Selamat Datang Di Pondok Tnur
  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
sperky, prstene
Posted by PONDOK TNUR - - 0 komentar



     Suhu tubuh basal adalah suhu terendah yang dicapai oleh tubuh selama istirahat atau dalam keadaan istirahat (tidur). Pengukuran suhu basal dilakukan pada pagi hari segera setelah bangun tidur dan sebelum melakukan aktivitas lainnya.
     Tujuan pencatatan suhu basal untuk mengetahui kapan terjadinya masa subur. Suhu basal tubuh diukur dengan alat yang berupa termometer basal. Termometer basal ini dapat digunakan secara oral, per vagina, atau melalui dubur dan ditempatkan pada lokasi serta waktu yang sama selama 5 menit.
     Suhu normal tubuh sekitar 35,5-36 derajat Celcius. Pada waktu ovulasi, suhu akan turun terlebih dahulu dan naik menjadi 37-38 derajat kemudian tidak akan kembali pada suhu 35 derajat Celcius. Pada saat itulah terjadi masa subur.
     Kondisi kenaikan suhu tubuh ini akan terjadi sekitar 3-4 hari, kemudian akan turun kembali sekitar 2 derajat dan akhirnya kembali pada suhu tubuh normal sebelum haid. Hal ini terjadi karena produksi progesterone menurun.
     Apabila grafik (hasil catatan suhu tubuh) tidak terjadi kenaikan suhu tubuh, kemungkinan tidak terjadi masa subur sehingga tidak terjadi kenaikan suhu tubuh. Hal ini terjadi dikarenakan tidak adanya korpos loteum yang memproduksi progesteron. Begitu sebaliknya, jika terjadi kenaikan suhu tubuh dan terus berlangsung setelah masa subur kemungkinan terjadi kehamilan. Karena, bila sel telur berhasil dibuahi, maka korpos loteum akan terus memproduksihormon progestron. Akibatnya suhu tubuh tetap tinggi.
Manfaat :
Metode suhu tubuh basal yaitu sebagai Konsepsi ( menginginkan kehamilan) atau kontrasepsi (menghindari kehamilan)
Efektifitas
Metode suhu tubuh basal akan efektif bila dilakukan dengan benar dan konsisten. suhu tubuh basal dipantau dan dicatat selama beberapa bulan berturut-turut dan dianggap akurat bila terdeteksi pada saat masa subur. Tingkat keefektian metode suhu tubuh basal sekitar 80 persen atau 20-30 kehamilan per 100 wanita per tahun. Secara teoritis angka kegagalannya adalah 15 kehamilan per 100 wanita per tahun. Metode suhu tubuh basal akan jauh lebih efektif apabila dikombinasikan dengan kontrasepsi lain seperti kondom, spermisida ataupun metoda kalender (calender method or periodic abstinence).
Faktor yang Mempengaruhi Keandalan suhu tubuh basal :
  1. Penyakit.
  2. Gangguan tidur.
  3. Merokok dan atau minum alkohol.
  4. Penggunaan obat-obatan ataupun narkoba.
  5. stres
  6. Penggunaan selimut elektrik.
Keuntungan
  1. Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pada pasangan suami istri tentang masa subur.
  2. Membantu wanita yang mengalami siklus haid tidak teratur mendeteksi masa subur.
  3. Dapat digunakan sebagai kontrasepsi ataupun meningkatkan kesempatan untukhamil.
  4. Membantu menunjukkan perubahan tubuh lain pada saat mengalami masa subur seperti perubahan lender servik.
  5. Metoda suhu basal tubuh yang mengendalikan adalah wanita itu sendiri.
Keterbatasan
  1. Membutuhkan motivasi dari pasangan suami istri.
  2. Memerlukan konseling dan KIE dari tenaga medis.
  3. Suhu tubuh basal dapat dipengaruhi oleh penyakit, gangguan tidur, merokok, alkohol, stres, penggunaan narkoba maupun selimut elektrik.
  4. Pengukuran suhu tubuh harus dilakukan pada waktu yang sama.
  5. Tidak mendeteksi awal masa subur.
  6. Membutuhkan masa pantangyang lama.
Petunjuk bagi pengguna metode suhu basal tubuh
Aturan perubahan suhu/temperatur adalah sebagai berikut:
  1. Suhu diukur pada waktu yang hampir sama setiap pagi (sebelum bangun dari tempat tidur).
  2. Catat suhu ibu pada kartu yang telah tersedia.
  3. Gunakan catatan suhu pada kartu tersebut untuk 10 hari pertama dari siklus haid untuk menentukan suhu tertinggi dari suhu yang “normal dan rendah” dalam pola tertentu tanpa kondisi-kondisi di luar normal atau biasanya.
  4. Abaikan setiap suhu tinggi yang disebabkan oleh demam atau gangguan lain.
  5. Tarik garis pada 0,05 derajat celcius – 0,1 derajat celcius di atas suhu tertinggi dari suhu 10 hari tersebut. Garis ini disebut garis pelindung (cover line) atau garis suhu.
  6. Periode tak subur mulai pada sore hari setelah hari ketiga berturut-turut suhu tubuh berada di atas garis pelindung/suhu basal.
  7. Hari pantang senggama dilakukan sejak hari pertama haid hingga sore ketiga kenaikan secara berurutan suhu basal tubuh (setelah masuk periodemasa tidak subur).
  8. Masa pantang untuk senggama pada metode suhu basal tubuh labih panjang dari metode ovulasi billings.
  9. Perhatikan kondisi lendir subur dan tak subur yang dapat diamati.
Catatan:
  1. Jika salah satu dari 3 suhu berada di bawah garis pelindung (cover line) selama perhitungan 3 hari. Kemungkinan tanda ovulasi belum terjadi. Untuk menghindari kehamilan tunggu sampai 3 hari berturut-turut suhu tercatat di atas garis pelindung sebelum memulai senggama.
  2. Bila periode tak subur telah terlewati maka boleh tidak meneruskan pengukuran suhu tubuh dan melakukan senggama hingga akhir siklus haid dan kemudian kembali mencatat grafik suhu basal siklus berikutnya.**(NasirWeb)**

Leave a Reply