya: “Sambunglah teman-teman ayahmu.”
Betapa mulianya istri tersebut, dan betapa baiknya anak tersebut. Aku memohon kepada Allah agar memberinya taufik, menjaga agama dan dunianya, mudah-mudahan Allah Ta’ala mengampuni kita semua dan orang-orang yang telah meninggal mendahului kita.

Dikisahkan bahwa seorang dari bani Salimah datang kepada Nabi lalu berkata: Wahai Rasulullah, apakah masih tersisa perbuatan birrul walidain yang harus saya lakukan setelah kedua orang tuaku meninggal dunia? Nabi bersabda:

نَعَمْ الصَّلاَةُ عَلَيْهِمَا وَالاِسْتِغْفَارُ لَهُمَا وَإِيفَاءٌ بِعُهُودِهِمَا مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِمَا وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِى لاَ تُوصَلُ إِلاَّ بِهِمَا

“Benar: berdoa kepada keduanya, memohonkan ampun untuk keduanya, menjalankan wasiat-wasiatnya sepeninggalnya, dan memuliakan sahabat keduanya dan menyambung kerabat yang tidak disambung kecuali dengan keduanya.”
(HR. Ibnu Majah).
Oleh: Mamduh Farhan al-Buhairi
Sumber: Majalah Cetak Qiblati
Image:google
[ Read More ]

Posted by PONDOK TNUR - - 3 komentar

1. Berusahalah berhias secantik mungkin jika bersama suami.
2. Tampakkan wajah yang selalu ceria dan berseri di depan
suami.
3. Banyaklah memberi perhatian kepada suami. Dengan
perhatianmu maka akan membuat dirinya merasa nyaman.
4. Terimalah apapun pemberian suami. Dan jangan sekali-kali
mengeluhkan atau menyepelekannya.
5. Jangan banyak menuntut kepada suami dengan hal-hal yang
masih belum bisa ia penuhi.
6. Hindarilah membantah apa yang suami ucapkan.
7. Selalu taatilah segala permintaan ataupun perintah suami
sepanjang bukan hal kemaksiatan.
8. Temani suami di saat makan. Dengannya ia akan merasakan
kenikmatan dalam kebersamaan.
9. Hindarilah melakukan sesuatu yang tidak disukai suami.
10. Janganlah suka keluar rumah jika tak ada keperluan
penting. Karena rata-rata seorang suami tidak menyukainya.
11. Hiburlah suami disaat ia dalam kesedihan.
12. Dan yang tak kalah penting, usahakan selalu turuti
permintaan suami jika hendak mengajak tidur bersama
sepanjang tidak ada hal-hal yang menghalangi untuk
melakukannya.
(Sumber:Abdul Löephelindhä > Menuju Keluarga Cerdas)
(Image:google)
[ Read More ]

Posted by PONDOK TNUR - - 0 komentar

Ada sebuah kisah tentang sepasang suami istri yang sedang
berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka
bertengkar dan suaminya menghardik istrinya dengan sangat
keras. Istri yang kena hardik, merasa sakit hati, tapi tanpa
berkata-kata, dia menulis di atas pasir : HARI INI SUAMIKU
MENYAKITI HATIKU.
Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis
dimana mereka memutuskan untuk mandi. Si Istri, mencoba
berenang namun nyaris tenggelam dan berhasil diselamatkan
suaminya. Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya hilang dia
menulis di sebuah batu : HARI INI SUAMIKU YG BAIK
MENYELAMATKAN NYAWAKU.
Suami bertanya : “Kenapa setelah saya melukai hatimu, kamu
menulisnya di atas pasir dan sekarang kamu menulis di atas
batu ?”
Istrinya sambil tersenyum menjawab : “Ketika hal buruk terjadi,
kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang
berhembus dan menghapus tulisan itu dan aku bisa
melupakannya… Dan bila sesuatu yang baik dan luar biasa
diperbuat suamiku, aku harus memahatnya di atas batu hatiku,
agar tidak bisa hilang tertiup angin waktu dan akan kuingat
selamanya.”
Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat dan konflik
karena sudut pandang yang berbeda. Terkadang malah sangat
menyakitkan, oleh karenanya cobalah untuk saling memaafkan
dan melupakan masalah yang lalu. Yang terpenting dari
pelajaran di atas, adalah :
“Belajarlah untuk selalu BISA MENULIS DI ATAS PASIR untuk
semua hal yang MENYAKITKAN dan selalu MENGUKIR DI ATAS
BATU untuk semua KEBAIKAN. "
(Sumber:menujukeluargacerdas)
(image:google)
[ Read More ]

Posted by PONDOK TNUR - - 0 komentar

Assalamu'alaikum
Ustadzah, bagaimana jika ada seseorang ber- azzam kelak
ketika meninggal tubuhnya diperuntukkan sebagai objek
penelitian ilmu kedokteran sehingga jasadnya itu tak dikubur.
Apakah itu diperbolehkan? Mohon penjelasannya.
Wassalamu’alaikum
ISTI, JAKARTA

Wa'alaikumussalam
Isti yang shalihah, Islam telah mengajarkan umatnya
bagaimana kewajiban dalam memperlakukan jenazah
manusia. Mulai dari memandikan, mengafani, menshalatkan,
sampai menguburkannya secepat mungkin, hukumnya adalah
fardhu kifayah. Hal ini merupakan aturan secara umum
bagaimana memperlakukan jenazah manusia dalam ajaran
Islam.
Pada saat ilmu kedokteran berkembang pesat, jenazah
manusia bisa ditunda penguburannya dengan berbagai
alasan, seperti otopsi (bedah mayat). Umumnya, penundaan
tersebut bertujuan untuk mempelajari ilmu anatomi (otopsi
anatomis), mengetahui berbagai hal yang terkait dengan
penyakit (otopsi klinis), atau untuk mengetahui sebab
kematian (otopsi forensik) suatu peristiwa pembunuhan dalam
rangka penegakan hukum. Semua itu dilakukan untuk
kepentingan umat manusia.
Dalam Islam, belum banyak literatur fiqih klasik yang
membahas masalah kontemporer ini. Jawabannya pun belum
ditemukan secara detail di dalam Al-Qur`an maupun Hadits.
Oleh karena itu, para ulama fiqih ( fuqaha ) telah melakukan
ijtihad setelah mengkaji berbagai norma hukum yang ada,
dan telah terjadi perbedaan pandangan dalam menyikapi
hukum mendonorkan anggota tubuh manusia untuk
kepentingan penelitian.
Para ulama yang melarang pemanfaatan jasad manusia
berdalil menjaga kehormatan manusia, sebagaimana yang
diriwayatkan Rasulullah saw dalam sabdanya, “Mematahkan
tulang mayat seperti mematahkannya ketika dia hidup,” (HR
Ahmad, Abu Daud).
Sedangkan para fuqaha Syafi'iyah, sebagian Hanafiyah dan
beberapa fuqaha Malikiyah membolehkan pemanfaatan jasad
manusia dengan asas darurat (keterpaksaan) untuk
kemaslahatan yang lebih besar. Pada prinsipnya, hukum
dasar masalah ini berada pada posisi dilarang oleh mereka,
seperti membedah perut mayat untuk mengeluarkan harta
yang ditelannya ketika dia hidup.
Dr Muhammad Nu'aim Yasin mengutip berbagai pandangan
para fuqaha , beliau menjelaskan bahwa apabila seseorang
telah berwasiat untuk mendonorkan anggota tubuhnya
(termasuk menyerahkan jasadnya untuk kepentingan ilmu
kedokteran), maka wasiat itu bisa dijadikan pegangan dan
bisa dilaksanakan setelah kematiannya, dan dia harus
mempertimbangkan kembali sebelum meninggal.
MUI juga sudah mengeluarkan fatwa No. 19 tanggal 5
Februari 1988 yang menyebutkan bahwa penyelidikan ilmiah
terhadap mayat tidak dilarang oleh Islam. Akan tetapi setelah
dipakai penyelidikan, mayat tersebut wajib dikuburkan
kembali.
Sidang Komisi Fatwa MUI kemudian melengkapi keputusan
tersebut dengan beberapa klausul. Pertama , hukum asal
pengawetan jenazah adalah haram. Sebab jenazah manusia
itu terhormat. Orang yang hidup wajib memenuhi hak-hak
jenazah. Salah satunya, menyelenggarakan penguburan
jenazah.
Kedua , pengawetan jenazah untuk penelitian dibolehkan, tapi
terbatas ( muqoyyad). Dengan ketentuan, penelitian itu
bermanfaat untuk pengembangan ilmu, mendatangkan
maslahat lebih besar atau memberikan perlindungan jiwa,
bukan hanya untuk praktik semata.
Ketiga , sebelum pengawetan, hak-hak jenazah Muslim harus
dipenuhi. Misalnya dimandikan, dikafani dan dishalati.
Pengawetan jenazah untuk penelitian harus dilakukan dalam
batas proporsional, yaitu hanya untuk penelitian. Jika
penelitian telah selesai, jenazah harus segera dikuburkan
sesuai dengan ketentuan syariat Islam.

(http://ummi-online.com/berita-370-jasad-untuk-obyek-penelitian.html)
(Image:google)
[ Read More ]

Posted by PONDOK TNUR - - 0 komentar

Pertanyaan 1:

Bagaimana caranya agar daftar blacklist saya hilang di Bank
Indonesia, dan berapa bulan pemutihan itu dilakukan oleh pihak
Bank Indonesia setelah saya melakukan pelunasan atas hutang
saya, karena setiap saya akan mengajukan kredit lagi dengan
Bank lain selalu ditolak lantaran katanya nama saya sudah di-
blacklist oleh Bank Indonesia?

Jawaban:
Pemutihan Hutang (istilah bank : Hapus Tagih) sulit dilakukan
oleh bank.
Maksud pertanyaan anda pemutihan nama dari blacklist
tentunya, bukan pemutihan hutang.
Anda tergolong dalam daftar black list adalah usulan dari Bank
(dimana anda ambil kredit).
Cara untuk menghapus nama anda dr blacklist BI adalah
melunasi kredit anda dgn bank bersangkutan.
Lalu bank akan mengubah data base mereka dengan
mengusulkan ke bi tentang pelunasan kredit anda.
Menurut pengalaman saya, kredit anda sudah hapus buku
(bulan hapus tagih) karena sudah masuk blacklist.
Jangka waktu pemutihan tidak ada yang pasti, tergantung
kemauan bank untuk mengubah data basenya yang di BI. Kalo
bank malas (karena begitu banyak data yang di entry setiap
hari dan petugas nya juga hanya sedikit di bank pusatnya
sedangkan dia harsu mengentry laporan dari semua kantor
cabang di Indonesia= sentralisasi) maka anda akan terus
mendapatkan nama anda tetap di balcklist BI walaupun sudah
anda lunasi segala hutang anda.(BI hanya menerima laporan
dari bank yang bersangkutan, bukan BI yang buat)
Saran saya, bila anda sudah melunasi hutang anda, segera
kirimkan surat keterangan tentang pelunasan hutang (minta juga
dari bank bersangkutan dengan ditandatangani oleh pejabat
bank diatas materi 6000) ke kantor pusat bank pemberi kredit
dan tembusan ke Bank Indonesia Jakarta Jl. Thamrin. 02 Cq.
Biro Informasi Kredit.

Pertanyaan 2 :

“Saya punya Kartu Kredit macet di beberapa Bank. Jadi
karena Kartu Kredit macet tersebut, beberapa kali saya
mengajukan pinjaman selalu ditolak dengan alasan black list.
Padahal saya hanya mengajukan sekitar lima ratus juta rupiah
sementara nilai jaminan saya ada sekitar satu milyar lebih.
Mengenai perputaran dana di rekening Tabungan selain aktif,
juga cukup untuk mengcover syarat pengajuan pinjaman yang
saya ajukan.”
“Yang mau saya tanyakan, bisa tidak black list tersebut
dihapus?”
Demikian pertanyaan yang berkaitan dengan black list yang
pernah saya terima dari seseorang, sebut saja namanya bapak
A melalui handphone yang kemudian dilanjutkan dengan
tawaran kalau bisa menghapus black list yang dimaksudkan
beliau bersedia mengalokasikan dana sepuluh jutaan sebagai
success feenya.
Sekilas dari hasil pembicaraan tersebut, dua syarat penting
untuk pengajuan pinjaman sesuai yang diinginkan si penelepon
tadi yaitu aspek financial (untuk segi kemampuan
mengembalikan pinjaman melalui angsuran) dan aspek
collatoral (nilai jaminan untuk memback up pinjaman) sudah
memenuhi. Permasalahannya hanya tinggal di masalah
Character yang biasanya digali dari hasil BI Checking, yang
menurut si bapak A tadi menghasilkan informasi black list.
***
Jawaban :

Sebelum ke topik.
Yang pertama, masalah Karakter.
Masalah karakter ini merupakan hal utama dalam prinsip
pemberian Kredit. Oleh karena itulah masalah karakter
ditempatkan pada urutan pertama dari prinsip 5 C dalam
pemberian kredit.
Kenapa masalah karakter ini sangat penting? Penjelasannya
adalah bahwa meskipun calon nasabah mampu, tapi kalau
tidak mau bayar bagaimana? Nanti repot urusannya. Ditagih
dengan kasar? Bisa jadi masalah. Ditagih dengan lemah
lembut? biasanya tidak akan berhasil. Buktinya seperti contoh
bapak A tadi, sampai sekarang ada kartu kredit macet.
Padahal dari informasi yang diberikan yang memiliki jaminan
sekitar satu milyar, dapat diartikan dia orang mampu. Tetapi
kenapa dia mempunyai kredit macet? Berarti karena dia tidak
mau bayar.
Okelah, kalau kartu kredit karena tidak ada jaminan mungkin
berani untuk membiarkan untuk macet. Entah sengaja maupun
tidak sengaja. Tapi ini kan ada jaminan? Nanti tinggal
dieksekusi saja kalau tidak mau bayar. Mungkin seperti itu
pertanyaan yang akan timbul sehubungan dengan pengajuan
kredit yang ada jaminan namun tidak lolos dengan masalah
Karakter yang diinterpreasikan dari hasil BI Checking.
Pertanyaan ini juga sering menjadi pertanyaan karena tidak
lolos dari penilaian aspek financial (keuangannya). Seolah-olah
dengan adanya jaminan yang mencukupi, penilaian aspek yang
lain bisa diabaikan. Inilah persepsi yang salah dari banyak
calon peminjam.
Saya sendiri pernah mendapat pertanyaan sinis dari calon
peminjam yang sebelumnya berkonsultasi dulu dengan saya,
seperti ini:”Kan ada jaminan? Yang mau saya pinjam hanya
seratus juta. Jaminan saya kan satu milyaran?”
Bagi pihak bank, biasanya tiga syarat utama tadi merupakan
satu paket. Artinya salah satu syarat dari paket tersebut tidak
terpenuhi, otomatis syarat yang lain gugur dengan sendirinya.
Dalam hal jaminan tadi, bank tidak ingin menguasai jaminan.
Bank tidak butuh rumah, tanah atau property yang dijaminkan
untuk dimiliki. Bank hanya butuh dana yang dipinjamkan bisa
kembali utuh sesuai perjanjian. Sementara untuk mengeksekusi
kalau terpaksa harus dieksekusi, memerlukan waktu dan
proses yang sangat panjang. Apalagi ada yang hingga ke
pengadilan segala. Belum lagi harus memaintanance
administrasinya dari waktu ke waktu.
Seperti salah satu contoh di atas. Pinjamannya hanya seratus
jutaan. Tapi mau mengeksekusi yang nilainya satu milyaran
karena misalnya pinjamannya akhirnya macet. Bank pasti
dalam posisi yang sulit. Karena yang punya rumah pasti
berusaha dengan segala cara untuk mempertahankannya.
Biasanya yang punya rumah pasti bilang begini: ”Masa hanya
pinjaman seratus jutaan mau mengeksekusi satu milyaran?”
Saya juga mungkin akan mengatakan seperti itu kalau misalnya
kasus seperti itu terjadi pada saya.
Yang kedua, masalah black list.
Banyak yang sering salah kaprah mengenai penggunaan istilah
Black List ( Daftar Hitam) Bank Indonesia.
Kenapa dibilang salah kaprah?
Karena pada dasarnya khusus mengenai kredit macet, baik
kredit macet kartu kredit maupun kredit macet lainnya, Bank
Indonesia tidak pernah mengeluarkan Daftar Hitam. Bank
Indonesia mengeluarkan Daftar Hitam biasanya hanya yang
terkait dengan cek kosong.
Sistim Informasi Debitur yang dikelola oleh Bank Indonesia,
yang out putnya dari Sistem Informasi Debitur hanya
menyangkut informasi indentitas debitur dan kondisi fasilitas
kredit/pembiayaan yang diterima meliputi plafon, baki debet,
jangka waktu pembiayaan, dan kondisi (historis) pembayaran
selama 24 bulan terakhir sejak posisi data dalam BI Cheking
tersebut di up date (oleh pelapor yang dalam hal ini bank
kreditur). Itupun per individu. Bukan dalam bentuk List
( Daftar). Oleh karena itulah makanya disebut Informasi Debitur
Individual (IDI).
Oleh karena itu, sekali lagi jangan salah kaprah dengan Black
List Bank Indonesia, karena istilah itu tidak dikenal dalam
Sistim Informasi Debitur.
***
Kembali ke topik.
Mungkin tentu saja si Penelepon tadi gemas. Bahwa hanya
karena masalah BI Checking, fasilitas pinjaman yang
seyogiyanya bisa dia dapatkan, termasuk nilai nominalnya yang
mungkin sangat sesuai dengan keinginannya, jadi gagal total.
Tak heran kalau dia berani menawarkan sepuluh jutaan,
apabila bisa mematahkan rintangan yang ada tersebut. Kalau
itu baru penawaran pertama, berarti naik sekitar lima jutaan
lagi mungkin masih bisa. Apalagi katanya rencana penggunaan
dananya untuk membiayai proyek yang ditanganinya. Artinya
keuntungan dari proyek biasanya besar.
Mungkin perlu sedikit penjelasan. Informasi lolosnya dua aspek
penting yang terkait dengan aspek kelayakan keuangan dan
aspek kelayakan jaminan bisa didapat dari bagian Marketing
atau Account Officer (AO) yang dihubungi atau menghubungi
calon debitur. Sementara untuk masalah BI Checking ada
petugas khusus yang menanganinya, jadi tidak bisa langsung
didapat dari petugas Marketing atau AO tadi. Nah dari contoh
seperti itulah si Bapak A tadi sudah bisa memastikan
kelayakan aspek financialnya untuk kemampuan mengangsur
pinjaman sesuai yang diminta, berikut jaminan yang akan
memback upnya.
Saya sudah tidak ingat lagi bagaimana persisnya bahasa saya
ketika menjawab pertanyaan sekaligus permintaan si Bapak A
tersebut. Namun inti jawaban saya ke bapak A itu adalah
bahwa pada dasarnya BI Checking bisa dihapus, namun dalam
hal untuk memenuhi keinginan seperti yang dijelaskan, sangat
tidak memungkinkan.
Lemas jadinya bapak A itu mendapat jawaban yang kurang
sesuai harapannya dari saya. Tapi itu ketika awalnya saja.
Selanjutnya dia merasa tenang, karena dia bisa memastikan
tidak akan tercebur ke masalah baru yaitu adanya pihak yang
menjanjikan bisa memenuhi permintaannya dengan imbalan
tertentu.
Bisa dibayangkan. Kalau misalnya saja yang menjanjikan bisa
menghapus BI Cheking itu minta dua puluh lima jutaan, yang
dari arah pembicaraan sepertinya bapak A itu bersedia
mengalokasikan dananya, lenyaplah uang yang sebesar yang
dialokasikannya itu. Berapapun itu jadinya.
***
Berkenaan dengan hal-hal tersebut di atas. Timbul pertanyaan.
Yang benarnya bagaimana?
Sesuai Pasal 9 Peraturan Bank Indonesia No. 9/14/PBI/2007
Tentang Sistim Informasi Debitur yang menyebutkan (1) Bank
Indonesia dapat melakukan pengkinian data Debitur yang
terdapat dalam Sistim Informasi Debitur dalam hal : (a) pelapor
mengalami pencabutan usaha atau likuidasi: dan / atau (b)
pengkinian data tidak dapat lagi dilakukan oleh pelapor. (2)
Pengkinian data Debitur sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dilakukan berdasarkan pemberitahuan tertulis dari pihak yang
melakukan pengelolaan data debitur.
Maka, merujuk pada peraturan Bank Indonesia tersebut pada
prinsipnya data SID yang out putnya dikenal dengan istilah BI
Checking pada dasarnya memang bisa dirubah atau dihapus.
Namun secara teknis pelaksanaannya sangat ketat
sebagaimana yang bisa dibaca dalam peraturan tersebut. Jadi
kalau berniat untuk melakukan penyimpangan, sungguh sangat
kecil kemungkinannya.
Lalu untuk apa dibuat isi pasal (9) tersebut? Yaitu untuk
mengakomidir kesalahan, kelalaian bank yang menyebabkan
debitur complain. Karena pada dasarnya pihak bank juga
sering alpa untuk mengup date data nasabahnya. Jadi kalau
misalnya terjadi kesalahan di pihak bank, lalu nasabah minta
supaya datanya diperbaiki, bank wajib melakukannya. Karena
itu hak nasabah. Apalagi sempat mengalami penolakan
pengajuan kredit karena kesalahan pihak bank tersebut.
Teknis pelaksanaannya, pihak bank mengudate dulu data
nasabah yang komplain tersebut, semenjak kapan mulai
kesalahan terjadi. File yang lama di restore dulu, lalu data yang
salah diperbaiki. Setelah itu, datanya yang sudah benar dicopy
untuk dilakukan hal yang sama di bank Indonesia mengenai
restore data yang telah disebutkan. Tentu saja disertai dengan
pemberitahuan tertulis sesuai bunyi pasal 9 Peraturan bank
Indonesia sebagaimana yang telah disebutkan di atas.
Dengan dilaksanakannya proses pengkinian data tersebut, data
nasabah yang komplain tadi sudah sesuai dengan keadaan
yang sebenarnya.
***
Referensi:
· Peraturan Bank Indonesia No. 9/14/PBI/2007 Tentang Sistim
Informasi Debitur.
· Peraturan Bank Indonesia No. 8/29/PBI/2006 Tentang Daftar
Hitam Nasional Penarik Cek Dan / Atau Bilyet Giro Kosong.
· Buku : Risiko Kartu Kredit Karangan Pulo Siregar, Penerbit
Papas Sinar Sinanti Jakarta.

(Sumber:http://m.kompasiana.com/post/moneter/2011/02/17/bisa-tidak-black-list-dihapus-membantu-nasabah-menyelesaikan-masalahnya-5/)(Sumber:Menujukeluargacerdas)
(Image:google)

[ Read More ]

Posted by PONDOK TNUR - - 0 komentar

Ajaran Islam mengharamkan umatnya mengkonsumsi daging
babi dan atau memanfaatkan seluruh anggota tubuh babi.
Berikut sepuluh alasan mengapa babi diharamkan.
1. Babi adalah container (tempat penampung) penyakit.
Beberapa bibit penyakit yang dibawa babi seperti Cacing pita
(Taenia solium), Cacing spiral (Trichinella spiralis), Cacing
tambang (Ancylostoma duodenale), Cacing paru (Paragonimus
pulmonaris), Cacing usus (Fasciolopsis buski), Cacing
Schistosoma (japonicum), Bakteri Tuberculosis (TBC), Bakteri
kolera (Salmonella choleraesuis), Bakteri Brucellosis suis, Virus
cacar (Small pox), Virus kudis (Scabies), Parasit protozoa
Balantidium coli, Parasit protozoa Toxoplasma gondii
2. Daging babi empuk.
Meskipun empuk dan terkesan lezat, namun karena banyak
mengandung lemak, daging babi sulit dicerna. Akibatnya,
nutrien (zat gizi) tidak dapat dimanfaatkan tubuh.
3. Menurut Prof. A.V. Nalbandov (Penulis buku : Adap-tif
Physiology on Mammals and Birds) menyebutkan bahwa
kantung urine (vesica urinaria) babi sering bocor, sehingga
urine babi merembes ke dalam daging. Akibatnya, daging babi
tercemar kotoran yang mestinya dibuang bersama urine.
4. Lemak punggung (back fat) tebal dan mudah rusak oleh
proses ransiditas oksidatif (tengik), tidak layak dikonsumsi
manusia.
5. Babi merupakan carrier virus/penyakit Flu Burung (Avian
influenza) dan Flu Babi (Swine Influenza).
Di dalam tubuh babi, virus AI (H1N1 dan H2N1) yang semula
tidak ganas bermutasi menjadi H1N1/H5N1 yang ganas/
mematikan dan menular ke manusia.
6. Menurut Prof Abdul Basith Muh. Sayid berbagai penyakit
yang ditularkan babi seperti, pengerasan urat nadi, naiknya
tekanan darah, nyeri dada yang mencekam (Angina pectoris),
radang (nyeri) pada sendi-sendi tubuh.
7. Dr. Murad Hoffman (Doktor ahli & penulis dari Jerman)
menulis bahwa Memakan babi yang terjangkiti cacing babi tidak
hanya berbahaya, tapi juga menyebabkan peningkatan
kolesterol tubuh dan memperlambat proses penguraian protein
dalam tubuh.
Ditambah cacing babi Mengakibatkan penyakit kanker usus,
iritasi kulit, eksim, dan rheumatic serta virus-virus influenza
yang berbahaya hidup dan berkembang di musim panas karena
medium (dibawa oleh) babi.
8. Penelitian ilmiah di Cina dan Swedia menyebutkan bahwa
daging babi merupakan penyebab utama kanker anus dan usus
besar.
9. Dr Muhammad Abdul Khair (penulis buku : Ijtihaadaat fi at
Tafsir Al Qur’an al Kariim) menuliskan bahwa daging babi
mengandung benih-benih cacing pita dan Trachenea lolipia.
Cacing tersebut berpindah kepada manusia yang
mengkonsumsi daging babi.
10. DNA babi mirip dengan manusia, sehingga sifat buruk babi
dapat menular ke manusia. Beberapa sifat buruk babi seperti,
Binatang paling rakus, kotor, dan jorok di kelasnya, Kemudian
kerakusannya tidak tertandingi hewan lain, serta suka memakan
bangkai dan kotorannya sendiri dan Kotoran manusia pun
dimakannya. Sangat suka berada di tempat yang basah dan
kotor. Untuk memuaskan sifat rakusnya, bila tidak ada lagi yang
dimakan, ia muntahkan isi perutnya, lalu dimakan kembali.
Lebih lanjut Kadang ia mengencingi pakannya terlebih dahulu
sebelum dimakan.
(Sumber:vivanews)
(Image:google)
[ Read More ]

Posted by PONDOK TNUR - - 0 komentar

Ada seorang teman saya, suatu
hari
terpanggil untuk memakai jilbab.
Karena
hatinya sudah mantab dan tetap,
dia pun
pergilah ke toko muslim untuk
membeli
jilbab.
Setelah membeli beberapa pakaian
muslimah
lengkap bersama jilbab dengan
berbagai
model (maklum teman saya itu
stylish sekali),
dia pun pulang ke rumah dengan
hati suka
cita.
Sesampainya di rumah, dengan
bangga dia
mengenakan jilbabnya.
Ketika dia ke luar dari kamarnya,
bapak dan
ibunya langsung menjerit.
Mereka
murka bukan main dan meminta
agar anaknya segera melepaskan
jilbabnya.
Anak itu tentu merasa terpukul
sekali…
bayangkan: Ayah ibunya sendiri
menentangnya untuk mengenakan
jilbab.
Si
anak mencoba berpegang teguh
pada keputusannya, akan tetapi
ayah ibunya
mengancam akan memutuskan
hubungan orang- tua dan anak
bila ia
berkeras memakainya.
Dia tidak akan diakui anak
selamanya bila ia
tetap menggunakan jilbab.
Anak itu sedih sejadi-jadi nya. Dia
merasa
menjadi anak yang malang sekali
nasibnya.
Tidak berputus asa, dia meminta
guru
tempatnya bersekolah untuk
berbicara
dengan orang tuanya agar ia
diperbolehkan
memakai jilbab.
Apa daya sang
guru pun
menolak.
Dia mencoba lagi berbicara
dengan ustad nya
dimana ia berguru untuk
membujuk orang tuanya agar ia
diizinkan
memakai jilbab.
Hasilnya ? Ustadnya pun menolak
untuk
memperjuangkannya.
Belum pernah rasanya anak ini
dirundung
duka seperti itu.
Dia merasa betul2 sendirian di
dunia ini.
Tak
ada seorang pun yang mau
mendukung keputusannya untuk
memakai
jilbab.
Akhirnya dia memutuskan untuk
menggunakan jalan terakhir.
Dia berkata pada orang tuanya:
“Ayah dan
ibu yang saya cintai. Saya tetap
akan memakai jilbab ini.
Kalau tidak diizinkan juga saya
akan gantung
diri … !!”
Sejenak suasana menjadi hening.
Ketegangan mencapai puncaknya
dalam
keluarga itu.
Akhirnya sambil menghela napas
panjang, si
ayah berkata dengan lirih:
"Yanto, Yanto! Kalau kamu anak
perempuan terserah kamu. Kamu
ini kan anak
laki-laki kok pakai jilbab? Memang
kamu ini anak gak waras"

Wakakakakakakakakakaka
Serius Banget Baca-Nya Sob
(sumber:bloglain)
(Image:google)
[ Read More ]

Posted by PONDOK TNUR - - 1 komentar

Bulan 1: Ma, panjangku itu cuma 2 cm, tapi aku udah ada di
badan mama... aku sayang mama, bunyi detak jantung mama
itu jadi musik terindah yang menemaniku di sini.
Bulan 2: Ma, aku uda
h bisa ngisep jari imutku lho, di sini hangat ma, nanti kalau aku
sudah keluar mama janji ya mau main sama aku.
Bulan 3: Ma, meskipun aku belum tau jenis kelaminku, tapi
apapun aku, aku harap mama dan papa bahagia kelak ketika
aku
keluar. Jangan nangis ya ma, kalau mama nangis di sini aku
juga ikut nangis.
Bulan 4: Ma, rambutku sudah mulai tumbuh lho, ini jadi mainan
baruku, aku bisa menggerakan kepalaku putar kiri putar kanan.
Bulan 5: Ma, mama tadi ke dokter ya, dokter bilang apa? Αpa
itu
aborsi ma? Αku nggak diapa-apain kan ma?
Bulan 6: Mama datang ke dokter itu lagi ya? Ma, tolong kasih
tau dokter itu, aku di sini baik-baik aja! Tapi kok dokter itu
mulai memasukan benda tajam? Benda tajam itu mulai
memotong rambutku ma tolong, aku takut. Benda tajam itu
mulai memotong kakiku, sakiit ma. Tapi meskipun aku tidak
punya kaki, aku masih punya tangan yang bisa memeluk mama.
Ma, benda itu sekarang mulai memotong tanganku, mama
tolong aku. Aku janji nggak akan nakal ma.
Tapi, meskipun aku tidak punya tangan dan kaki, aku msh
punya mata dan telinga untuk melihat senyum mama,
mendengar suara mama, tapi.. Benda itu sekarang sudah mulai
memotong leherku, mama.. Ampun ma.. Beri aku kesempatan
hidup, aku sayang mama, aku pengen meluk mama.
Bulan 7: Ma, aku di sini baik-baik aja, aku udah sama Tuhan di
surga, Tuhan mengembalikan semua organ tubuhku yang
dipotong benda tajam itu, Tuhan memeluku, memegang
tanganku, menggendongku dengan lembut dan Tuhan
membisikan tentang apa itu aborsi.
Kenapa mama tega melakukan itu?
Kenapa mama nggak mau main sama aku? Αpa salah aku ma?
Mama taubat yah, biar Tuhan mau antar mama ke sini, nanti
kita main bareng-bareng di sini, dan jangan lupa, ajak papa
juga ya ma.
PANTASKAH SEORANG BAYI YANG BELUM SEMPAT
TERLAHIR KE DUNIA INI MENDAPATKAN PERLAKUAN SEKEJI
ITU DARI ORANG TUA KANDUNG NYA?
(Sumber:indahnya islam)
(Image:google)
[ Read More ]